Category Archives: Perjalanan

Kunjungan ke Negeri Surga Chengdu

chengdu gabungan

Pagi baru saja menjelang dan suhu udara di Beijing berkisar -2 derajat Celcius ketika saya mesti bergegas menuju Beijing Capital International Airport (BCIA). Pagi itu (07/02/2012), saya dan beberapa teman akan ke Chengdu, ibu kota Provinsi Sichuan yang terletak di Barat Daya RRT, menggunakan Air China pada pukul 9 pagi.

Chengdu yang berjarak sekitar 1600-an km atau sekitar 3 jam penerbangan dari Beijing dan terletak di dataran subur lembah Sichuan, merupakan sebuah kota yang dikenal dengan berbagai produk pertanianya yang melimpah dan industri ringan. Dan dengan jumlah penduduk sebanyak 14 juta jiwa dan GDP per kapita sebesar US$ 6.400, Chengdu menjadi salah satu kota terpenting yang menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, perdagangan, dan keuangan, serta menjadi hub transportasi dan komunikasi RRT bagian barat daya dan jalur masuk utama ke Tibet.

Uji Nyali Kuliner di Wangfujing

wangfujing kadal

Bagi kebanyakan orang, memakan jangkrik, kaki seribu, kalajengking, kumbang, laba-laba,bintang laut, ulat sutra atau kadal merupakan suatu kegiatan yang tidak pernah terbayangkan bahkan menjijikkan. Jika pun harus memakannya, sepertinya diperlukan nyali ekstra untuk mengatasi rasa takut dan jijik. Namun tidak demikian halnya dengan sebagian masyarakat China yang terbiasa memakan apapun, termasuk serangga dan reptil yang dimakan sebagai cemilan dengan penuh kenikmatan.

Pemandangan tersebut saya saksikan langsung dii Wangfujing Street, sebuah kawasan wisata di Beijing, dimana para para pengunjung, khususnya orang-orang China, membeli dan memakan kumbang, kelabang atau kuda laut, yang ditusuk dengan sebatang bambu menyerupai sate. Dengan sangat asyiknya mereka memakan sate-sate unik tersebut seperti halnya memakan sate ayam. Tidak terdapat kesan takut atau jijik ketika menyantap makanan tersebut.

Enjoying halal food in Beijing

resto muslim

One of the difficulties as a Muslim who live in a non-Muslim city is getting  halal foods, foods that are allowed under Islamic law

But, in Beijing, you can find  many restaurants that provide good food and clean with halal sign easily. Those restaurants called their self as a Muslim restaurant.  For example, near the place where I live in Lido area, Chaoyang district, precisely in Jingtai Road, there is a Muslim restaurant that provides halal food.

From the outside, that restaurant is not different from other Chinese restaurants, except the sign “halal” in the restaurant’s name.

When I and my family entered to the restaurant, a female waiter who wear jilbab (headscarf) welcome my presence and kindly invited me to have a sit. After we got a seat, I started to look around first before I order foods. From the photos on the restaurant,’s wall, it is known that the restaurant belonged to a Chinese Muslim from Xinjiang Province, a province with a Muslim majority in western China that borders with Mongolia, Russia, Kazakhstan, Afghanistan and India. It is no wonder that the food in this restaurant is cooked in Xinjiang style.

Welcome To Beijing

Alhamdullilah, setelah menempuh penerbangan sekitar 10 jam dari Jakarta, kami sekeluarga tiba di Beijing pada tanggal 8 September 2011 pukul 12.30 waktu setempat. Pesawat Cathay Pacific yang kami tumpangi mendarat mulus di Terminal 1 Beijing Capital International Airport (BCIA). Dengan menggunakan kereta listrik kami kemudian menuju terminal 3 untuk menyelesaikan urusan imigrasi dan pengambilan bagasi, Selesai dengan urusan keimigrasian dan bagasi di terminal 3, kami pun segera bergegas ke luar bandara. Di pintu kedatangan terlihat petugas protokol KBRI sudah menunggu kedatangan kami.

Tanpa menunggu lama, kami segera meninggalkan BCIA yang megah menuju pusat kota Beijing. Cuaca terlihat begitu cerah dengan suhu berkisar 19 derajat Celcius, cukup sejuk dibandingkan suhu Jakarta yang berkisat 31 derajat Celcius. Mobil yang kami tumpangi pun segera menembus jalan tol yang menghubungkan bandara ke pusat kota. Arus lalu lintras terlihat ramai lancar. Dan meski namanya jalan tol, pengguna jalan tidak dikenakan pungutan apapun alias gratis untuk melewatinya.

