Category Archives: ASEAN

Kunjungan ke Negeri Surga Chengdu

chengdu gabungan

Pagi baru saja menjelang dan suhu udara di Beijing berkisar -2 derajat Celcius ketika saya mesti bergegas menuju Beijing Capital International Airport (BCIA). Pagi itu (07/02/2012), saya dan beberapa teman akan ke Chengdu, ibu kota Provinsi Sichuan yang terletak di Barat Daya RRT, menggunakan Air China pada pukul 9 pagi.

Chengdu yang berjarak sekitar 1600-an km atau sekitar 3 jam penerbangan dari Beijing dan terletak di dataran subur lembah Sichuan, merupakan sebuah kota yang dikenal dengan berbagai produk pertanianya yang melimpah dan industri ringan. Dan dengan jumlah penduduk sebanyak 14 juta jiwa dan GDP per kapita sebesar US$ 6.400, Chengdu menjadi salah satu kota terpenting yang menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, perdagangan, dan keuangan, serta menjadi hub transportasi dan komunikasi RRT bagian barat daya dan jalur masuk utama ke Tibet.

DVD Bajakan “The Adventure of Tintin” Beredar di Beijing

DVD Tintin

Menyusul penayangan film “The Adventure of Tintin” di bioskop-bioskop di seluruh dunia belum lama ini, DVD film tersebut kini telah beredar di Beijing. Informasi peredaran DVD Tintin tersebut saya dapat akhir pekan ini ketika berkunjung ke pasar Yashow di kawasan Sanlitun, sebuah pasar pakaian yang menjadi salah satu tempat favorit kunjungan wisatawan manca negara. Sebagai penggemar komik Tintin tentu saja saya merasa senang mendengar informasi tersebut, karena artinya saya bisa membeli dan menonton kembali aksi Tintin menguak rahasia kapal selam Unicorn di rumah.

Di pintu masuk pasar Yashow, saya dicegat beberapa pedagang asongan yang menawarkan kepingan film DVD, salah satunya adalah DVD Tintin. Saya pun segera menghentikan langkah untuk memastikan apakah memang benar DVD yang ditawarkan adalah DVD Tintin terbaru karya Steven Spielberg dan Peter Jackson yang baru saja ditayangkan di gedung bioskop. Karena sepengetahuan saya, di internet belum ada pemberitaan mengenai peredaran DVD Tintin.

My Article in the Jakarta Post

postingan di Jakarta post

The role of bloggers in the ASEAN Community

Aris Heru Utomo, Beijing | Thu, 11/17/2011 8:24 AM

Since its establishment in 1967, plenty of efforts have been made to strengthen cooperation within ASEAN, as well as to reach the goal of the ASEAN Community by 2015.

As stated by President Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) at the opening of the 44th ASEAN Ministerial Meeting in Bali in July, ASEAN is no longer just walking at a leisurely pace. ASEAN is beginning to run, and run faster. ASEAN should run faster because the region and the world are running even faster.

To run and to realize an ASEAN Community by 2015, many things have been done intensively to implement the rules and regulations of the ASEAN Charter, which was ratified by all ASEAN member states in December 2008.

Since the ASEAN Charter comprises only basic provisions, in 13 chapters and 55 articles, it is necessary to develop those basic provisions into rules and policies to be implemented. Here, there are battles of ideas among all parties concerned over the interpretation of the Charter’s basic provisions and its delivery to the people.

Blogger, ASEAN dan Komunitas ASEAN

Pada waktu yang bersamaan, dua perhelatan akbar negara-negara di kawasan Asia Tenggara dilangsungkan di Indonesia. Yang pertama adalah pertandingan olah raga antar negara di Asia Tenggara atau SEA Games di Palembang dan Jakarta dari tanggal 11-25 Nopember 2011. Sementara yang kedua adalah Konperensi Tinggi Tinggi (KTT) ASEAN di Bali tanggal 17-19 Nopember 2011 yang membahas masa depan masyarakat ASEAN.

Dari kedua perhelatan tersebut, gaung SEA Games sepertinya lebih populer dibandingkan KTT ASEAN. Hal tersebut bisa terjadi karena selain pemberitaan media yang lebih luas dan beragam, pertarungan di setiap cabang olah raga yang dipertandingkan di SEA Games lebih melibatkan emosi dan nasionalisme masyarakat di negara-negara ASEAN, khususnya para atlit, pelatih, official dan tentu para penonton yang terlibat.

Logo ASEAN dari Waktu ke Waktu

Minggu ini Bali kembali menjadi tempat bersejarah bagi ASEAN karena di Pulau Dewata ini kembali digelar perhelatan pertemuan ASEAN dimana Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-19 ASEAN digelar pada tanggal 17-19 Nopember 2011. KTT ASEAN adalah pertemuan puncak para pemimpin negara anggotaASEAN yang diselenggarakan setiap tahunnya sejak KTT ke-7 tahun 2001.

