<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Aris Heru Utomo&#039;s Blog</title>
	<atom:link href="http://arisheruutomo.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://arisheruutomo.com</link>
	<description>Thinking, Writing and Sharing</description>
	<lastBuildDate>Tue, 14 May 2013 23:14:17 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	
		<item>
		<title>Thank You Sir Alex</title>
		<link>http://arisheruutomo.com/2013/05/09/thank-you-sir-alex/</link>
		<comments>http://arisheruutomo.com/2013/05/09/thank-you-sir-alex/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 09 May 2013 00:09:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Aris Heru Utomo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Olah Raga]]></category>
		<category><![CDATA[Sir Alex Fergusson]]></category>
		<category><![CDATA[Thank You Sir Alex]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arisheruutomo.com/?p=1680</guid>
		<description><![CDATA[We are the champions &#8211; my friends And we’ll keep on fighting &#8211; till the end - We are the champions - We are the champions No time for losers ‘Cause we are the champions Refrain tembang dari group music Queen yang berjudul “We are the Champion” ini terasa pas untuk menggambarkan kejayaan Manchester United<div class="crp_related"><h3>Related Posts:</h3><ul><li><a href="http://arisheruutomo.com/2011/11/10/belajar-dari-sir-alex-ferguson/" rel="bookmark" class="crp_title">Belajar dari Sir Alex Ferguson</a></li><li><a href="http://arisheruutomo.com/2011/10/24/setan-merah-pun-terkulai-di-kaki-city/" rel="bookmark" class="crp_title">Setan Merah Pun Terkulai Di Kaki City</a></li><li><a href="http://arisheruutomo.com/2011/01/18/asean-di-piala-dunia-2030/" rel="bookmark" class="crp_title">ASEAN di Piala Dunia 2030</a></li><li><a href="http://arisheruutomo.com/2012/06/15/benarkah-angka-13-angka-sial/" rel="bookmark" class="crp_title">Benarkah Angka 13 Angka Sial?</a></li><li><a href="http://arisheruutomo.com/2011/11/11/belajarlah-golf-sejak-muda/" rel="bookmark" class="crp_title">Belajarlah Golf Sejak Muda</a></li></ul></div>]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><em><a href="http://arisheruutomo.com/wp-content/uploads/2013/05/thankyousiralex.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-1684" alt="thankyousiralex" src="http://arisheruutomo.com/wp-content/uploads/2013/05/thankyousiralex-300x111.jpg" width="300" height="111" /></a>We are the champions &#8211; my friends</em><br />
<em>And we’ll keep on fighting &#8211; till the end -</em><br />
<em>We are the champions -</em><br />
<em>We are the champions</em><br />
<em>No time for losers</em><br />
<em>‘Cause we are the champions </em><br />
Refrain tembang dari group music Queen yang berjudul “We are the Champion” ini terasa pas untuk menggambarkan kejayaan Manchester United (MU) dibawah tangan dingin manajer dan pelatih Sir Alex Ferguson (SAF).</p>
<p>Sejak SAF menangani MU pada akhir tahun 1986, klub yang berjulukan Setan Merah ini telah berhasil menjadi salah satu klub berprestasi dengan raihan gelar juara yang fantastis antara lain 13 kali Juara Liga Primer Inggris, 2 kali Juara Piala Champion, sekali Juara Piala Interkontinental antar klub dunia, sekali Juara Dunia antar Klub FIFA, 5 kali Juara Piala FA, 3 kali Juara Piala Carling, 7 kali Juara Piala Charity Shield, sekali Juara Piala Winner UEFA. Kalau dihitung-hitung, hampir setiap tahun MU meraih gelar juara dibawah SAF.</p>
