Aung Suu Kyi Mencari Restu Beijing

Disambut Yang Houlan, Duta Besar Tiongkok untuk Myanmar, di Bandara Internasional Beijing pada Rabu (10/06), pemimpin partai oposisi Myanmar dari Liga Nasional untuk Demokrasi Aung Suu Kyi memulai kunjungan perdananya ke Beijing More »

Diplomasi Ibu Negara Tiongkok

Ada pemandangan yang menarik setiap kali melihat kehadiran Ibu Negara Tiongkok, Peng Liyuan, saat mendampingi suaminya Presiden Xi Jinping melakukan kunjungan kerja, khususnya kunjungan kenegaraan ke berbagai negara. Ia kerap terlihat mengenakan pakaian elegan berelemen More »

65 Tahun Hubungan Indonesia – Tiongkok

Bulan April 2015 ini tepat 65 tahun hubungan diplomatik Indonesia – Tiongkok. Memberikan pengakuan pada 13 April 1950, Indonesia adalah salah satu negara pertama yang mengakui berdirinya Republik Rakyat Tiongkok, tidak lama More »

Ojek Dari Masa Ke masa

gojek vs ojekHampir setiap hari dalam perjalanan menuju dan pulang kantor, jika tidak menyetir kendaraan sendiri, saya lebih memilih naik ojek dibandingkan naik angkutan umum roda empat seperti angkot. Meski membayar lebih mahal dibanding angkot dan sering was-was karena ojek kerap memotong kendaraan di depannya dengan kecepatan tinggi dan penumpang tidak dilengkapi helm, namun naik ojek bisa membawa saya lebih cepat ke tempat tujuan karena lebih leluasa menerobos kemacetan lalu lintas.

Pengalaman naik ojek sendiri bagi saya bukanlah hal yang baru. Sejak sekolah menengah saya sudah terbiasa naik ojek untuk pergi dan pulang ke sekolah. Saat itu belum ada ojek motor seperti sekarang ini, yang ada adalah ojek sepeda. Saya kerap naik ojek sepeda ke sekolah. Sepeda yang digunakan adalah sepeda yang sekarang dikenal sebagai sepeda ontel. Layanan ojek sepeda ini sampai sekarang masih tetap bertahan di kawasan tempat saya tinggal dulu, bersaing dengan ojek motor. Selain di kawasan tempat saya tinggal dulu, ojek sepeda juga masih banyak dijumpai di kawasan stasiun Jakarta Kota.

Dari sejarahnya, saya tidak tahu persis kapan kemunculan ojek di Jakarta untuk pertama kali. Namun menurut infografik yang dibuat Poligrabs, yang mengacu dari beberapa sumber di blog, ojek di Jakarta muncul di daerah Ancol pada tahun 1974 menyusul keberadaan ojek di Jawa Tengah tahun 1969. Tidak ada penjelasan lebih lanjut mengenai asal-usul tersebut.

Baber Bukan Bukber

bukber 2Alhamdullilah dalam Bulan Ramadhan 1436 H (2015) ini saya berkesempatan mengikuti berbagai kegiatan buka puasa bersama (biasa disingkat bukber) dengan teman-teman kantor, teman sekolah dan kuliah. Hampir setiap minggu saya mengikuti bukber di tempat-tempat yang berbeda seperti di restoran, rumah dan masjid.

Saking seringnya mengikuti kegiatan buka puasa bersama, maka istilah bukber pun menjadi akrab di telinga saya. Dan menyaksikan antusiasme masyarakat Indonesia dalam mengikuti atau mengadakan bukber, terutama masyarakat di kota-kota besar, saya pun yakin bahwa kosakata bukber juga akrab di telinga masyarakat Indonesia pada umumnya, khususnya di saat Bulan Ramadhan. Di bulan ini, berbagai komunitas, organisasi, teman kantor, teman sekolah, mantan teman sekolah atau bahkan lingkungan di sekitar kita kerap menyelenggarakan bukber di berbagai tempat seperti restoran, hotel, mall, atau cafe.