Bali menjadi salah tempat bersejarah bagi ASEAN karena di Balilah untuk pertama kalinya KTT ASEAN diselenggarakan pada tanggal 23-24 Februari 1976. Setelah KTT Pertama di Bali, KTT ke-2 diselenggarakan di Kuala Lumpur (4-5 agustus 1977), KTT ke-3 di Manila (14-15 Desember 1987), KTT ke-4 di Singapura (27-29 Januari 1992), KTT ke-5 di Bangkok (14-15 Desember 1995), dan KTT ke-6 di Ha Noi (15-16 Desember 1998).

ASEAN Turn On 44 Years Old

sby asean 44

On August 8, 2011, the Association of South East Asian Nations (ASEAN) turns on 44 years old. Established on August 8, 1967 in Bangkok, ASEAN has evolved into a regional organization that has an important role in maintaining development and stability in the region as well as in accelerating region to region and global cooperation.

With the ratification of ASEAN charter on December 15, 2008, ASEAN’s really become a new organization with rules and legal personality. ASEAN codify ASEAN norms, rules and values as well as set a clear target for ASEAN. The challenge is how to formulate rules and regulations to implement the Charter? How to interpret the major concept behind the Charter? In this regard, no wonder if there is ongoing battle of ideas in setting the rules and policies implementation.

Moreover, as mentioned by the President of the Republic of Indonesia Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY) in his statement at the opening ceremony of 44th ASEAN Ministerial Meeting in Bali on 19 July 2011, ASEAN now face a reality that the frequency of people to people (p-to-p) contact in the ASEAN member states has surface formal contacts between the government officials. It is showing that peoples have central role in ASEAN.

44 Tahun ASEAN

Pembentukan Komunitas Blogger ASEAN Indonesia pada 10 Mei 2011 kiranya dapat dijadikan momentum bagi ASEAN untuk lebih banyak lagi melibatkan peran serta masyarakat dalam proses pembentukan Komunitas ASEAN”

Tepat tanggal 8 Agustus 2011 Perhimpunan Bangsa-bangsa di Asia Tenggara atau ASEAN genap berusia 44 tahun. Dibentuk pada tanggal 8 Agustus 1967 di Bangkok, ASEAN telah berkembang menjadi organisasi kawasan yang memiliki peran penting, bukan hanya memelihara stabilitas dan pembangunan kawasan, tetapi juga mempercepat kerja sama antar kawasan dan global.

Keberhasilan ASEAN ini sesungguhnya tidak terlepas dari komitmen negara anggota ASEAN untuk mengimplementasikan kesepakatan-kesepakatan yang dicapai. Beberapa kesepakatan penting yang menjadi tonggak keberhasilan ASEAN adalah Perjanjian Kerjasama dan Persahabatan di Asia Tenggara (Treaty of Amity and cooperation in Southeast Asia) yang ditandatangani tahun 1976; Deklarasi Bali II tahun 2003 yang mencantumkan kesepakatan pembentukan Komunitas ASEAN 2020; kesepakatan KTT ASEAN 2007 yang mempecepat proses pembentukan Komunitas ASEAN dari tahun 2020 menjadi 2015 dan mendasarkan pembentukan Komunitas ASEAN pada tiga pilar yaitu politik-keamanan, ekonomi dan sosial budaya; dan terakhir adalah kesepakatan fenomenal yang merubah bentuk kerja sama ASEAN yaitu Piagam ASEAN 2008.

Mari Mengenal Bendera Negara ASEAN

Senin mendatang, tepatnya tanggal 8 Agustus 2011, Perhimpunan Bangsa-Bangsa di Asia Tenggara atau yang dikenal sebagai ASEAN akan genap berusia 44 tahun. Menyambut hari lahir ASEAN tersebut, Pemerintah DKI Jakarta memasang bendera negara-negara ASEAN di sepanjang jalan utama Thamrin-Sudirman. Tapi entah karena terlalu semangat atau ketidaktahuan petugas yang memasang bendera, terjadi kekeliruan dalam pemasangan bendera salah satu negara ASEAN yaitu Myanmar. Alih-alih dipasang bendera Myanmar, yang dipasang justru bendera sebuah negara di Afrika, Guinea.

Kekeliruan pemasangan bendera ini tentu saja sangat menggelikan mengingat Jakarta merupakan ibu kota ASEAN dan Sekretariat ASEAN berada di Jakarta. Dan sepanjang tahun ini Jakarta pun menjadi tuan rumah berbagai pertemuan ASEAN, termasuk KTT ASEAN pada bulan Maret 2011 lalu.