<p>Semua pencapaian di atas tentu saja diraih bukan tanpa usaha dan kerja keras. Berbeda dengan pelatih di klub-klub sepakbola lainnya, yang dengan dukungan dana tidak terbatas dari pemilik klub, berupaya merebut gelar juara dengan merekrut pemain-pemain handal dan tenar, SAF justru membina pemain-pemain muda dan menjadikannya pemain handal hingga bisa menopang keberhasilan klub.<span id="more-1680"></span></p>
<p>Dengan tangan dingin, SAF mampu membina dan meracik talenta para pemainnya dalam satu tim yang solid. Selain itu, jalinan kerjasama yang baik dengan manajemen klub menjadikan apa yang diprogramkan SAF dapat berjalan sesuai dengan yang diharapkan. Ya kalau saja manajemen klub tidak mendukung SAF dari awal dan bersabar, sudah sejak lama ia didepak dari MU. Hal ini bisa terjadi karena pada tahun-tahun awal melatih MU, posisi Setan Merah jeblok di urutan 11 klasemen dan sering gagal dalam perebutan juara Piala FA dan Piala Charity Shield.</p>
<p>Namun dengan semangat pantang menyerah dan disiplin tinggi, semua kendala akhirnya dapat diatasi satu persatu. Banyak kejadian yang memperlihatkan semangat pantang menyerah dari MU. Contoh klasik adalah perjuangan MU dalam merebut gelar juara Liga Primer musim kompetisi 2008/2009. Setelah tersendat di awal musim dan tertinggal oleh Liverpool hingga setengah musim kompetisi, MU tidak menyerah dalam perburuan gelar juara bahkan permainannya semakin stabil dan terus berada di jalur kemenangan. Hasilnya pada akhir musim MU dapat mengungguli Liverpool hingga selisih 7 poin.</p>
<p>Bahwa MU punya semangat tinggi untuk k<em>eep on fighting </em>sebenarnya bukan hanya saat kompetisi berlangsung, bahkan sebelum musim kompetisi dimulai semangat tersebut sudah diperlihatkan. Saya ingat apa yang dikatakan Manajer dan Pelatih Alex Ferguson di awal musim 2008/2009 ketika menargetkan meraih gelar juara Liga Primer Inggris untuk ke-18 kalinya: “<em>I think it will come (to get the trophy). This side’s young. It’s developing all the time. It’s a good young team and there are plenty of years left in them. They’ll do it in their own time.”</em></p>
<p>SAF memang tidak pernah ragu akan kemampuan bertarung timnya. Meski pemainnya banyak yang masih berusia muda, namun soal kemampuan dan mental bermain bola tidak perlu diragukan. SAF memiliki pandangan tajam dalam melihat kemampuan dan kebintangan seorang pemain sepakbola sekaligus mengasah kemampuan bermain para pemainnya.</p>
<p>SAF tidak pernah risau dengan kepergian bintang-bintangnya. Sebagai contoh, pada tahun 1992, saat banyak pemain intinya yang pindah ke klub lain, ia justru merekrut Eric Cantona yang saat itu masih menjadi pemain cadangan di Leeds United. Di bawah gemblengan SAF, Eric Cantona mengantarkan Setan Merah menjadi langganan juara Liga Primer Inggris. Bahkan karena kehebatannya, para pendukung Setan Merah pun kemudian menjuluki Cantona sebagai <em>Eric The King</em>.</p>
<p>Ketika Eric Cantona akhirnya pensiun di tahun 1996, MU tidak perlu waktu lama untuk mendapatkan penggantinya yang sepadan. Sang pelatih melihat kebintangan baru di diri David Beckham, Ryan Giggs, Paul Scholes dan sebagainya. Ketika pada akhirnya Bechkam yang telah menjadi bintang berkilau hijrah ke Real Madrid pada tahun 2003, MU pun kembali mendapatkan bintang baru yaitu Cristiano Ronaldho. Ketika Ronaldo akhirnya menyusul Beckham ke Madrid, MU tidak kehilangan kemilaunya karena banyak pemain-pemain lain yang menggantikan posisinya, salah satunya Wayne Rooney.</p>
