Masjid (Tanpa Jejak Sejarah) Cheng Ho Pandaan

IMG-20150523-WA0008Siapakah Cheng Ho? Sosok ini bagi sebagian besar masyarakat Muslim Indonesia sepertinya bukanlah sosok yang asing. Kiprahnya sebagai seorang laksamana dan pemimpin sebuah armada laut besar yang berhasil mengarungi samudera luas dan menyinggahi banyak negara telah menjadi sebuah legenda dan membuat namanya dikenal.

Dalam sejarah Tiongkok sendiri, sosok satu ini banyak diceritakan dalam catatan-catatan sejarah kuno bangsa tersebut. Sejarah resmi Dinasti Ming, terutama bagian mengenai biografi Cheng Ho (Zheng He Zhuan) menyebutkan tokoh ini dilahirkan pada tahun 1371 di Distrik Kunyang, Provinsi Yunnan, wilayah Tiongkok yang telah lama dihuni oleh bangsa China pemeluk agama Islam. Cheng Ho dilahirkan sebagai putra kedua dari Ma Hazhi (Haji Ma) yang beragama Islam. Ia bersaudara lima orang, dengan seorang saudara laki-laki dan empat perempuan. Demikian tulis A. Dahana, Guru Besar Studi Cina Universitas Indonesia dalam kata pengantarnya di buku karya Tan Ta Sen “Cheng Ho, Penyebar Islam dari China ke Nusantara” (Penerbit Kompas, 2010).

Pesan Terakhir Korban Helikopter Jatuh di Pakistan

IMG-20150508-WA0010All set to fly off to Gilgit. Only for the brave hearts…. Hehehe.” (Semua siap terbang ke Gilgit. Hanya untuk yang berhati berani … hehehe). Begitu kata-kata yang tertulis di sebuah foto selfie yang dikirimkan ke group Whatsapp saya. Pada foto yang diperkirakan adalah pejabat Pakistan dan istri dan Duta Besar Malaysia beserta istri (berjilbab), tampak wajah-wajah penuh senyum di dalam helikopter yang akan menerbangkan mereka ke Gilgit-Baltistan. Dalam foto tersebut saya tidak melihat Duta Besar RI Burhan Muhammad dan istri.

Ketika mengirimkan foto tersebut mungkin si pengirim sudah berfirasat mengenai keamanan penerbangan dan karenanya menyebutkan hanya orang-orang berani saja yang mau terbang. Meskipun demikian, si pengirim pun tentunya tidak mengira jika kata-kata yang ditulis bisa menjadi pesan terakhir sebelum helikopter Mi-17 yang mereka tumpangi terjatuh dan terbakar menewaskan dua orang pilot dan seorang teknisi serta empat dari 17 orang warga asing yang menjadi penumpang yaitu Dubes Norwegia Leif H Larsen, Dubes Filipina Domingo D Lucenario Jr, istri Dubes Malaysia Habibah Mahmud dan istri Dubes RI Heri Listyawati Burhan.

Sementara penumpang lainnya seperti Duta Besar RI Burhan Muhammad dan Duta Besar Belanda untuk Pakistan, mengalami luka-luka dan segera dilarikan ke rumah sakit militer terdekat.

Press release KBRI Islamabad dan pernyataan yang disampaikan Menlu Retno Marsudi menyebutkan helikopter yang jatuh diterbangkan dalam rangka mengikuti program kegiatan kunjungan para duta besar asing di Islamabad ke Gilgit-Baltistan yang diselenggarakan Kementerian Luar Negeri Pakistan. Kegiatan yang direncanakan berlangsung selama tiga hari dari tanggal 8-11 Mei 2015 juga akan dihadiri PM Pakistan Nawaz Sharif.