Secara harfiah, makna “buka puasa” sebenarnya memiliki makna yang agak aneh karena kegiatan yang dilakukan sebenarnya adalah untuk membatalkan atau menutup puasa karena makan saat puasa berarti mengakhiri puasa pada hari itu. Puasa justru “dibuka” dengan makan sahur menjelang fajar tulis Rohman Budijanto dalam  artikel “Mudik” di majalah Tempo terbitan 6-12 Juli 2015. Merujuk penjelasan ini, maka ke depan nya mungkin perlu dipopulerkan istilah baru yang lebih sesuai secara harfiah yaitu “baber”, kependekan dari batal puasa bersama. Cara membatalkannya dengan makan dan minum bersama.

 

“Masjid Indonesia” di Bangkok

masjid indonesiaSetelah melewati kemacetan jalan raya di kawasan Ruam Rudee Lumpini ,Thanon Witthayu, Bangkok, akhirnya kendaraan yang kami tumpangi berbelok ke sebuah jalan kecil yang hanya cukup untuk melintas satu kendaraan roda empat. Setelah melewati beberapa jalan yang lebih kecil atau gang, kendaraan berhenti di sebuah ujung gang bernama Soi Polo. Sebuah papan petunjuk bertuliskan “Indonesia Mosque” terpampang di atas tembok

Dari ujung gang terlihat sebuah bangunan masjid berlantai tiga yang terletak di antara kerumunan rumah warga. Kami pun segera turun dan berjalan kaki menyusuri gang tersebut menuju masjid yang jaraknya sekitar 100 meter dari ujung gang. Sepanjang gang terlihat beberapa warung kelontong dan pedagang kaki lima yang menjual pisang goreng dan panganan kecil lainnya. Beberapa warga terlihat sedang duduk-duduk santai di atas kursi kayu sambil berbincang satu sama lain.

Seorang ibu yang mengenakan baju terusan panjang kemudian keluar dari masjid dan menyambut ramah kehadiran kami dalam bahasa Inggris patah-patah bercampur sedikit bahasa Indonesia. Ia adalah salah seorang warga yang ikut mengurus masjid. Dengan penuh keramahan dan layaknya seorang pemandu wisata, ia pun mengarahkan kami ke ruang sholat di lantai dua dan tiga, setelah sebelumnya menunjukkan tempat berwudhu di lantai pertama.

Aung Suu Kyi Mencari Restu Beijing

aung-san-suu-kyi-beijing-exlarge-169Disambut Yang Houlan, Duta Besar Tiongkok untuk Myanmar, di Bandara Internasional Beijing pada Rabu (10/06), pemimpin partai oposisi Myanmar dari Liga Nasional untuk Demokrasi Aung Suu Kyi memulai kunjungan perdananya ke Beijing dari tanggal 10-14 Juni 2015. Saat kedatangan Suu Kyi tampak mengenakan baju putih dan kain selendang merah dan dikawal petugas keamanan.

Kunjungan Suu Kyi ke Beijing merupakan yang pertama kali setelah ia dibebaskan dari tahanan rumah oleh Pemerintah Myanmar pada tahun 2010 dan sekaligus realisasi dari keinginannya untuk tetap menjaga hubungan baik Myanmar-Tiongkok. Sebelumnya, Suu Kyi berulang kali menyatakan keinginannya untuk bisa berkunjung ke Beijing. Karena itu ketika pada akhirnya ia bisa melakukan kunjungan perdana ke Beijing, ia tidak menyia-nyiakan kesempatan tersebut untuk melakukan konsolidasi dan menjalin komunikasi yang erat dengan para pemimpin negara tetangganya tersebut.

Ibarat gayung bersambut, Beijing pun menyambut hangat kedatangan Suu Kyi seperti tampak dari penjemputan yang dilakukan langsung oleh Duta Besar Tiongkok untuk Myanmar dan pengaturan penginapan di Guest House Diouyutai yang dikhususkan untuk tamu-tamu asing istimewa. Suatu perlakuan yang istimewa layaknya pejabat tinggi negara negara bagi seorang pemimpin partai. Bukan hanya itu, selama lima hari kunjungannya, Suu Kyi akan bertemu dengan sejumlah pejabat tinggi Tiongkok mulai dari Presiden Xi Jinping, PM Li Keqiang hingga kepala Departemen Internasional Komite Sentral Partai Komunis Tiongkok.