Sensasi Grombyang Pemalang

Bagi para pemudik yang melintas jalur Utara, Kabupaten Pemalang tentulah bukan suatu daerah yang asing.  Terletak di antara Tegal dan Pekalongan,  Kabupaten Pemalang menjadi daerah yang wajib dilewati pemudik ke Semarang dan sekitarnya. Dan melewati Pemalang sepertinya terasa kurang pas jika tidak merasakan sensasi goyangan khas Pemalang lewat sajian kuliner bernama Grombyang.

Dari namanya, kuliner Grombyang terdengar unik. Nama tersebut diambil dari bahasa Jawa “grombyang-grombyang” yang berarti bergoyang-goyang, hal ini merujuk pada penyajian kuliner tersebut dimana kuahnya yang melimpah terlihat bergoyang-goyang saat disajikan. Sama seperti namanya, komposisi  kuliner Grombyang juga unik karena menggunakan bahan baku utama berupa daging kerbau tulang muda yang dipotong tipis-tipis.

Catatan Ringan dari Ho Chi Minh City

Dalam rangka menghadiri suatu pertemuan ASEAN, saya akhirnya berkesempatan menjejakkan kaki di kota terbesar dan legendaris di Vietnam yaitu Ho Chi Minh City (HCMC). Bagi penggemar film-film perang, khususnya film perang mengenai Vietnam yang dibintangi Chuck Norris dan Silvester Stallone, HCMC tentunya bukanlah kota yang asing. Di kota inilah dulu tentara sekutu dibawah pimpinan Amerika Serikat menempatkan markas besar tentaranya guna mendukung tentara Vietnam Selatan menghadapi Vietnam Utara yang komunis. Selain itu, jauh sebelum perang Vietnam meletus, HCMC telah dikenal dunia sebagai ibu kota Vietnam Selatan dan Pemerintah kolonial Perancis dengan nama Saigon.

Di era modern saat ini, ketika Vietnam Selatan dan Utara telah bergabung menjadi suatu negara bersatu, HCMC pun tetap memiliki daya tarik sebagai salah satu kota terbesar di Vietnam. Bahkan kini HCMC telah tumbuh menjadi pusat kekuatan ekonomi Vietnam yang siap membawa negara tersebut bersaing di kawasan Asia Tenggara dan Asia. Di kota ini telah bermunculan gedung-gedung pencakar langit berdampingan dengan gedung-gedung peninggalan Perancis.

Menyoal Prioritas Berlalu Lintas

Macet sudah menjadi menu sehari-hari bagi warga Jakarta dan sudah masuk tingkat yang sangat memprihatinkan. Penyebab utama kemacetan yang kian parah adalah meningkatnya volume kendaraan yang beroperasi, sementara  penambahan kapasitas jalan tidak mencukupi. Tidak heran jika para pengguna jalan saling berebut menggunakan kapasitas jalan raya agar tidak terlambat tiba di tujuan.

Bagi masyarakat umum memang tidak ada pilihan lain selain berupaya sendiri untuk berebut lahan jalan dan memanfaatkannya semaksimal mungkin. Namun bagi pejabat ataupun orang yang mampu, upaya untuk berebut lahan jalan raya bisa menjadi lebih mudah dengan menggunakan jasa pengawalan menggunakan mobil/motor polisi (voorrijder). Mobil/motor polisi inilah membunyikan sirine untuk meminta pengguna jalan lain memberi jalan terhadap yang dikawalnya.

Berkemah di Pemakaman, Siapa Berani?

Apa yang anda bayangkan jika ditanyakan tentang tempat pemakaman? Pasti bayangan yang muncul adalah sebuah tempat yang menyeramkan, dengan hantu-hantu yang bergentayangan setiap waktu. Bayangan tersebut ada benarnya jika anda membayangkan pemakaman yang umum dijumpai di Indonesia, selain menyeramkan, kawasan pemakaman umumnya kumuh dan kotor. Tidak mengherankan jika banyak orang yang enggan ke pemakaman selain untuk berziarah ke makam keluarga.