Diplomasi Ibu Negara Tiongkok

peng_liyuan-_fashion-dress_0Ada pemandangan yang menarik setiap kali melihat kehadiran Ibu Negara Tiongkok, Peng Liyuan, saat mendampingi suaminya Presiden Xi Jinping melakukan kunjungan kerja, khususnya kunjungan kenegaraan ke berbagai negara. Ia kerap terlihat mengenakan pakaian elegan berelemen tradisional etnik yang mendukung fashion dalam negeri Tiongkok dan langkah diplomasi yang dilakukan suaminya.

Pemandangan Peng Liyuan yang cantik dan atraktif tentu saja menarik perhatian karena selama beberapa dekade terakhir, tidak ada ibu negara di Tiongkok yang tampil di hadapan publik dan aktif mendukung kegiatan diplomasi yang dilakukan suaminya. Berbeda dengan di AS atau Indonesia dimana kehadiran ibu negara mendampingi presiden adalah hal lazim, maka di Tiongkok hal tersebut tidaklah lazim. Tidak ada istri dari seorang pejabat tinggi negara nimbrung dalam kegiatan kenegaraan yang melibatkan suaminya.

Kiprah Peng Liyuan sebagai ibu negara dimulai ketika suaminya, Xi Jinping, yang semula menjabat sebagai Wakil Presiden RRT resmi menjadi Presiden RRT menggantikan Hu Jintao pada awal Maret 2013. Dengan penuh percaya diri Peng tampil di hadapan publik mendampingi Xi Jinping melakukan kunjungan kerja ke berbagai daerah di Tiongkok. Ia pun melibatkan dirinya dalam berbagai kegiatan sosial dengan antara lain menjadi Duta Besar Persahabatan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), menyurati anak-anak penderita AIDS agar semangat dan tabah, dan menyantuni anak-anak yatim dan terbelakang.

Kartini dan Blogger

RA KartiniSetiap tanggal 21 April, masyarakat Indonesia selalu memperingati Hari Kartini. Anak-anak sekolah dan wanita pekerja kantoran kerap mengenakan pakaian tradisional untuk memperingati peran RA Kartini yang dianggap sebagai tokoh emansipasi wanita Indonesia.

Namun meski diperingati setiap tahun, kontroversi mengenai peringatan Hari Kartini selalu menyelimuti. Setidaknya ada 2 hal yang senantiasa menjadi kontroversi yaitu penetapan tanggal 21 April (hari kelahiran RA Kartini pada 21 April 1879) dan keraguan pada kebenaran surat RA Kartini.

Keberatan pertama terkait dengan penetapan hari kelahiran RA Kartini sebagai Hari Kartini. Sejak awal penetapan tanggal 21 April tersebut telah menuai kontroversi. Banyak yang menghendaki adanya persamaan di antara semua pahlawan perempuan di Indonesia. Sebab, tokoh perempuan di Indonesia yang dianggap berjasa bukan hanya Kartini. Sebut saja nama pahlawan nasional wanita seperti Tjut Nyak Dien, Christina Martha Tiahahu ataupun Dewi Sartika.

Alasan bahwa peringatan Hari Kartini dimaksudkan sebagai momentum kebangkitan kaum perempuan dan momentum emansiasi kaum Hawa di Indonesia juga senantiasa diperdebatkan. Jika dimaksudkan untuk dijadikan momentum emansipasi kaum perempuan, ada peringatan di hari lain yang lebih universal, misalnya Hari Ibu tanggal 22 Desember.

65 Tahun Hubungan Indonesia – Tiongkok

imagesBulan April 2015 ini tepat 65 tahun hubungan diplomatik Indonesia – Tiongkok. Memberikan pengakuan pada 13 April 1950, Indonesia adalah salah satu negara pertama yang mengakui berdirinya Republik Rakyat Tiongkok, tidak lama setelah negeri tersebut diproklamasikan oleh Pemimpin Partai Komunis Tiongkok Mao Zedong pada 1 Oktober 1949.

