pedagang kue kacang

Nikmatnya Kue Kacang Xinjiang

Ke Beijing tanpa sempat mencicipi jajanan kaki lima, ibarat sayur kurang garam.  Apalagi di Beijing tidak sedikit jajanan kaki lima yang sama menariknya dengan jajanan kelas restoran atau supermarket, salah satunya adalah More »

Hu Bush

Humor Politik tentang China

“Suatu ketika Presiden China Hu Jintao menghadiri jamuan makan malam di Gedung Putih bersama Presiden AS Barrack Obama dan istrinya, Michelle Obama. Usai jamuan makan malam, sebenarnya diagendakan acara pertukaran cindera mata More »

BASG Reog Jathilan

Reog Meriahkan Beijing ASEAN Students Games

Beijing tengah terik-teriknya ketika beberapa mahasiswa Indonesia menampilkan kesenian reog Ponorogo dalam acara pembukaan Beijing ASEAN Students Games 2012 (BASG 2012) pada tanggal 14 April 2012. Dengan penuh semangat dan lincah mereka More »

babaoshan

Mengintip Tradisi Ziarah di Festival Qingming

Waktu masih menunjukkan sekitar pukul 11 pagi ketika pada Selasa kemarin (03/04) saya dan istri meninggalkan kediaman. Saya tidak ke kantor karena hari itu merupakan salah satu hari libur nasional Tiongkok yang More »

bfsu

Selamat Datang Pusat Studi Indonesia Beijing

Lupakan hiruk pikuk rencana kenaikan harga BBM, mari sejenak kita dengarkan kabar gembira dari Beijing. Dalam rangkaian kunjungan kenegaraan Presiden SBY ke RRT belum lama ini, selain diterima 3 naga tertinggi RRT More »

Universitas Tsinghua Beri Gelar Doktor Honoris Causa untuk Presiden SBY

Di tengah berbagai kritik di dalam negeri, sebuah pengakuan internasional kembali diberikan kepada  Presiden SBY. Kali ini pengakuan tersebut diberikan oleh Universitas Tsinghua (bukan Xinhua seperti ditulis wartawan Kompas), Beijing, yang akan More »

F201203060933085632485371

Muslim Tiongkok di Kongres Rakyat Nasional

Ada pemandangan menarik di pertemuan anggota parlemen atau Kongres Rakyat Nasional Tiongkok yang tengah berlangsung di Beijing dari tanggal 5-15 Maret 2012 yaitu adanya beberapa orang anggota parlemen yang mengenakan jilbab dan More »

F201203081420123362875268

Warna Etnis Di Kongres Rakyat Nasional Tiongkok

Sebanyak 2.987 anggota parlemen Tiongkok, terbesar di dunia, saat ini sedang berkumpul di Beijing guna menghadiri Kongres Perwakilan Rakyat Nasional Tiongkok atau biasa disebut dengan Kongres Rakyat Nasional (KRN). Selama 10 hari More »

dongsi mosque main hall

Masjid Dongsi Beijing

Masjid Dongsi merupakan salah satu masjid tertua di kota Beijing yang dibangun pada tahun 1447 oleh Cheng Yu, seorang panglima militer pada masa pemerintahan Dinasti Ming (1368-1644). Pada tahun 1450, oleh Kaisar More »

Category Archives: Tokoh

Sri Mulyani dan 25 Wanita Berpengaruh versi Foreign Policy Magazine

sri mulyani

Kehebatan kinerja Sri Mulyani Indrawati di bidang keuangan nampaknya tidak habis-habisnya diakui kalangan dunia internasional. Hampir setiap tahun berbagai institusi di dunia, terutama institusi bisnis dan keuangan global, menobatkan mantan Menteri Keuangan RI yang akrab dipanggil Mbak Ani sebagai wanita paling berpengaruh di dunia. Tahun 2012 ini nama Sri Mulyani Indrawati kembali masuk dalam daftar wanita berpengaruh versi majalah Foreign Policy edisi Mei-Juni 2012. Dalam daftar yang diberi judul “The Most Powerful Women You’ve Never Heard Of”, nama Sri Mulyani Indrawati berada pada urutan ke-18 dari 25 orang wanita paling berpengaruh di dunia.

Nama Sri Mulyani Indrawati bersanding dengan nama-nama wanita berpengaruh lainnya di dunia antara lain Helen Clark (mantan PM Selandia Baru dan sekarang menjabat sebagai Administrator UNDP), Liu Yandong (satu-satunya anggota Politbiro Partai Komunis Tiongkok), Lael Brainard (Wakil Menteri Keuangan AS bidang hubungan internasional), Ngozi Okonjo-Iweala (Menteri Keuangan Nigeria), Mary Schapiro (Ketua Komisi Pasar Modal AS), Theresa May (MenterI Dalam Negeri Inggris), dan Hanan Asrawi (anggota Komite Eksekutif PLO).

dr. Roebionio Kertopati dan Sejarah persandian RI

drrubionokertopati

Kalau menyebut nama dr. Roebiono Kertopati, tentu tidak banyak orang yang mengenalnya, termasuk juga saya. Saya baru mengenal nama beliau ketika saya diterima sebagai salah satu mahasiswa perguruan tinggi kedinasan di tahun 1984.