Tapi di Taiwan, khususnya di  Yilan County, terdapat sebuah kawasan pemakaman yang justru dijadikan tempat  wisata perkemahan. Pemerintah daerah Yilan County menawarkan Sakura Cemetery Park, kawasan pemakaman seluas 45 hektar dan dapat menampung 7000 jenazah, sebagai tempat wisata perkemahan.

Mi Celor Palembang

IMG01270-20110605-1150

Bicara kuliner  khas kota Palembang maka ingatan kita akan selalu mengarah pada makanan bercuka yang disebut pempek. Padahal selain itu terdapat makanan lain yang tidak kalah nikmat dan populer yaitu mi celor, yang salah satunya dapat dijumpai di rumah makan mi celor H. Syafei Z di 26 Ilir Palembang.

Informasi awal mengenai mi celor26 Ilir saya peroleh dari seorang rekan saya  Slamet Riyadi yang sudah bermukim di Palembang selama 4 tahun. Informasi ini kemudian diperkuat oleh salah seorang blogger Palembang, Indah, yang membawa saya dan beberapa teman ke lokasi untuk sarapan mi celor.  Dan seperti biasa, usai menyantap mi celor, saya pun menyempatkan diri untuk berfoto-foto, termasuk berfoto dengan Pak H. Syafei.

Pancasila dan Gedung Pancasila Yang Kesepian

Gedung Pancasila

Jakarta 1 Juni 2011, waktu belum lagi menunjukkan pukul 9 pagi ketika saya melewati sebuah gedung berarsitektur Eropa di halaman Kementerian Luar Negeri (Kemlu) di Jalan Taman Pejambon No.6 Jakarta Pusat. Tidak terlihat keramaian apapun di sekitar kawasan gedung ini. Sesekali hanya terlihat pegawai Kemlu melintas di jalanan depan gedung tersebut. Sementara di halaman gedung terlihat seorang tukan kebun sedang menyirami rerumputan yang tumbuh di halaman. Benar-benar tidak ada aktivitas apapun yang memperlihatkan bahwa gedung tersebut memiliki nilai sejarah dalam kehidupan bangsa Indonesia.

Padahal di gedung Dewan perwakilan Rakyat (Volksraad) yang dibangun sekitar tahun 1830 tersebut terjadi suatu peristiwa bersejarah pada tanggal 1 Juni 1945.  Pada saat itu berlangsung rapat hari terakhir Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) untuk membicarakan dasar negara Indonesia, sebuah negeri yang sedang dipersiapkan kelahirannya oleh BPUPKI. Di gedung inilah Soekarno berpidato dan menyampaikan gagasannya mengenai Pancasila yang menjadi dasar untuk mendirikan negara Indonesia, kekal , dan abadi.

Tips Atasi Mata Merah Dalam Perjalanan

Insto Moist atasi mata merah – begitu kata-kata yang sering saya ingat setiap kali akan melakukan perjalanan jauh. Meski terkesan sederhana, namun mata merah dalam perjalanan bisa menjadi penyebab rusaknya kenyamanan dan keselamatan selama perjalanan atau saat kegiatan berlangsung. Coba saja bayangkan, ketika sedang asyik-asyiknya menikmati indahnya pemandangan selama perjalanan, tiba-tiba butir-butir debu halus mendarat di dasar lapisan bola mata dan menjadikan mata gatal. Ketika mata dikucek-kucek, gatal tidak hilang malah semakin menjadi-jadi dan bisa menjadi sakit mata merah.

Tintin di Museum Herge

Waktu menunjukkan pukul 7 pagi ketika saya bergegas meninggalkan penginapan di hotel Corel Scheveningen, menuju Stasiun Kereta Holland Spoor, Den Haag, menggunakan tram bernomor 9. Dinginnya pagi masih terasa menusuk meski saya telah mengenakan sweater dan jaket kulit yang cukup tebal.

Tidak sampai 20 menit, saya pun telah tiba di Stasiun Kereta Holland Spoor. Segera saya menuju loket penjualan tiket internasional untuk mendapatkan tiket perjalanan yang paling pagi ke Brussels, Belgia. Setelah mengantri sejenak, saya pun tiba di depan loket. Seorang wanita setengah tua penjaga loket segera menyapa saya dalam bahasa Belanda. Setelah membalas sapaan dalam bahasa Belanda ala kadarnya, saya pun mengemukakan keinginan saya untuk mendapatkan tiket ke Brussel dengan harga tiket yang paling murah.