Masjid (Tanpa Jejak Sejarah) Cheng Ho Pandaan

IMG-20150523-WA0008Siapakah Cheng Ho? Sosok ini bagi sebagian besar masyarakat Muslim Indonesia sepertinya bukanlah sosok yang asing. Kiprahnya sebagai seorang laksamana dan pemimpin sebuah armada laut besar yang berhasil mengarungi samudera luas dan menyinggahi banyak negara telah menjadi sebuah legenda dan membuat namanya dikenal.

Dalam sejarah Tiongkok sendiri, sosok satu ini banyak diceritakan dalam catatan-catatan sejarah kuno bangsa tersebut. Sejarah resmi Dinasti Ming, terutama bagian mengenai biografi Cheng Ho (Zheng He Zhuan) menyebutkan tokoh ini dilahirkan pada tahun 1371 di Distrik Kunyang, Provinsi Yunnan, wilayah Tiongkok yang telah lama dihuni oleh bangsa China pemeluk agama Islam. Cheng Ho dilahirkan sebagai putra kedua dari Ma Hazhi (Haji Ma) yang beragama Islam. Ia bersaudara lima orang, dengan seorang saudara laki-laki dan empat perempuan. Demikian tulis A. Dahana, Guru Besar Studi Cina Universitas Indonesia dalam kata pengantarnya di buku karya Tan Ta Sen “Cheng Ho, Penyebar Islam dari China ke Nusantara” (Penerbit Kompas, 2010).

Pesan Terakhir Korban Helikopter Jatuh di Pakistan

IMG-20150508-WA0010All set to fly off to Gilgit. Only for the brave hearts…. Hehehe.” (Semua siap terbang ke Gilgit. Hanya untuk yang berhati berani … hehehe). Begitu kata-kata yang tertulis di sebuah foto selfie yang dikirimkan ke group Whatsapp saya. Pada foto yang diperkirakan adalah pejabat Pakistan dan istri dan Duta Besar Malaysia beserta istri (berjilbab), tampak wajah-wajah penuh senyum di dalam helikopter yang akan menerbangkan mereka ke Gilgit-Baltistan. Dalam foto tersebut saya tidak melihat Duta Besar RI Burhan Muhammad dan istri.

Ketika mengirimkan foto tersebut mungkin si pengirim sudah berfirasat mengenai keamanan penerbangan dan karenanya menyebutkan hanya orang-orang berani saja yang mau terbang. Meskipun demikian, si pengirim pun tentunya tidak mengira jika kata-kata yang ditulis bisa menjadi pesan terakhir sebelum helikopter Mi-17 yang mereka tumpangi terjatuh dan terbakar menewaskan dua orang pilot dan seorang teknisi serta empat dari 17 orang warga asing yang menjadi penumpang yaitu Dubes Norwegia Leif H Larsen, Dubes Filipina Domingo D Lucenario Jr, istri Dubes Malaysia Habibah Mahmud dan istri Dubes RI Heri Listyawati Burhan.

Sementara penumpang lainnya seperti Duta Besar RI Burhan Muhammad dan Duta Besar Belanda untuk Pakistan, mengalami luka-luka dan segera dilarikan ke rumah sakit militer terdekat.

Press release KBRI Islamabad dan pernyataan yang disampaikan Menlu Retno Marsudi menyebutkan helikopter yang jatuh diterbangkan dalam rangka mengikuti program kegiatan kunjungan para duta besar asing di Islamabad ke Gilgit-Baltistan yang diselenggarakan Kementerian Luar Negeri Pakistan. Kegiatan yang direncanakan berlangsung selama tiga hari dari tanggal 8-11 Mei 2015 juga akan dihadiri PM Pakistan Nawaz Sharif.

Diplomasi Ibu Negara Tiongkok

peng_liyuan-_fashion-dress_0Ada pemandangan yang menarik setiap kali melihat kehadiran Ibu Negara Tiongkok, Peng Liyuan, saat mendampingi suaminya Presiden Xi Jinping melakukan kunjungan kerja, khususnya kunjungan kenegaraan ke berbagai negara. Ia kerap terlihat mengenakan pakaian elegan berelemen tradisional etnik yang mendukung fashion dalam negeri Tiongkok dan langkah diplomasi yang dilakukan suaminya.

