Mengunjungi Prajurit Terakota

Berkunjung ke Xi’an, ibu kota Provinsi Shaanxi tanpa singgah ke situs prajurit terakota warisan kaisar pertama China, pendiri kerajaan Qin (dibaca Chin), Qin Shi Huang, jelas terasa kurang lengkap. Kaisar Qin Shi More »

Mengunjungi Kampung Muslim Xi’an

Xi’an merupakan ibu kota Provinsi Shaanxi di bagian barat laut China. Kota yang didirikan pada sekitar 300 tahun sebelum Masehi ini memiliki berbagai cerita dan peninggalan sejarah cikal bakal berdirinya bangsa China More »

Berburu Barang Antik di Pasar Hantu Beijing

Berburu barang antik dan unik bagi sebagian orang merupakan kegiatan yang mengasyikan. Barang-barang antik dan unik yang didapatkan bisa dijadikan sebagai penghias rumah dan koleksi berharga yang memiliki nilai sejarah dan ekonomi More »

Tradisi Blusukan Pemimpin China Saat Imlek

Ternyata bukan hanya di Indonesia yang beberapa pemimpinnya suka blusukan, di China pun para pemimpinnya sudah lama punya kebiasaan blusukan, bahkan sudah menjadi tradisi turun temurun di kalangan Partai Komunis China (PKC). More »

Impian dan Diaoyu, Kata Paling Top 2012 di China

Tahun 2012 telah berlalu dan berbagai peristiwa yang menyertainya pun telah menjadi catatan sejarah. Beberapa peristiwa penting yang patut dicatat di Cina antara lain terjadinya transisi kepemimpinan tertinggi di Partai Komunis Cina More »

Penurunan Bendera di Tiananmen

Di tengah cuaca musim dingin dengan suhu minus 10 derajat Celcius di awal Januari 2013, ribuan wisatawan Cina dan manca negara berkerumun di sekitar pagar pembatas di lapangan Tiananmen (Tiananmen Square), sementara More »

Pidato Tahun Baru Terakhir Hu Jintao

Seperti kebiasaan tahun-tahun sebelumnya, sesaat setelah pergantian tahun, Presiden Cina Hu Jintao menyampaikan pidato awal tahun yang ditujukan kepada masyarakat Cina di dalam dan luar negeri, serta seluruh masyarakat dunia. Yang menarik, More »

China, Kiamat dan Harmoni Sosial

Tafsir sebagian orang mengenai almanak Suku Maya yang menyebutkan 21 Desember 2012 sebagai ‘tutup buku’ peradaban dunia ternyata tidak terbukti. Tidak sedikit yang kemudian menjadikannya sebagai lelucon, termasuk pula di China.  Bahkan More »

Pengalaman Seorang Dosen Bertemu Ketua Partai Komunis China

Bagi Eddy Prabowo, Dosen studi Indonesia di Beijing Foreign Studies University (BFSU), bertemu langsung dengan Ketua Partai Komunis China (PKC) dan pemimpin baru China Xi Jinping, yang baru 20 hari menjabat, mungkin More »

Category Archives: Diplomasi

Pengalaman Seorang Dosen Bertemu Ketua Partai Komunis China

Bagi Eddy Prabowo, Dosen studi Indonesia di Beijing Foreign Studies University (BFSU), bertemu langsung dengan Ketua Partai Komunis China (PKC) dan pemimpin baru China Xi Jinping, yang baru 20 hari menjabat, mungkin hanya mimpi. Apalagi menjadi orang Indonesia pertama yang bisa bertemu langsung dengan pemimpin suatu negera berpenduduk lebih dari 1,3 milyar jiwa dan dengan perekonomian terbesar kedua di dunia Tapi yang namanya mimpi, suatu saat bisa saja terwujud, termasuk bertemu dan bertatap muka dengan Xi Jinping.