<p>Hikmah yang bisa dipetik dari cerita kepergian pemain bintang adalah bahwa sang manajer dan pelatih, dalam hal ini SAF, tidak pernah panik dan memperlihatkan kekhawatiran yang berlebihan. SAF memiliki semangat pantang menyerah, tekun dan yakin bahwa semua bisa menjadi baik dan hebat. Dengan keahliannya, SAF menggembleng pemain-pemainnya dengan teknik bersepakbola yang baik. Selain itu, SAF juga membekali pemain-pemainnya dengan semangat untuk tidak mudah menyerah. Salah satu cara yang dilakukan SAF adalah mengajak para pemainnya menyaksikan pertandingan dari klub-klub lain yang memiliki etos dan semangat yang patut ditiru, salah satunya adalah klub sepakbola Italia, Juventus.</p>
<p>“Juventus adalah contoh untuk MU. Saya meminta para pemain saya menonton video tim Juventus dan akan mengatakan ‘Jangan lihat taktiknbya atau tekniknya, kita juga punya hal itu. Kalian harus belajar untuk punya hasrat untuk menang seperti mereka”, demikian ujar SAF suatu ketika.</p>
<p>Akhirnya, mengutip status sahabat saya di Fesbuk (M. Yamin) yang juga penggemar berat MU, “Ada saat semua pengabdian harus berakhir, begitupula dengan manager terbesar sepanjang sejarah sepakbola.: SAF. Apa yg dilakukan oleh SAF adalah ketekunan yang diiringi keyakinan bahwa semua bisa menjadi baik dan lebih baik lagi, kemudian berakhir menjadi yang terbaik di antara yang ada. Semoga MU akan tetap sama sepeninggalmu. Kalaupun harus ada yg berubah itu hanya boleh terjadi ketika nama Old Trafford berubah menjadi Alex Ferguson Stadium.</p>
<p>Thank you Sir Alex</p>
<p>Tribute untuk Sir Alex Fergusson yang baru saja pensiun sebagai pelatih MU. Meski sudah lama mengisyaratkan untuk mundur, namun ketika akhirnya benar-benar memutuskan pensiun, tetap saja membuat orang kaget dan menjadi breaking news di berbagai media elektronik.</p>
<div class="crp_related"><h3>Related Posts:</h3><ul><li><a href="http://arisheruutomo.com/2011/11/10/belajar-dari-sir-alex-ferguson/" rel="bookmark" class="crp_title">Belajar dari Sir Alex Ferguson</a></li><li><a href="http://arisheruutomo.com/2011/10/24/setan-merah-pun-terkulai-di-kaki-city/" rel="bookmark" class="crp_title">Setan Merah Pun Terkulai Di Kaki City</a></li><li><a href="http://arisheruutomo.com/2011/01/18/asean-di-piala-dunia-2030/" rel="bookmark" class="crp_title">ASEAN di Piala Dunia 2030</a></li><li><a href="http://arisheruutomo.com/2012/06/15/benarkah-angka-13-angka-sial/" rel="bookmark" class="crp_title">Benarkah Angka 13 Angka Sial?</a></li><li><a href="http://arisheruutomo.com/2011/11/11/belajarlah-golf-sejak-muda/" rel="bookmark" class="crp_title">Belajarlah Golf Sejak Muda</a></li></ul></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://arisheruutomo.com/2013/05/09/thank-you-sir-alex/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengunjungi Prajurit Terakota</title>
		<link>http://arisheruutomo.com/2013/03/29/mengunjungi-prajurit-terakota/</link>
		<comments>http://arisheruutomo.com/2013/03/29/mengunjungi-prajurit-terakota/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 29 Mar 2013 04:28:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Aris Heru Utomo</dc:creator>