Pemandangan Peng Liyuan yang cantik dan atraktif tentu saja menarik perhatian karena selama beberapa dekade terakhir, tidak ada ibu negara di Tiongkok yang tampil di hadapan publik dan aktif mendukung kegiatan diplomasi yang dilakukan suaminya. Berbeda dengan di AS atau Indonesia dimana kehadiran ibu negara mendampingi presiden adalah hal lazim, maka di Tiongkok hal tersebut tidaklah lazim. Tidak ada istri dari seorang pejabat tinggi negara nimbrung dalam kegiatan kenegaraan yang melibatkan suaminya.

Kiprah Peng Liyuan sebagai ibu negara dimulai ketika suaminya, Xi Jinping, yang semula menjabat sebagai Wakil Presiden RRT resmi menjadi Presiden RRT menggantikan Hu Jintao pada awal Maret 2013. Dengan penuh percaya diri Peng tampil di hadapan publik mendampingi Xi Jinping melakukan kunjungan kerja ke berbagai daerah di Tiongkok. Ia pun melibatkan dirinya dalam berbagai kegiatan sosial dengan antara lain menjadi Duta Besar Persahabatan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), menyurati anak-anak penderita AIDS agar semangat dan tabah, dan menyantuni anak-anak yatim dan terbelakang.

Kartini dan Blogger

RA KartiniSetiap tanggal 21 April, masyarakat Indonesia selalu memperingati Hari Kartini. Anak-anak sekolah dan wanita pekerja kantoran kerap mengenakan pakaian tradisional untuk memperingati peran RA Kartini yang dianggap sebagai tokoh emansipasi wanita Indonesia.

Namun meski diperingati setiap tahun, kontroversi mengenai peringatan Hari Kartini selalu menyelimuti. Setidaknya ada 2 hal yang senantiasa menjadi kontroversi yaitu penetapan tanggal 21 April (hari kelahiran RA Kartini pada 21 April 1879) dan keraguan pada kebenaran surat RA Kartini.

Keberatan pertama terkait dengan penetapan hari kelahiran RA Kartini sebagai Hari Kartini. Sejak awal penetapan tanggal 21 April tersebut telah menuai kontroversi. Banyak yang menghendaki adanya persamaan di antara semua pahlawan perempuan di Indonesia. Sebab, tokoh perempuan di Indonesia yang dianggap berjasa bukan hanya Kartini. Sebut saja nama pahlawan nasional wanita seperti Tjut Nyak Dien, Christina Martha Tiahahu ataupun Dewi Sartika.

Alasan bahwa peringatan Hari Kartini dimaksudkan sebagai momentum kebangkitan kaum perempuan dan momentum emansiasi kaum Hawa di Indonesia juga senantiasa diperdebatkan. Jika dimaksudkan untuk dijadikan momentum emansipasi kaum perempuan, ada peringatan di hari lain yang lebih universal, misalnya Hari Ibu tanggal 22 Desember.

65 Tahun Hubungan Indonesia – Tiongkok

imagesBulan April 2015 ini tepat 65 tahun hubungan diplomatik Indonesia – Tiongkok. Memberikan pengakuan pada 13 April 1950, Indonesia adalah salah satu negara pertama yang mengakui berdirinya Republik Rakyat Tiongkok, tidak lama setelah negeri tersebut diproklamasikan oleh Pemimpin Partai Komunis Tiongkok Mao Zedong pada 1 Oktober 1949.

Menandai 65 tahun hubungan diplomatik tersebut, Presiden Joko Widodo melakukan kunjungan kenegaraan ke Beijing pada 26 Maret 2015 dan akan dibalas dengan kunjungan Presiden Xi Jinping ke Jakarta dan Bandung pada 23-24 April 2015 untuk menghadiri Peringatan 60 tahun Konferensi Asia Afrika. Sementara pada tanggal 13 April 2015 lalu Kedutaan Besar RI di Beijing menggelar resepsi diplomatik yang dihadiri pejabat tinggi pemerintah Tiongkok.

Bagi Presiden Joko Widodo, kunjungan ke Tiongkok merupakan kunjungan yang kedua kalinya dalam kurun waktu 6 bulan sejak menjadi Presiden RI pada 20 Oktober 2014, kunjungan pertama berlangsung pada Nopember 2014 dalam rangka KTT APEC. Hal yang sama juga berlaku bagi Presiden Xi Jinping, kunjungannya pada 24 April 2015 adalah yang kedua kalinya setelah kunjungan pertama pada Oktober 2013 ke Jakarta dan Bali.

