Salju Pertama di Beijing

Waktu masih menunjukkan sekitar pukul 8 pagi ketika kedua anak saya baru saja berangkat ke sekolah. Tiba-tiba saja ada telpon masuk dari anak saya yang bungsu. Bergegas saya angkat telpon karena mengira ada perlengkapan sekolahnya yang tertinggal.

Belum sempat saya bertanya apapun, si bungsu sudah berteriak dari ujung telpon, “Ayah, hujan salju nich di Beijing”

“Hujan salju?” tanya saya

“Iya Yah, hujan salju. Sekarang adik masih di lobi apartemen nich sedang melihat salju turun. Untung adik dn kakak pakai mantel tebal jadi bisa tetap ke sekolah, enggak perlu nunggu hujan salju reda”

“o ya kalau begitu hati-hati melangkah. Jangan banyak becanda di jalanan nanti bisa terpeleset karena jalanan licin tertutup lapisan salju”, ujar saya mengingatkan.

Setelah menutup sambungan telpon, saya pun bergegas melongok ke jendela ruang tamu. Benar saja, dari lantai 23 tempat kami tinggal, terlihat gedung-gedung apartemen, pepohonan dan dedaunan serta mobil-mobil yang diparkir di pinggir jalan sudah diselimuti salju. Warna putih mendominasi pemandangan di sekitarnya. Sementara hujan salju, meski tidak terlalu tebal masih terus berlangsung.

“Wah pantas saja pagi ini dingin sekali, padahal mesin pemanas ruangan masih dinyalakan”, ujar saya ke istri. Biasanya, demi menghemat energi, sekitar jam 6 pagi, semua pemanas ruangan dimatikan dan kami cukup memanfaatkan kehangatan sinar matahari yang menerobos ruangan lewat jendela kaca.

Meski pengalaman merasakan hujan salju bukan hal yang pertama (sebelumnya kami sudah pernah merasakannya ketika tinggal di Brussels, Belgia), namun merasakan turunnya salju pertama di setiap musim dingin tetap saja menyenangkan. Terasa sesuatu banget ketika ketika kelembutan salju menerpa wajah dan membasahi mantel yang dikenakan.

Salju di pagi Jumat kemarin pun semakin terasa istimewa karena inilah untuk pertama kalinya saya merasakan salju di Beijing. Dan saya pun tidak mengira bisa secepat ini melihat dan merasakan kembali jatuhnya salju. Sebelumnya, berdasarkan perkiraan Stasiun Meteorologi Beijing, salju baru akan turun di Beijing pada hari Senin (5/12) mendatang.

Mobil berselimut saljuTernyata bukan saya saja yang beranggapan bahwa salju baru akan turun pada hari Senin. Berbekal ramalan cuaca, banyak warga Beijing yang meyakini salju akan mulai turun pada hari Senn (5/12). Sehingga tak pelak ketika salju turun lebih cepat, terjadi sedikit kepanikan di masyarakat, khususnya terkait dengan lalu lintas pagi di Beijing. Terjadi kemacetan di beberapa ruas jalan. Para pengendara berjalan lambat di semua ruas jalan akibat kondisi jalanan yang licin.

Bahkan dalam pemberitaan di stasiun televisi CCTV News disebutkan mengenai terjadinya gangguan penerbangan di Beijing Capital International Airport. Akibatnya beberapa penerbangan pagi terpaksa tertunda hingga lebih dari 1 jam dan bahkan terdapat beberapa penerbangn yang dibatalkan.

Hingga sekitar pukul 10.30 pagi, hujan salju masih terus membasahi beberapa kawasan di Beijing, salah satunya adalah distrik Chaoyang yang merupakan kawasan dimana saya tinggal dan bekerja.

Dengan suhu berkisar antara -1 hingga 0 derajat Celcius. Tidak ada pilihan lain bagi masyarakat Beijing yang akan bepergian, selain mengenakan long john (pakaian dalam yang hangat dan oleh orang Indonesia sering disebut sebagai baju hanoman), mantel ataupun jaket tebal. Perlengkapan lain yang juga mesti dibawa adalah penutup kepala (kalau di Belgia biasa disebut bonet) dan penutup telinga, payung dan sarung tangan hangat dari wool atau kulit.

Menurut ramalan cuaca, Sabtu (3/12) ini diperkirakan matahari akan bersinar sepanjang hari, namun demikian suhu udara di luar tempat tinggal masih sangat dingin dan berkisar anara nol hingga tiga derajat Celcius. Sisa-sisa salju Jumat pagi masih sedikit terlihat di sana sini. Diperkirakan, salju akan turun kembali pada hari Senin (5/12) dan Selasa (6/12) dan suhu akan berada di kisaran -1 hingga -4 derajat Celcius.

21 Responses to Salju Pertama di Beijing

  1. Sahala Simarmata says:

    Nice bro,

    Sy merasakan pengalaman snowing di Beijing 5 tahun yang lalu pada saat training selama 2 bulan di salah satu MNC di Beijing dan Tianjin. Setelah itu sy mengunjungi China pd saat Summer sampai saat ini.