				<category><![CDATA[China]]></category>
		<category><![CDATA[Travel]]></category>
		<category><![CDATA[terakota]]></category>
		<category><![CDATA[terracota warrior]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arisheruutomo.com/?p=1675</guid>
		<description><![CDATA[Berkunjung ke Xi’an, ibu kota Provinsi Shaanxi tanpa singgah ke situs prajurit terakota warisan kaisar pertama China, pendiri kerajaan Qin (dibaca Chin), Qin Shi Huang, jelas terasa kurang lengkap. Kaisar Qin Shi Huang merupakan kaisar pertama yang menyatukan berbagai kerajaan di China dengan luas wilayah yang sebagian besar menjadi wilayah China saat ini. Dari Kerajaan<div class="crp_related"><h3>Related Posts:</h3><ul><li><a href="http://arisheruutomo.com/2011/09/10/welcome-to-beijing/" rel="bookmark" class="crp_title">Welcome To Beijing</a></li><li><a href="http://arisheruutomo.com/2012/02/12/kunjungan-ke-negeri-surga-chengdu/" rel="bookmark" class="crp_title">Kunjungan ke Negeri Surga Chengdu</a></li><li><a href="http://arisheruutomo.com/2011/04/11/menelusuri-jejak-tintin-di-museum-herge/" rel="bookmark" class="crp_title">Tintin di Museum Herge</a></li><li><a href="http://arisheruutomo.com/2013/01/05/penurunan-bendera-di-tiananmen-2/" rel="bookmark" class="crp_title">Penurunan Bendera di Tiananmen</a></li><li><a href="http://arisheruutomo.com/2012/04/04/mengintip-tradisi-ziarah-di-festival-qingming/" rel="bookmark" class="crp_title">Mengintip Tradisi Ziarah di Festival Qingming</a></li></ul></div>]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://arisheruutomo.com/wp-content/uploads/2013/03/bersama-terakota.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-1676" title="bersama terakota" src="http://arisheruutomo.com/wp-content/uploads/2013/03/bersama-terakota-300x228.jpg" alt="" width="300" height="228" /></a>Berkunjung ke Xi’an, ibu kota Provinsi Shaanxi tanpa singgah ke situs prajurit terakota warisan kaisar pertama China, pendiri kerajaan Qin (dibaca Chin), Qin Shi Huang, jelas terasa kurang lengkap. Kaisar Qin Shi Huang merupakan kaisar pertama yang menyatukan berbagai kerajaan di China dengan luas wilayah yang sebagian besar menjadi wilayah China saat ini. Dari Kerajaan Qin ini pula asal mula munculnya kata China oleh dunia Barat yang dikenal hingga saat ini. Karena itu, di tengah keterbatasan waktu kunjungan ke Xi’an, saya sempatkan diri untuk mengunjungi situs yang sangat bersejarah tersebut dan telah masuk dalam daftar warisan budaya dunia di tahun 1987.</p>
<p>Waktu menunjukkan sekitar pukul 11 siang, ketika pertemuan dengan kolega akhirnya rampung. Saya pun segera bergegas ke pusat kota Xi’an dan mencari alat transportasi yang bisa membawa saya ke tempat tujuan. Waktu saya terbatas, hanya sekitar 4-5 jam karena pukul 17.15 saya mesti kembali ke Beijing.</p>
<p>‘Saya cuma punya waktu sekitar 4 jam, pesawat saya ke Beijing take off pukul 5.15 sore, bisa tidak saya mengunjungi situs prajurit Terakota dan tiba di airport paling lambat jam 4 sore?’, begitu pertanyaan saya ke seorang sopir taksi wanita yang tiba-tiba muncul dan menawarkan jasanya. Saya katakan tiba-tiba karena kehadiran si sopir taksi tersebut tidak saya duga sebelumnya jika mengingat penampilannya memang tidak seperti seorang sopir. Penampilannya tidak berbeda dengan ibu-ibu yang sedang berbelanja di kawasan tersebut, lengkap dengan tas jinjing di lengan.<span id="more-1675"></span></p>