Catatan Ringan dari Ho Chi Minh City

Dalam rangka menghadiri suatu pertemuan ASEAN, saya akhirnya berkesempatan menjejakkan kaki di kota terbesar dan legendaris di Vietnam yaitu Ho Chi Minh City (HCMC). Bagi penggemar film-film perang, khususnya film perang mengenai Vietnam yang dibintangi Chuck Norris dan Silvester Stallone, HCMC tentunya bukanlah kota yang asing. Di kota inilah dulu tentara sekutu dibawah pimpinan Amerika Serikat menempatkan markas besar tentaranya guna mendukung tentara Vietnam Selatan menghadapi Vietnam Utara yang komunis. Selain itu, jauh sebelum perang Vietnam meletus, HCMC telah dikenal dunia sebagai ibu kota Vietnam Selatan dan Pemerintah kolonial Perancis dengan nama Saigon.

Di era modern saat ini, ketika Vietnam Selatan dan Utara telah bergabung menjadi suatu negara bersatu, HCMC pun tetap memiliki daya tarik sebagai salah satu kota terbesar di Vietnam. Bahkan kini HCMC telah tumbuh menjadi pusat kekuatan ekonomi Vietnam yang siap membawa negara tersebut bersaing di kawasan Asia Tenggara dan Asia. Di kota ini telah bermunculan gedung-gedung pencakar langit berdampingan dengan gedung-gedung peninggalan Perancis.

Blogger dan Kebebasan Berpendapat di ASEAN

Ditengah polemik pernyataannya bahwa media di Indonesia cenderung membuat berita yang memojokkan dan membuat headline berita berdasarkan pesan di BlackBerry Messenger (BBM) dan SMS (Kompas, 11 Juli 2011), dihadapan peserta Pertemuan Tingkat Menteri Luar Negeri  ASEAN ke-44 di Bali (19 Juli 2011), Presiden Soesilo Bambang  Yoedhoyono (SBY) justru memuji pembentukan Komunitas Blogger ASEAN sebagai suatu ide inovatif yang perlu diikuti ide-ide lainnya.

Presiden SBY mengatakan bahwa untuk pertama kalinya sejak 4 dekade lalu, ASEAN dihadapkan pada suatu realitas dimana frekuensi kontak antar anggota masyarakat (people-to-people contact) negara anggota ASEAN justru telah melampaui kontak antar pejabat pemerintah.

Pertemuan ASEAN dan Ketidakpastian Kawasan

Marty Press Brieging

Seminggu ke depan sepertinya akan menjadi pekan tersibuk bagi para Menteri Luar Negeri (Menlu) ASEAN, selain dihadapkan pada kegiatan rutin Pertemuan Menlu ASEAN (ASEAN Ministerial Meeting), mereka juga menyelenggarakan pertemuan dengan para Menlu negara mitra wicaranya yaitu Menlu China Yang Jiechi, Menlu Jepang Takeaki Matsumoto dan Menlu Korea Selatan Kim Sung-hwan dalam pertemuan ASEAN Plus Three, 10 Menlu mitra wicara ASEAN seperti Menlu AS Hillary Clinton, Menlu Rusia Sergey Lavrov, Menlu Polandia (mewakili Presidensi Uni Eropa) Radislow Sikorski dalam ASEAN Post Ministerial Conference Plus One dan 17 Menlu non-ASEAN anggota ASEAN Regional Forum (ARF) dalam Pertemuan ARF di Bali, 16-23 Juli 2011.

Sejumlah agenda pertemuan disiapkan dan dibahas mulai tingkat pejabat senior (Senior Official Meeting) hingga tingkat menteri. Permasalahan yang dibahas pun beragam, mulai dari konflik perbatasan, Laut China Selatan (LCS), demokratisasi dan perlindungan HAM, ketahanan pangan, energi, ekonomi dan perdagangan, pembangunan berkelanjutan, penanganan bencana alam, lingkungan hidup, perubahan iklim, terorisme, hingga kejahatan lintas batas. Dari padatnya agenda pertemuan dan banyaknyan isu yang dibahas, pertanyaan yang kemudian mengemuka adalah apakah pertemuan ASEAN tersebut akan mampu menghasilkan sejumlah kesepakatan konkret di tengah perkembangan kawasan yang penuh ketidakpastian?

Thailand Larang Penggunaan Sosial Media Saat Pemilu

Hari Minggu ini (3 Juli 2011) Thailand kembali akan menggelar Pemilihan Umum (Pemilu) untuk memilih 500 orang anggota Parlemen. Seperti halnya setiap Pemilu dimana pun, selalu saja terdapat persaingan yang sangat ketat diantara masing-masing kandidat peserta pemilu. Kampanye dan upaya-upaya untuk meyakinkan para pemilih terus dilakukan dengan berbagai cara hingga saat-saat akhir sebelum pemilih masuk ke bilik suara. Dan di era teknologi informasi dewasa ini, salah satu cara yang digunakan untuk meyakinkan calon pemilih adalah dengan menggunakan internet dan sosial media. Hal ini sudah terbukti dari pengalaman di beberapa negara, seperti Iran dan sejumlah negara Afrika Utara seperti Mesir dan Libya, dimana internet dan sosial media berperan penting dalam menggerakkan massa.