Analisis Sambutan PM Li Keqiang di Forum Ekonomi Indonesia-Tiongkok

IMG_20150327_123400“Apa kabar?” demikian kalimat pembuka yang disampaikan PM Tiongkok Li Keqiang saat mengawali sambutan kuncinya di Indonesia-China Economic Cooperation Forum yang digelar pada tanggal 27 Maret 2015 di Great Hall of the People Beijing. Kalimat pembuka singkat dalam bahasa Indonesia tersebut kontan membetot perhatian sekitar 300 pebisnis dan investor peserta forum seperti yang tampak dari tepuk tangan yang diberikan mereka.

Selanjutnya dalam bahasa Mandarin PM Li Keqiang menyampaikan ucapan terima kasih kepada panitia yang memberikan kesempatan kepadanya untuk menyampaikan sambutan. Tidak berhenti sampai disitu, ia pun kemudian memuji presentasi yang disampaikan Presiden Joko Widodo sebelumnya.

“Terima kasih atas kesempatan yang diberikan kepada saya untuk memberikan sambutan di hadapan Presiden Joko Widodo dan para pengusaha Indonesia dan Tiongkok.”, demikian dikemukakan PM Li Keqiang. 

Bisnis Jasa Bersihkan Mobil Kaki Lima di Beijing

IMG_20150321_123419Di tengah semakin meningkatnya penggunaan mobil di berbagai kota besar di Tiongkok, jasa cuci mobil menggunakan mesin menjadi pilihan menarik bagi pemilik mobil saat ingin mencuci kendaraannya. Keterbatasan waktu dan kelengkapan mencuci mobil serta keengganan untuk berbasah dan berkotor ria saat mencuci mobil menjadi alasan utama bagi para pemilik mobil yang ingin kendaraannya kelihatan kinclong. Tidak heran jika bisnis cuci mobil menggunakan mesin atau cuci mobil otomatis pun menjadi bisnis yang menjanjikan.

Tapi bagaimana jika kita tidak memiliki cukup modal untuk membuka bisnis cuci mobil otomatis? Mudah saja, kita bisa membuka bisnis sampingannya yaitu jasa lap mobil seperti yang dilakukan Liu Fei dan kedua rekannya. Ia membuka bisnis jasa lap atau membersihkan mobil kaki lima di halaman parkir sebuah pom bensin di kawasan Wangjing, Beijing yang menyediakan jasa cuci mobil otomatis dan gratis bagi para pengemudi mobil yang berkunjung ke pom bensin tersebut. Pengelola pom bensin tidak mengenakan biaya apapun untuk pencucian mobil, termasuk tidak ada kewajiban untuk mengisi bensin

Beijing Mulai Batasi Penggunaan Tongsis

selfieMenyusul larangan penggunaan tongkat narsis alias tongsis di berbagai belahan dunia seperti dii Galeri Foto Nasional di Inggris, Kolosium Roma ataupun Museum Smithsonian di Washington, kini di Beijing pun mulai muncul pembatasan penggunaan gadget untuk berselfie ria.

Seperti diberitakan oleh harian China Daily baru-baru ini, meski secara resmi belum mengeluarkan larangan, beberapa pengelola tempat-tempat wisata ataupun kegiatan lainnya di Beijing mulai membatasi penggunaan tongsis, diantaranya adalah pengelola Museum Istana atau Museum Kota Terlarang (Forbidden City) dan stadion sepak bola.

Di Forbidden City, pengelola museum secara seksama selalu mengingatkan para pengunjung untuk lebih berhati-hati dalam menggunakan tongsis. Jika terlihat ada pengunjung yang akan menggunakan tongsis di tempat keramaian atau tempat sempit, maka pihak keamanan museum akan segera mendekat dan melarangnya. Selain itu, pihak keamanan museum pun mengingatkan pengunjung untuk tidak menggunakan tongsis di ruang pameran karena akan dapat mengganggu pengunjung lainnya dan membahayakan benda-benda yang dipamerkan.

You might also likeclose