<p>‘Bisa, perjalanan ke Bing Ma Young (bahasa Mandarin dari situs prajurit terakota) tidak sampai satu jam, dari sana ke airport juga sekitar satu jam. Anda cukup dua jam disana. Saya jamin sebelum jam 4 sore, anda sudah sampai di airport’, jawab si sopir taksi dengan penuh keyakinan. ‘Ini kunci mobil saya, mobilnya masih baru, jadi tidak mungkin mogok di jalan’, ujarnya meyakinkan sambil memperlihatkan kunci mobil sedan VW.</p>
<p>‘Berapa ongkosnya?’ tanya saya kemudian.</p>
<p>‘Biasanya saya tawarkan 600 renmibi karena mobil bisa untuk 3-4 orang penumpang, jadi kalau anda berempat bisa patungan seorang 150 renminbi. Tapi karena anda cuma sendirian, saya kasih diskon, jadi 550 renminbi saja’</p>
<p>‘Waduh mahal amat, gak bisa dikurangi lagi harganya’, ujar saya mencoba menawar</p>
<p>‘Itu sudah murah, karena anda tidak perlu membayar apa-apa lagi selama perjalanan, kecuali tiket masuk ke situs nanti. Lagi pula jarak dari sini ke situs prajurit Terakota sekitar 70 km dan dari sana ke airport sekitar 80 km’</p>
<p>Setelah tawar menawar, akhirnya disepakati harga sebesar 450 renminbi, dibayar setelah saya tiba di airport. Cukup murah, karena waktu di hotel saya ditawarkan taksi seharga 650 renminbi tanpa bisa ditawar lagi, satu atau empat penumpang sama saja.</p>
<p>O ya, selama proses transaksi dengan si ibu sopir dan meyakinkan bahwa saya bisa tiba di airport paling lambat pukul 4 sore, saya dibantu oleh seorang rekan yang lancar berbahasa Mandarin. Tapi rekan saya tersebut tidak ikut ke situs prajurit terakota karena harus kembali ke Shanghai pukul 14.00. Sehingga usai membantu saya mendapatkan transportasi ke Bing Ma Young, ia langsung menuju airport.</p>
<p>Tanpa berlama-lama, saya pun kemudian diajak ke area parkir mobil. Benar seperti yang dikatakan si sopir sebelumnya, mobil yang digunakan adalah mobil baru, sedan VW Passat tahun 2011 warna hitam. Menurutnya, mobil tersebut dibeli secara kredit sekitar setahun lalu.</p>
<p>Keluar dari area parkir, kendaraan segera menyusuri jalan kota sebelum akhirnya masuk jalan bebas hambatan menuju Distrik Lintong, lokasi dimana situs prajurit terakota berada, sekitar 70 km dari pusat kota Xi’an. Mobil digeber sepanjang jalan hingga mencapai kecepatan melebihi 100 km per jam. Terus terang saya merasa ketar ketir juga melihat gaya dan kehebatan si ibu sopir ngebut dan main salib kendaraan yang ada di depan. Ia terlihat tenang seperti seorang pembalap dan sambil ngebut, si sopir bahkan masih bisa bercakap-cakap dengan temannya lewat telepon genggam meski menggunakan earphone.</p>
<p>Tidak sampai 40 menit, saya pun tiba di lokasi situs prajurit terakota. Begitu tiba, seorang pemadu wisata langsung menghampiri saya. Rupanya selama perjalanan tadi, selain berbincang dengan rekannya yang lain, si sopir taksi juga menelpon rekannya yang menjadi pemandu wisata dan meminta bantuannya agar mendampingi saya dalam kunjungan yang relatif singkat.</p>
<p>‘Pemandu wisata tersebut teman saya. Ongkosnya 150 renminbi, tapi anda bisa tawar karena cuma sendirian dan waktunya singkat’, begitu kata si ibu sopir.</p>