Menurut penuturan Eddy Prabowo atau yang oleh beberapa koleganya terkadang dipanggil dengan nama Prabowo saja, agar mirip dengan nama jenderal katanya, mimpi bertemu dengan Xi Jinping mulai menjadi kenyataan ketika pada hari Minggu 2 Desember 2012 ada pemberitahuan dari BFSU bahwa diundang untuk bertemu pemimpin China, tanpa menyebutkan nama pemimpin China yang dimaksud. Prabowo bersama 19 orang lainnya terpilih dari 530 tenaga kerja asing di China.

Politik Luar Negeri RI Saat ini Lebih Percaya Diri

 Sedikit sekali pengamat politik dalam negeri yang memuji keberhasilan politik luar negeri RI dalam satu dekade terakhir, salah satunya adalah Dewi Fortuna Anwar (DFA). “Ada beberapa kata kunci menyangkut perkembangan dan pembangunan di Indonesia pasca reformasi 1998 yang berdampak bagi pelaksanaan hubungan luar negeri Indonesia, termasuk dengan RRT”, begitu dikatakan Dewi Fortuna Anwar saat mengawali paparannya di acara Breakfast Meeting’ yang dihadiri sekitar 40 orang peserta yang terdiri dari kalangan akademisi, lembaga swadaya masyarakat, kalangan pengusaha, media RRT, serta para home staff KBRI Beijing, di China World Hotel, Beijing.

Ditambahkan oleh DFA, yang saat ini juga menjabat sebagai Deputi Sekretaris Presiden RI Bidang Politik, ada 4 kata kunci yang mempengaruhi pelaksanaan politik luar negeri RI yaitu demokratisasi, otonomi daerah, HAM, dan kebijakan pembangunan pro poor and pro growth. Dengan keempat kata kunci tersebut politik luar negeri RI mengalami perubahan menjadi lebih proaktif dan percaya diri sejak Indonesia menjadi Ketua ASEAN tahun 2003.

Pada tahun 2003 Indonesia berhasil mengenalkan nilai-nilai seperti demokratisasi dan HAM pada lingkup ASEAN. Selain itu, Indonesia juga membawa ASEAN berkembang dan berperan dalam menjaga stabilitas di kawasan. Bahkan pada kepemimpinan Indonesia di ASEAN pada tahun 2011, Indonesia berhasil membawa ASEAN ke lingkup global sesuai tema keketuaan ‘ASEAN Community in a Global Community of Nations’

Makna Peringatan Insiden Manchuria di tengah Konflik Diaoyu

Tanggal 18 September, selalu diingat oleh masyarakat China sebagai sejarah kelam dan masa kegelapan sejarah China modern. Pada tanggal 18 September 1931, 81 tahun yang lalu, tentara pemerintah Jepang melakukan invasi ke wilayah timur China yang dikenal sebagai Manchuria. Peristiwa yang kemudian dikenal sebagai Insiden Manchuria atau Insiden 18 September ini dikenal sebagai awal dari pendudukan tentara Jepang di China dan pembentukan negara boneka Machukuo 6 bulan kemudian. Insiden Manchuria ini juga menjadi tanggal penting yang menandai ambisi Jepang untuk memperluas kekuasaannya di Timur Jauh pada tahun 1930an dan awal 1940an.

Saat itu Pemerintah China di bawah pimpinan Chiang Kai-Shek dan Zhan Xueliang tidak dapat berbuat terlalu jauh untuk mencegah dan melawan invasi tentara Jepang. Selain lemah, kekuatan militer Pemerintah China pada saat itu, juga terbelah perhatiannya pada upaya memerangi kekuatan Partai Komunis.

Naga Biru di Shanghai Tourism Festival 2012

blue dragon

Untuk ke-23 kalinya Shanghai Tourism Festival digelar oleh Pemerintah Kota Shanghai, yang tahun ini dilaksanakan dari tanggal 15-23 September 2012. Pembukaan festival yang dihadiri Walikota Shanghai, para tamu undangan dan sebagian besar warga Shanghai diawali dengan pelaksanaan pawai kendaraan hias sebanyak 21 buah dan 30 group/delegasi dari berbagai kota/provinsi di RRT dan perwakilan negara-negara asing, termasuk delegasi Indonesia yang dipimpin langsung Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Wamen Parekraf) Sapta Nirwandar.