Menandai 65 tahun hubungan diplomatik tersebut, Presiden Joko Widodo melakukan kunjungan kenegaraan ke Beijing pada 26 Maret 2015 dan akan dibalas dengan kunjungan Presiden Xi Jinping ke Jakarta dan Bandung pada 23-24 April 2015 untuk menghadiri Peringatan 60 tahun Konferensi Asia Afrika. Sementara pada tanggal 13 April 2015 lalu Kedutaan Besar RI di Beijing menggelar resepsi diplomatik yang dihadiri pejabat tinggi pemerintah Tiongkok.

Bagi Presiden Joko Widodo, kunjungan ke Tiongkok merupakan kunjungan yang kedua kalinya dalam kurun waktu 6 bulan sejak menjadi Presiden RI pada 20 Oktober 2014, kunjungan pertama berlangsung pada Nopember 2014 dalam rangka KTT APEC. Hal yang sama juga berlaku bagi Presiden Xi Jinping, kunjungannya pada 24 April 2015 adalah yang kedua kalinya setelah kunjungan pertama pada Oktober 2013 ke Jakarta dan Bali.

Analisis Sambutan PM Li Keqiang di Forum Ekonomi Indonesia-Tiongkok

IMG_20150327_123400“Apa kabar?” demikian kalimat pembuka yang disampaikan PM Tiongkok Li Keqiang saat mengawali sambutan kuncinya di Indonesia-China Economic Cooperation Forum yang digelar pada tanggal 27 Maret 2015 di Great Hall of the People Beijing. Kalimat pembuka singkat dalam bahasa Indonesia tersebut kontan membetot perhatian sekitar 300 pebisnis dan investor peserta forum seperti yang tampak dari tepuk tangan yang diberikan mereka.

Selanjutnya dalam bahasa Mandarin PM Li Keqiang menyampaikan ucapan terima kasih kepada panitia yang memberikan kesempatan kepadanya untuk menyampaikan sambutan. Tidak berhenti sampai disitu, ia pun kemudian memuji presentasi yang disampaikan Presiden Joko Widodo sebelumnya.

“Terima kasih atas kesempatan yang diberikan kepada saya untuk memberikan sambutan di hadapan Presiden Joko Widodo dan para pengusaha Indonesia dan Tiongkok.”, demikian dikemukakan PM Li Keqiang. 

Bisnis Jasa Bersihkan Mobil Kaki Lima di Beijing

IMG_20150321_123419Di tengah semakin meningkatnya penggunaan mobil di berbagai kota besar di Tiongkok, jasa cuci mobil menggunakan mesin menjadi pilihan menarik bagi pemilik mobil saat ingin mencuci kendaraannya. Keterbatasan waktu dan kelengkapan mencuci mobil serta keengganan untuk berbasah dan berkotor ria saat mencuci mobil menjadi alasan utama bagi para pemilik mobil yang ingin kendaraannya kelihatan kinclong. Tidak heran jika bisnis cuci mobil menggunakan mesin atau cuci mobil otomatis pun menjadi bisnis yang menjanjikan.

Tapi bagaimana jika kita tidak memiliki cukup modal untuk membuka bisnis cuci mobil otomatis? Mudah saja, kita bisa membuka bisnis sampingannya yaitu jasa lap mobil seperti yang dilakukan Liu Fei dan kedua rekannya. Ia membuka bisnis jasa lap atau membersihkan mobil kaki lima di halaman parkir sebuah pom bensin di kawasan Wangjing, Beijing yang menyediakan jasa cuci mobil otomatis dan gratis bagi para pengemudi mobil yang berkunjung ke pom bensin tersebut. Pengelola pom bensin tidak mengenakan biaya apapun untuk pencucian mobil, termasuk tidak ada kewajiban untuk mengisi bensin

Beijing Mulai Batasi Penggunaan Tongsis

selfieMenyusul larangan penggunaan tongkat narsis alias tongsis di berbagai belahan dunia seperti dii Galeri Foto Nasional di Inggris, Kolosium Roma ataupun Museum Smithsonian di Washington, kini di Beijing pun mulai muncul pembatasan penggunaan gadget untuk berselfie ria.