<p>Setelah tawar menawar singkat dengan si pemandu wisata, akhirnya disepakati ongkosnya adalah 100 renminbi. Setelah kesepakatan tercapai,  saya kemudian diarahkan ke loket untuk membeli tiket masuk seharga 120 renminbi dan 10 renminbi untuk naik go kart dari pintu gerbang ke museum prajurit Terakota.</p>
<p>Museum prajurit terakota adalah suatu kawasan seluas sekitar 16 ribu meter persegi yang menyimpan lebih dari 8.000 patung tentara, 130 kereta perang dengan 520 kuda serta 150 kuda kaveleri dengan ukuran sedikit lebih besar dari wujud tokoh aslinya. Semua patung ini dibuat atas perintah Qin Shi Huang, Kaisar pertama kerajaan China ketika naik tahta pada tahun 246 SM saat masih berusia tiga belas tahun.</p>
<p>Ribuan patung tentara dan perlengkapannya tersebut ditempatkan di komplek pemakaman yang disiapkan dan dibangun untuk kaisar jika suatu saat wafat. Tujuannya adalah untuk menjaga makam dan melindungi kaisar di akhirat. Uniknya, begitu pembuatan patung dan komplek pemakaman selesai pada tahun 210-209 SM. Kaisar Qin Shi Huang pun wafat pada tahun 210 SM dan dimakamkan disini.  </p>
<p>Tertimbun di bawah tanah selama ribuan tahun, situs prajurit terakota ditemukan kembali pada tahun 1974 oleh beberapa orang petani yang tengah membuat sumur. Temuan tersebut tentu saja sangat menghebohkan karena membuktikan keberadaan dan kejayaan kerajaan China sejak ribuan tahun lalu.</p>
<p>Situs yang yang setelah digali lebih lanjut ternyata terdapat ribuan patung dibawahnya tentu saja sangat menarik.  Raut wajah patung para prajurit tidak ada yang sama satu sama lain. Hal ini sepertinya menandakan bahwa patung-patung tersebut tidak dibuat massal dengan pencetakan, namun dibuat satu persatu. Karenanya tidak mengherankan jika pembangunan kawasan makam dan pembuatan patung memerlukan waktu sekitar 36 tahun hingga menjelang wafatnya sang kaisar. Semua wajah prajurit menghadap ke arah timur untuk melindungi Qin Shi Huang dari kemungkinan serangan musuh yang datang dari arah tersebut di akhirat.</p>
<p>Dari hasil penggalian selama ini, terdapat tiga lokasi situs yang saling berdekatan. Masing-masing situs menampung berbagai macam patung prajurit terakota dalam berbagai posisi. Ada posisi berjaga, berbaris, memanah atau sedang menunggang kereta kuda. Dan guna mencegah kerusakan akibat hujan dan pengaruh cuaca buruknya lainnya, maka situs tersebut dikurung dalam bangunan raksasa seperti hangar pesawat terbang. Setiap hangar diberi nama sesuai dengan waktu penemuannya yaitu Pit No. 1 (ditemukan tahun 1974), Pit No. 2 (tahun 1975) dan Pit No.3 (tahun 1976).</p>
<p>Pit No. 1adalah situs yang terbesar yang berisikan patung prajurit aktif yang berjajar rapih lengkap dengan pasukan berkudanya. Pit No.2 dan No. 3 sedikit lebih kecil dan patung tentara yang terdapat di situs ini tidak terlalu banyak dan sebagian terlihat rusak dan belum direnovasi.</p>
<p>Bersama pemandu wisata bernama Chang, saya pun menyusuri satu persatu situs prajurit terakota tersebut. Dengan cepat Chang menjelaskan mengenai sejarah pembuatan tentara terakota seperti yang saya jelaskan di atas. Di pit No. 1 terlihat beberapa arkeolog China sedang merenovasi beberapa patung prajurit terakota dan beberapa patung yang sudah selesai direnovasi diletakkan berjejer di berbagai tempat.</p>