Dalam pawai yang dikemas padat dan menarik selama sekitar 1,5 jam dan digelar di sepanjang Huaihuai Road yang berjarak sekitar 2,2 km tersebut, delegasi Indonesia menampilkan sebuah kendaraan hias berbentuk anak naga berwarna biru dengan tulisan ‘Wonderful Indonesia’ di sisi kiri dan kanannya. Bernomor urut 15, sang naga biru, yang terlihat imut-imut tersebut, diiringi sekitar 50 pemuda-pemudi Indonesia yang mengenakan pakaian daerah dari Jawa, Sumatera, dan Bali. Saat berada di depan panggung kehormatan, para pemuda-pemudi tersebut kemudian menampilkan tarian kombinasi dari berbagai daerah selama sekitar 2 menit.

Liang Liji Duta Hubungan Indonesia-Tiongkok

Awal hingga pertengahan tahun 1970-an merupakan masa-masa sulit bagi jurusan Bahasa Indonesia di Univeristas Peking, Beijing, Tiongkok. Sejak terjadinya pemutusan hubungan diplomatik RI-RRT pasca pemberontakan G30S/PKI di Indonesia tahun 1965, jumlah mahasiswa yang mendaftar dan belajar di salah satu universitas ternama dan tertua di Tiongkok tersebut terus menurun dan universitas pun kesulitan mendapatkan referensi bahan pengajaran mengenai Indonesia. Karena itu banyak yang kemudian menyarankan agar jurusan Bahasa Indonesia dihapuskan.

Di tengah situasi sulit tersebut tampil sosok Prof. Liang Liji. salah seorang Huaqiao asal Bandung, Jawa Barat dan tenaga pengajar pada jurusan Bahasa Indonesia di Universitas Peking. Ia tidak sependapat dengan rencana penutupan jurusan Bahasa Indonesia dengan alasan bahwa universitas tidak bisa begitu saja menutup jurusan tersebut hanya karena adanya pemutusan hubungan diplomatik dengan Indonesia. Memang pemutusan hubungan diplomatik RI-RRT telah mengakibatkan penurunan minat mahasiswa untuk belajar Bahasa Indonesia dan kesulitan mendapatkan referensi, tetapi bukan berarti Bahasa Indonesia tidak diperlukan di Tiongkok.

Indonesia Di Mata Diplomat China

cover buku tang

“Umumnya, kunjungan luar negeri pertama seorang menteri luar negeri (menlu) merupakan suatu kegiatan diplomatik yang sangat penting karena dapat mencerminkan kebijakan luar negeri yang baru dari suatu negara”, demikian diucapkan mantan Menlu China Tang Jiaxuan (1998-2008) dalam buku memoarnya setebal 366 halaman yang berjudul “Heavy Storm and Gentle Breeze: Tang Jiaxuan’s Diplomatic Memoir” dan diterbitkan Foreign Languages Press, Beijing tahun 2011.

Dan dalam satu bab khusus yang diberi judul “The New Foreign Minister’s First Overseas Visit: Indonesia, Tang kemudian menceritakan pengalamannya menjadikan Indonesia sebagai negara pertama yang dikunjunginya setelah ia dilantik sebagai Menlu China pada bulan Maret 1998. Indonesia dipilih sebagai negara pertama yang dikunjunginya karena melihat Indonesia sebagai negara besar di ASEAN dan merupakan mitra strategis di kawasan. Selain itu, Pemerintah China ingin menunjukkan simpati kepada negara-negara di ASEAN yang sedang terkena dampak krisis ekonomi 1998, khususnya Indonesia. Pemerintah China juga ingin mendapatkan penjelasan dari tangan pertama mengenai dampak krisis ekonomi di Asia Tenggara dan menyampaikan keinginannya untuk ikut membantu Indonesia dan negara ASEAN lainnya mengatasi krisis ekonomi.