    Pengalaman yg mengasyikan.

  2. Aris Heru Utomo says:

    kapan kesini lagi? ajak keluarga donk.

  3. @yankmira says:

    ah serunya hujan salju ya pak, suamiku udah pernah ke belgia dan merasakannya. aku? masuk kamar mandi aja udah dingin :)))

  4. Aris Heru Utomo says:

    @yankmira, wah seru banget mbak. kalau ke kamar mandi udah dingin, berarti kemar mandi pakai selimut donk :) :)

  5. Info Meranti says:

    Wahh.. asyik ya..selamat menikmati, pasti seru tu

  6. salju bisa menginspirasi cerita yg sangat seru.
    lha mas aris di beijing lagi ada tugas ya?

  7. Aris Heru Utomo says:

    @nfo meranti, tks ya

    #attayaya, lagi merantau mas di beijing :)

  8. Wahyu Alam says:

    Waaahhhh,
    semakin iri dan semangat untuk jalan-jalan ke kota-kota di dunia kalau begini caranya.

  9. Rina says:

    Mohon info pak Aris….kalau saya ingin berkunjung ke Beijing saat salju turun sebaiknya dibulan apa ya? Terima kasih

  10. Aris Heru Utomo says:

    Sekitar Desember s/d Februari

  11. Ameata says:

    Mw tanya mas,,klo turun salju di Beijing tuh dimn aja ya tempatnya?? Kira2 klo tempat wisata terkenal di sana ada saljunya ga?? Coz rencananya tgl 17 des ini mw ke sana sm anak2, n anak2 mw liat salju…

  12. Aris Heru Utomo says:

    Di Beijing dan sekitarnya terdapat beberapa ski resort yang bisa digunakan untuk bermain ski seperti di Beijing Badaling Ski Resort, Beijing Shijinglong Ski Resort, Beijing Snow World Ski Resort, Beijing Jundushan Ski Resort, Beijing Lianhuashan Ski Resort, Beijing Huaibei Ski Resort, Beijing Yunfoshan Ski Resort, Beijing Nanshan Ski Resort, dan Beijing Yuyang Ski Resort.

    Coba deh di googling tempat2 tersebut untuk info lengkapnya.

  13. ervina says:

    mau tanya mas arie, kalau di nashan ski itu, perlengkapan untuk bermain ski disediakan untuk disewakan tidak?

  14. Aris Heru Utomo says:

    @Ervina, biasanya di ski resort perlengkapan sudah ada dan bisa disewa.

  15. maureen says:

    salam kenal mas aris :-)

    rencana kami akan ke beijing awal january tgl.01..pengen sekali bisa ajak anak anak melihat salju,kira kira tanggal itu masih turun salju gk ya mas?
    dan untuk penginapan di sana,daerah mana ya yang baik dan mudah di jangkau untuk ke tempat tempat wisata di sana.
    maksih untuk infonya ya ..

  16. Aris Heru Utomo says:

    Wah mudah2an tanggal tersebut bisa merasakan salju. Tapi kalau nanti gak ketemu salju di Beijing, bisa main ke resort ski, sekitar 1-2 jam berkendaraan dari Beijing, Banyak tour2 yang menawarkan jalan ke resort ski, termasuk yg dekat Great Wall. Untuk hotel yg mudah di jangkau ke kawasan wisata, daerah wang fu jing cukup baik. Dekat ke Tiananmen, Forbiden City dan bneberapa obyek lain.

  17. Shelly says:

    Salam kenal Mas Aris.Mohon infonya, rencana kami mau ke Beijing dibulan Agustus 13 setelah lebaran, apakah pada bulan tersebut masih ada salju … oh ya biasanya salju disana dari bulan apa sampai bulan apa. Terima kasih sebelumnya.

  18. nina says:

    selamat siang pak Aris
    senang banget membaca blog yg bapak tulis tentang salju..
    saya ingin brtanya kalau ingin ke tempat resort ski yang bapak sebutkan di atas boleh menggunakan di tie (kereta bawah tanah)? ataukah sebaiknya ngambil tour?
    ditunggu balasannya pak Aris :)
    terima kasih

  19. pipit says:

    Apakah tour beijing dibulan desember sebelum natal memungkinkan kita ikuti dalam cuaca dingin.ataukah ada saran tour apa saja yang bisa dinikmati saat musim dingin? Makasih

  20. Aris Heru Utomo says:

    kalau cuaca dingin iya krn bulan Nopember sekarang saja sudah 14 derajat. Tapi kalau berharap turun salju sepertinya tidak janji. Selama bulan tersebut kita bisa kemana saja, mulai dari Great Wall hingga Forbidden City.

  21. Aris Heru Utomo says:

    @Nina, kalau utk ke sky resort sebaiknya ambil tour krn tidak ada kereta baah tanah yang kesana. jauh. Salam maaf agak lambat balasnya

Leave a Reply

Silahkan komentar menggunakan akun facebook

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>