Seperti diberitakan oleh harian China Daily baru-baru ini, meski secara resmi belum mengeluarkan larangan, beberapa pengelola tempat-tempat wisata ataupun kegiatan lainnya di Beijing mulai membatasi penggunaan tongsis, diantaranya adalah pengelola Museum Istana atau Museum Kota Terlarang (Forbidden City) dan stadion sepak bola.

Di Forbidden City, pengelola museum secara seksama selalu mengingatkan para pengunjung untuk lebih berhati-hati dalam menggunakan tongsis. Jika terlihat ada pengunjung yang akan menggunakan tongsis di tempat keramaian atau tempat sempit, maka pihak keamanan museum akan segera mendekat dan melarangnya. Selain itu, pihak keamanan museum pun mengingatkan pengunjung untuk tidak menggunakan tongsis di ruang pameran karena akan dapat mengganggu pengunjung lainnya dan membahayakan benda-benda yang dipamerkan.

Gabus Pucung Warung Besan

gabus pucungBondan Winarno di kolom “Jalansutra”pernah menulis  “Jaka sembung makan pete, ambil sapu di ujung gunung Jangan ngaku orang Jakarte, kalo kaga tahu “Gabus Pucung”. Saya cuma tersenyum membaca apa yang ditulis Bondan. Mungkin karena saya kurang pergaulan, meski lahir dan besar di Jakarta dan kemudian tinggal di Bekasi, saya justru baru mendengar sayur gabus pucung ketika mempersiapkan pembentukan Komunitas Blogger Bekasi (Be-Blog) pada awal Agustus 2009.
Tapi soal ikan gabus, saya sudah lama tahu dan sering merasakan kenikmatannya. Ketika masih kanak-kanak dan tinggal di  Tanjung Priok, saya dan teman-teman memang sering mancing ikan gabus, sepat atau betok di empang atau rawa-rawa (saat itu kawasan Tanjung Priok belum dipadati rumah seperti sekarang ini). Setiap kali mendapat ikan gabus, orang tua saya tidak pernah mengolahnya menjadi sayur gabus, paling banter ikan tersebut digoreng dan dipecak seperti ikan lele.

Reformasi Sepak Bola Tiongkok

_81284963_china-football_getty“Tiongkok mesti melatih bayi jika ingin negeri ini sukses dalam sepakbola dan menjadi salah satu yang terbaik dalam sepakbola adalah keinginan yang sangat menggebu-gebu dari seluruh anggota masyarakat,” demikian dikemukan Presiden Xi Jinping ketika memberikan persetujuan pemerintah terhadap “Rencana Reformasi Sepakbola” Tiongkok pada pertemuan Komite Nasional  Chinese People’s Political Consultative Conference (CPPCC) Jumat lalu (27/02/2015), suatu pertemuan badan penasihat tertinggi Tiongkok ang beranggotakan seluruh pemimpin puncak Tiongkok yang biasanya lebih banyak membahas isu-isu ekonomi dari pada olah raga.

Untuk itu melalui “Rencana Reformasi Sepakbola” diharapkan sepak bola Tiongkok meningkat pesat menjadi salah satu tim sepak bola terbaik di dunia dan menjadikan sepak bola sebagai olah raga utama di Tiongkok. Dan seperti dikatakan Presiden Xi ada tiga impian masyarakat Tiongkok di sepak bola yaitu “Tiongkok lolos ke kualifikasi Piala Dunia, menjadi tuan rumah dan menjadi juara dunia”.

