Category Archives: Europe

KBRI Gelar Pasar Malam Indonesia 2011

“Selamat datang khusus kepada semua hadirin yang sudah dating dari jauh”, demikian disampaikan Willem Frederick Van Eekelen, Diplomat Senior dan Mantan Menteri Pertahanan Belanda, dalam bahasa Indonesia yang terpatah-patah ketika mengawali sambutan pembukaan di acara Pasar Malam Indonesia (PMI) 2011 di alun-alun kota Den Haag, Malieveld, 1 April 2011. Karena begitu semangatnya, kata “datang” pun diucapkan “dating” oleh Van Eekelen.

Selanjutnya dalam bahasa Inggris, Van Eekelen mengemukakan kekagumannya terhadap penyelenggaraan PMI dan upaya Indonesia menjadi salah satu bangsa terkemuka di dunia melalui motto “unity in diversity”. Menurutnya, apa yang telah dicapai bangsa Indonesia bukanlah hal yang mudah. Namun, Indonesia telah membuktikan kemampuannya dalam mengatasi masalah dan memelihara kesatuan. Indonesia telah membuktikan dapat mengelola perbedaan dan menunjukkan bahwa perbedaan bukanlah hal yang perlu dihindari. “Suatu prestasi yang mengesankan”, puji Van Eekelen (kali ini dalam bahasa Indonesia) kepada sekitar 500 orang undangan yang memenuhi ruangan pertemuan. Tampak hadir dalam acara pembukaan antara lain mantan Menteri Luar Negeri Belanda, Bernard Bolt, dan Mantan Duta Besar RI untuk Belanda, J.E. Habibie, serta sejumlah pejabat dan tokoh masyarakat.

Emoticon Diplomacy ;-)

Emoticon Diplomacy

In line with global changes, the political map in various parts of the world continues to change, including in Europe. The end of the cold war, not just make the Eastern European countries to break away from the influence of the Soviet Union (Russia) but also affect the process of regional integration in Europe. Like it or not, the process appears mutual suspicion and misunderstanding between one another.

Tintin Diplomacy

Penerbangan_714_Ke_Sydney

Comic fans certainly familiar with Tintin, a character created by Belgian comic artist Georges Remi or Herge (1907-1983). Tintin is a young journalist from Belgium who actively investigate cases of international criminal and adventure to various places, from Russia to the Moon. And in each of his adventures, Tintin is always accompanied by Milou, a fox terrier type dog.

Through his strong imagination and a comprehensive research, Herge was able to narrate every Tintin adventure with enough detail. Herge did not just make a comic series for children who showed muscle strength, he shows Tintin’s views and attitudes toward an issue that was raised at that time.

Tintin adventure story begins with the publication of Les Aventures de Tintin, reporter du Petit “Vingtième”, au pays des Soviets (Adventures of Tintin in the Soviet Union) as a comic strip in Vingtième newspaper published in Belgium in 1929-1930 and made a separate album on 1930. Since then (1930-1986) Herge published a series of Tintin adventures in the Congo, America, Egypt, China, Tibet, Australia as well as in the Moon. Totally there are 23 books plus an unfinished work “Tintin and Alph-Art” in 1986.

Melongok ASEAN Center di Moskow

launching-asean-center1-300x225

Dibandingkan hubungan ASEAN dengan negara mitra lainnya, hubungan ASEAN-Rusia relatif lebih muda. Tahun 2011 mendatang, hubungan ASEAN-Rusia baru menginjak tahun ke-15, bandingkan dengan hubungan ASEAN-Uni Eropa yang sudah lebih dari 30 tahun. Meskipun relatief muda, akselerasi hubungan keduanya justru tidak ketinggalan dengan mitra-mitra ASEAN lainnya. Di level hubungan kepala negara/pemerintahan misalnya, ASEAN-Rusia telah sekali menyelenggarakn Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN-Rusia di Kuala Lumpur pada tahun 2005. Direncanakan KTT ke-2 ASEAN-Rusia akan diselenggarakan kembali pada bulan Oktober di Ha Noi, Vietnam.