Diplomasi Ondel-Ondel di Tiongkok

Ondel-ondel

“Nyok kita nonton ondel-ondel, nyoook …, Nyok kita ngarak ondel-ondel, nyoook …”, begitu ajakan Rani dalam bahasa Mandarin kepada para undangan yang hadir pada acara “Gala Dinner Jakarta Roadshow 2012 di Chengdu, Provinsi Sichuan, Tiongkok, Jumat, 8 Juni 2012. Awalnya para hadirin, yang berjumlah sekitar 200 orang dan berasal dari perwakilan industri pariwisata di Chengdu, tidak paham terhadap ajakan Rani, tetapi setelah diberi penjelasan dan contoh, para tamu undangan pun dengan penuh semangat menirukan ajakan Rani dan ikut berteriak “Nyook …”.

Malam itu, Rani, penyanyi yang dikenal fasih menembangkan lagu-lagu Mandarin, menjadi bintang pada acara gala dinner yang diselenggarakan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta dalam rangka mempromosikan potensi pariwisata di DKI Jakarta kepada masyarakat Tiongkok. Diiringi alat musik gambang kromong yang dimainkan group kesenian yang dibawa Pemerintah Daerah (Pemda) DKI Jakarta, Rani terlihat begitu fasih dan komunikatif menembangkan lagu-lagu Betawi yang diterjemahkan ke dalam bahasa Mandarin seperti “Ondel-ondel”, “Jali-jali” dan “Dayung Sampan”. Bukan hanya menembangkan lagu, ia pun mengajak beberapa penonton naik ke atas panggung untuk bernyanyi dan menari bersama.

Menghapus Salah Paham Indonesia – China

1338340928933480093

“Indonesia dan China merupakan dua negara yang telah sejak lama menjalin hubungan persahabatan. Tapi saya melihat bahwa hubungan tersebut masih didasarkan pada cara pandang lama. Masyarakat Indonesia masih melihat China sebagai suatu negara yang tertutup dan tidak reformis. Bahkan tidak sedikit yang mengira China sama dengan Korea Utara. Sebaliknya, masyarakat China pun tidak tahu banyak tentang Indonesia. Sebagian besar masyarakat China hanya tahu Jakarta dan Pulau Bali”, begitu pandangan yang disampaikan seorang mahasiswi jurusan bahasa Indonesia di Beijing Foreign Studies University (BFSU) kepada Duta Besar RI untuk RRC dan Mongolia, Imron Cotan pada acara kuliah umum mengenai Kebijakan Politik Luar Negeri RI terhadap China dan ASEAN di BFSU, Selasa 29 Mei 2012.

Berbicara dalam bahasa Indonesia yang baik dan lancar, mahasiswi tersebut kemudian mempertanyakan mengenai upaya kedua negara untuk mengurangi kesenjangan pandangan atau menghilangkan kesalahpahaman yang ada tersebut.

Reog Meriahkan Beijing ASEAN Students Games

BASG Reog Jathilan

Beijing tengah terik-teriknya ketika beberapa mahasiswa Indonesia menampilkan kesenian reog Ponorogo dalam acara pembukaan Beijing ASEAN Students Games 2012 (BASG 2012) pada tanggal 14 April 2012. Dengan penuh semangat dan lincah mereka menarikan beberapa rangkaian kesenian reog, mulai dari tari Bujang Ganong atau Ganongan (tarian oleh seorang penari yang menampilkan adegan lucu), tari Jaran Kepang atau Jathilan (tarian oleh beberapa orang yang seolah-olah menunggang kuda), hingga kemunculan Barongan (tarian mengenakan topeng raksasa berwajah harimau). Saking semangatnya, para penari Jaran Kepang terlihat tidak mengenakan sepatu dan membiarkan kakinya bersentuhan dengan permukaan tanah yang hangat.