Sejauh ini  prestasi sepakbola Tiongkok memang masih memalukan masyarakat karena penampilannya yang buruk. Tim sepak bola nasional Tiongkok saat ini masih menduduki ranking 82 dunia. Dan meskipun pernah lolos sekali ke Piala Dunia 2002 di Jepang dan Korea Selatan, namun dalam kesempatan 3 kali bertanding di babak group semuanya berakhir dengan kekalahan tanpa pemainnya pernah mencetak satu gol pun. Sementara di tingkat Asia, prestasi terbaiknya adalah lolos ke babak perdelapan final Piala Asia 2015 sebelum disingkirkan Australia.

Video Animasi Anti Korupsi Ramaikan Imlek di Tiongkok

xi jinping eatingMengawali Tahun Baru Tiongkok 2566 para pengguna internet di Tiongkok diramaikan oleh video animasi kampanye anti korupsi yang menampilkan kartun Presiden Xi Jinping. Video animasi yang diunggah ke Youku (Youtube versi Tiongkok) pada Selasa 17 Februari 2015 dan disebarluaskan lewat Weibo dan WeChat disambut hangat para pengguna sosial media di negeri panda ini dan sudah disaksikan ratusan ribu orang.

Ketiga video yang berjudul “Apakah Kampanye Mass Line Nyata?”, Apakah Lebih Mudah bagi Masyarakat untuk Berurusan dengan Pemerintah dan “Apakah Pejabat Benar-Benar Menakutkan” yang masing-masing berdurasi sekitar 2 menit ini menggambarkan situasi sebelum dan sesudah kampanye “Mass Line 2013-2014”, sebuah inisiatif yang diluncurkan pada tahun 2013-2014 guna memperkuat hubungan antara pejabat Partai Komunis Tiongkok (PKT) dengan masyarakat.

Pada video animasi tersebut antara lain terlihat Presiden Xi Jinping sedang makan dan berbicara dengan warga, melambaikan bendera dengan tulisan “Kampanye Mass Line” dan memukulkan tongkat ke seekor macan sebagai simbol target pemberantasan korupsi yang menyasar pada pejabat tinggi.

Mudik Tahun Baru Imlek Presiden Tiongkok

imageMelanjutkan kebiasaan yang sudah dilakukannya sejak menjadi pemimpin tertinggi di Tiongkok, Presiden Xi Jinping kembali melakukan aksi blusukan di saat pergantian tahun baru lunar atau Imlek. Berbeda dengan blusukan tahun-tahun sebelumnya yang dilakukan di seputaran Beijing dan bertemu antara lain dengan para buruh bangunan, polisi, petugas pemadam kebakaran dan sopir taksi, maka blusukan tahun 2015 ini dilakukan di Provinsi Shaanxi,  sebuah provinsi yang terletak di sebelah barat daya Tiongkok dari tanggal 13 Februari 2015 tepatnya di desa Liangjiahe, Wen’anyi Township , Yanchuan County, Yan’an.

Blusukan ke desa Liangjihe boleh dikatakan bukan sekedar blusukan biasa tetapi sekaligus mudik alias pulang kampung. Meski dilahirkan di Beijing dari keluarga veteran Partai Komunis Tiongkok (PKT) Xi Zhongzhun, Xi Jinping pernah menghabiskan waktu selama 7 tahun di desa Liangjihe. Ketika itu, sekitar 47 tahun lalu (1968), Xi Jinping muda (15 tahun) datang dan menetap di Liangjihe selama 7 tahun sebagai bagian dari kelompok pemuda yang dikirim Ketua PKT Mao Zedong untuk merasakan kehidupan buruh pedesaan.

Selama 7 tahun di desa Liangjihe, Xi Jingping tinggal di gua di perbukitan yang biasa ditempati warga desa, tidur di atas kang (tempat tidur tradisional yang terbuat dari tumpukan batu bata dan tanah liat), bertahan dari gigitan kutu, membersihkan pupuk kandang, membangun bendungan dan memperbaiki jalan. Di desa Liangjihe ini pula Xi Jinping mendaftar dan bergabung sebagai anggota PKT.