Akselerasi hubungan ASEAN-Rusia ini tentu saja menarik mengingat pada masa Perang Dingin, negara-negara anggota ASEAN terbelah dalam poros Timur-Barat. Negara-negara Indochina yang merupakan negara sosialis yaitu Vietnam, Laos dan Kamboja sangat dekat ke Rusia (saat itu Uni Soviet). Sementara sebagian besar negara anggota ASEAN lainnya lengket dengan negara-negara Barat yang dipimpin AS.

From ASEAN Center Moscow With Love

launching-asean-center1-300x225

Russia officially became a full dialogue partner of ASEAN at the 29th AMM in Jakarta, July 1996. Since then, an ASEAN-Russia relation is growing rapidly which is marked by a variety of cooperation in various sectors. The development of ASEAN-Russia relations is also visible from the holding of the first ASEAN- Russia Summit in Kuala Lumpur in 2005. While the 2nd ASEAN-Russia Summit will be held in October in Ha Noi, Vietnam.

The development of ASEAN-Russia relations is interesting to learn considering that during the Cold War, ASEAN member countries split in the East-West axis. Indochina countries that are socialist countries namely Vietnam, Laos and Cambodia are very close to Russia (before USSR). Meanwhile other ASEAN member countries have close ties with Western countries led by the United States.

60 Years the European Union

60 eu

On May 9, 2010, 27 European Union (EU)  member states celebrated its 60th year of its birthday. We must admitted that the founders of the  EU are actually people who are knowledgeable and farsighted. Beginning with the Robert Schuman proposal, former French foreign minister and one of the founders of the EU, on May 9, 1950 to establish cooperation between European countries in the form of community, 60 years later the proposal materialized with the integration of the European Community, known as the EU.

Uni Eropa Pasca Traktat Lisbon

lisbon_treaty1

Setelah menunggu 2 tahun, akhirnya pada tanggal 1 Desember 2009 mendatang Traktat Lisbon dipastikan secara resmi akan diberlakukan bagi seluruh negara anggota Uni Eropa (UE). Kepastian ini diperoleh setelah pada hari Selasa (3 November 2009) Presiden Ceko Vacvlav Klaus akhirnya menandatangani Traktat Lisbon. Ceko menjadi negara terakhir yang menyatakan kesediaannya untuk menandatangani Traktat Lisbon.

Dengan telah ditandatanganinya Traktat Lisbon oleh seluruh negara anggota UE yang berjumlah 27 negara, berakhirlah ketidakpastian mengenai kelanjutan proses integrasi dan masa depan UE. Traktat Lisbon ini sekaligus pula akan menggantikan traktar sebelumnya yaitu Traktat Nice 2001.

Polisi Tidur di Belgia

Bicara polisi tidur, ingatan kita pasti mengarah kepada gundukan aspal/semen yang dipasang melintang di jalan, umumnya di daerah perumahan.  Tujuan pemasangan untuk memperlambat kecepatan kendaraan agar tidak membahayakan keselamatan atau ketenangan warga perumahan.

Gundukan aspal yang dikenal sebagai polisi tidur tersebut (karena dicat hitam putih seperti polisi lalu lintas) bentuknya bisa beragam, mulai dari yang benar-benar seperti polisi sedang tidur, hingga yang berbentuk polisi nungging (karena tinggi dan terjalnya gundukan yang dipasang).

Seperti di Indonesia, di Belgia sebenarnya juga ada upaya untuk memperlambat kecepatan kendaraan di kawasan perumahan. Bukan dengan membuat gundukan aspal/semen, yang justru bisa merusak jalan dan kendaraan serta dapat membahayakan pengemudinya, melainkan dengan membuat pengaturan pemakaian jalan.