Semangat para mahasiswa Indonesia tersebut hanyalah salah satu wujud semangat keseluruhan mahasiswa Indonesia dan negara ASEAN lainnya yang sedang belajar di Tiongkok, khususnya Beijing, untuk bersama-sama menyukseskan penyelenggaraan BASG. Pada kegiatan yang baru pertama kali diselenggarakan di Tiongkok tersebut, para mahasiswa Indonesia yang tergabung dalam Persatuan Mahasiswa Indonesia di Tiongkok (PERMIT) menjadi tuan rumah kegiatan. 

Selamat Datang Pusat Studi Indonesia Beijing

bfsu

Lupakan hiruk pikuk rencana kenaikan harga BBM, mari sejenak kita dengarkan kabar gembira dari Beijing. Dalam rangkaian kunjungan kenegaraan Presiden SBY ke RRT belum lama ini, selain diterima 3 naga tertinggi RRT (Presiden, Ketua Parlemen dan Perdana Menteri) dan menerima anugerah gelar doktor kehormatan dari Universitas Tsinghua, terdapat pula aktivitas lain yang tidak kalah penting yaitu peresmian Pusat Studi Indonesia Pertama di Beijing Foreign Studies University (BFSU) pada tanggal 23 Maret 2012.

Berbeda dengan kegiatan kenegaraan SBY dan penganugerahan gelar doktor yang diliput luas media massa yang mendampingi kunjungan presiden, peresmian Pusat Studi Indonesia di BFSU tidak terlalu mendapatkan perhatian media. Bisa jadi karena peresmian Pusat Studi tersebut tidak dilakukan langsung oleh SBY tetapi oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh.  

Pertempuran Waterloo: Sebuah Rekonstruksi Sejarah

waterloo

Kawasan ladang pertanian Waterloo, sebelah selatan Brussel, merupakan tempat yang tidak terlupakan bagi Napoleon dan pasukannya. Di tempat inilah pada hari Minggu, 18 Juni 1815 berlangsung pertempuran antara 124 ribu tentara Perancis yang dipimpin langsung oleh Sang Kaisar Napoleon melawan gabungan tentara sekutu Anglo-Belanda, Prusia dan Rusia (200an ribu). Setelah bertempur sengit dan terbuka selama 8 jam, Perancis akhirnya takluk dan Napoleon mundur bersama tentaranya ke Paris.

Peristiwa ini juga sekaligus menjadi kekalahan terakhir Napoleon, karena setelahnya itu ia diasingkan oleh Inggris ke pulau Saint Helena yang berada di lautan Atlantik, sekitar 2000 km dari Afrika. Napoleon menghabiskan waktunya selama 6 tahun terakhir di pulau tersebut, sebelum meninggal pada tanggal 5 Mei 1821.

Pujian Terhadap SBY dan Kesadaran Kolektif Berbangsa

Foto Press Conference

Ada yang menarik dari sesi press briefing kunjungan Presiden SBY ke RRT pada tanggal 24 Maret 2012 yaitu pernyataan Pemimpin Redaksi Kompas Rikard Bagun dan tanggapan SBY terhadap pernyataan tersebut.

Dalam pertemuan yang berlangsung di salah satu ruangan di hotel tempat SBY dan anggota delegasi menginap, Rikard Bagun mengungkapkan mengenai fenomena keberhasilan pembangunan di Indonesia yang di satu sisi mendapat pujian dari dunia internasional, namun di sisi lain keberhasilan tersebut ternyata tidak diikuti dengan kesadaran kolektif masyarakat di dalam negeri untuk memanfaatkan berbagai pengakuan internasional, tetapi justru cenderung melecehkan diri sendiri dan meremehkan berbagai keberhasilan yang telah dicapai.