Saat itu saya baru tahu jika beliau merupakan seorang dokter tentara berpangkat mayor jenderal yang menjabat sebagai Ketua Tim Dokter Kepresiden, pendiri dan kepala Lembaga Sandi Negara (Lemsaneg) hingga wafat pada tahun 1984. Selama pendidikan di akademi dan setelah bekerja, tidak banyak informasi tambahan yang saya peroleh mengenai beliau. Begitu tertutupnya beliau atau terbatasnya sejarah persandian Indonesia, maka tidak banyak hal yang bisa diungkap tentang beliau.

Kulit Mangga dari Ibu

mangga

Siang itu, bersama adik, kami baru saja pulang dari sekolah di Sekolah Dasar Mutiara. Penuh senyum, ibu menuggu di depan pintu. “ayo cepat ganti pakaian dan makan, nanti ibu kupaskan mangga untuk kalian”, ujar ibu kemudian.

Kami berdua pun bergegas berganti pakaian dan segera ke meja makan. Di atas meja tampak sebakul nasi, beberapa potong tahu goreng, ikan asin dan oseng-oseng kangkung, serta tentu saja buah mangga seperti yang dikatakan ibu. Dua buah mangga yang cukup besar dan belum dikupas. Meski berkulit hijau, saya bisa menebak isinya pasti kuning dan manis.

Teladan Abhisit Vejjajiva

Masih berusia muda, Sarjana dan Master dari Universitas Oxford, Abhisit Vejjajiva, Perdana Menteri (PM) Thailand ke 27 yang berkuasa sejak tahun 2008, mstinya sangat layak untuk tetap memimpin Partai Demokrat. Tapi pilihan untuk meneruskan kepemimpinannya di Partai Demokrat tidak dilakukannya. Ia lebih memilih untuk mundur sebagai bentuk pertanggungjawabannya karena Partai Demokrat gagal memenangkan kursi mayoritas pada pemilihan umum (pemilu) Parlemen tanggal 3 Juli 2011. “Saya memutuskan untuk mundur karena saya tidak dapat memimpin partai meraih kemenangan dalam pemilu”, demikian pernyataan PM Thailand Abhisit Vejjajiva sehari setelah pelaksanaan pemilu 3 Juli 2011 dimana Partai Demokrat yang dipimpinnya sejak tahun 2005 gagal meraih suara mayoritas dan kalah dari Partai Pheu Thai pimpinan Yingluck Shinawatra.

Sebelumnya, hanya beberapa jam setelah pelaksanaan pemilu dan hasil hitung cepat memperlihatkan kekalahan partainya, Abhisit pun segera mengakui kekalahannya dan memberikan ucapan selamat kepada Partai Pheu Thaui dan Yingluck yang akan menggantikannya sebagai PM Thailand yang baru.

Si Cantik Yingluck Shinawatra Pimpin Thailand

Di Thailand saat ini, siapa yang tidak mengenal wanita cantik yang bernama Yingluck Shinawatra. Ia baru saja terpilih menjadi Perdana Menteri (PM) wanita pertama di negeri yang berjuluk Gajah Putih tersebut setelah partai yang dipimpinnya meraih suara mayoritas pada Pemilihan Umum (pemilu) yang berlangsung pada tanggal 3 Juli 2011.

Tapi siapa yang nyana bahwa ketika lulus dari Fakultas Ilmu Politik dan Administrasi Publik Universitas Chiang Mai pada tahun 1988 dan meraih gelar Master Administrasi Publik Unversitas Kentucky State, AS, pada tahun 1991,  Yingluck sebenarnya tidak berkeinginan untuk menjadi politikus dan bekerja di pemerintahan. Ia lebih memilih bekerja di Shinawatra Directories Co., Ltd dan menjadi Direktur Pelaksana provider telekomunikasi milik kakak kandungnya, Thaksin Shinawatra, serta menjadi salah satu anggota Komite dan Sekretaris Yayasan Thaicom.

Hendropriyono dan Ganyang Malaysia

hendro

Bagi banyak orang, nama Abdullah Mahmud Hendropriyono, mantan Menteri Transmigrasi dan Pemukiman Perambah Hutan di era Presiden B.J Habibie dan Kepala Badan Intelijen Negara di era Presiden Megawati Soekarnoputri, mungkin tidak terlalu asing. Namun bahwa beliau adalah kakak kandung tetangga depan rumah, saya baru mengetahuinya belum lama ini. Sebagai penghuni baru di sebuah perumahan di Bekasi Barat, saya memang belum banyak mengenal dekat tetangga sekitar.

Jumat, 20 November 2009, tetangga depan rumah saya, Bapak dan Ibu Heri Wibowo mengundang tetangga sekitar menghadiri upacara midodareni*. Dalam acara ini hadir pula Pak Hendropriyono, kakak ipar Heri Wibowo.

Soekarno: Head To Nation

soekarno

Dalam kesempatan merapihkan file beberapa waktu yang lalu, saya mendapatkan majalah Newsweek terbitan 15 Februari 1965 dengan gambar sampul foto mantan Presiden RI Soekarno dalam pakaian kebesarannya. Berita Presiden Soekarno saat itu layak menjadi headlines terkait gonjang ganjing politik di Indonesia dan kekhawatiran jatuhnya Indonesia dan negara Asia Tenggara lainnya ke tangan komunis. Kekhawatiran tersebut diungkapkan dalam salah satu artikelnya yang berjudul Soekarno: Head To Nation. Mengutip judul artikel Newsweek tersebut saya pernah membuat postingan berjudul sama di  DISINI. Untuk itu dalam tulisan ini saya tidak akan mengulang keseluruhan hal yang telah saya kemukakan disana. Saya mencoba menuliskannya kembali dari sisi yang berbeda.