<p>Di pit No.2 dan No. 3 yang lebih kecil, tidak tampak arkeolog yang sedang bekerja. Situs di kedua tempat ini tampaknya untuk sementara waktu didiamkan terlebih dahulu dan tidak disentuh kembali meski masih banyak patung prajurit terakota yang berserakan dan rusak. Menurut Chang, kerusakan yang terjadi pada patung-patung prajurit terakota bukan karena kesalahan pada saat penggalian, namun diperkirakan karena aksi penjarahan yang dilakukan para jenderal tidak lama setelah kaisar Qin Shi Huang wafat dan kerajaan Qin yang didirikannya runtuh 3 tahun kemudian akibat intrik-intrik di kerajaan. Para jenderal menjarah makam Kaisar Qin Shi Huang karena berniat mengambil persenjataan dari logam berupa pedang, tombak dan panah yang terdapat patung-patung prajurit terakota untuk digunakan bertempur satu sama lain. Bukti bahwa terjadi penjarahan adalah ditemukannya sisa-sisa mesiu dan arang hitam di sekitar patung-patung yang rusak. Diduga, saat penjarahan terjadi baku tembak menggunakan mesiu dan pembakaran situs.</p>
<p>Dari Chang diperoleh informasi pula bahwa sebenarnya disamping tiga situs yang terdapat di Pit No. 1, 2 dan 3, masih ada kemungkinan situs-situs lain yang belum digali di kawasan tersebut, termasuk makam Kaisar Qin Shi Huang. Menurut Chang, para arkeolog China sudah mengetahui lokasinya, termasuk makam kaisar, namun masih belum berani menggalinya karena khawatir begitu didapatkan maka diperkirakan akan terjadi kerusakan pada benda-benda bersejarah yang ditemukan, misalnya akibat perubahan udara di sekitarnya. Sebagai contoh dikemukakan bahwa sebagian besar patung terakota yang ditemukan saat ini mengalami kerusakan akibat perubahan cuaca, selain tentunya akibat dijarah. Hanya dua buah patung yang ditemukan utuh, itupun terjadi perubahan warna dasar patung dari aslinya hitam kemerahan menjadi kecoklatan. </p>
<p>Usai melihat seluruh situs, Chang mengajak saya ke toko souvenir yang berada di samping kiri Pit No.1. menurut Chang, jika beruntung maka saya bisa bertemu dengan petani yang menemukan situs ini pada tahun 1974 yang bernama Yang Xinman dan satu-satunya petani yang masih hidup. Biasanya Yang Xinmang sering duduk di kios souvenir untuk menandatangani buku mengenai situs prajurit terakota.</p>
<p>‘Aha, anda beruntung, lihat kakek tua yang ada di toko souvenir itu adalah Yang Xinman, anda bisa meminta tandatangannya setelah membeli buku di toko tersebut’, ujar Chang dengan gembira.</p>
<p>‘Bisa saja si Chang ini, mungkin saja Yang Xinman memang setiap hari nongkrong disitu karena tidak ada kerjaan lain di usianya yang sudah sepuh’, ujar saya dalam hati.</p>
<p>Karena ingin mendapatkan informasi lebih lengkap tentang situs prajurit terakota ditambah keinginan untuk berfoto serta mendapatkan tanda tangan dari petani yang menemukan situs ini. Saya tidak ingin kalah dengan mantan Presiden AS Bill Clinton yang ketika berkunjung ke situs prajurit terakota mencari dan menemui Yang Xinmang. Saya pun membeli sebuah buku berbahasa Inggris plus CD seharga 150 renminbi. Usai membayar, saya langsung sodorkan ke Yang Xinman untuk ditandatangani. Tanpa banyak tanya, buku pun langsung ditandatanganinya.</p>
<p>Namun ketika diminta untuk berfoto bersama, ia menolaknya dengan alasan dilarang berfoto, sambil tangannya menunjuk tanda larang berfoto yang ada di meja di depannya. Waduh rupanya jual mahal juga nich si Yang Xinmang. Akhirnya saya bilang ke Chang agar disampaikan kepadanya bahwa saya datang jauh-jauh dari Indonesia, masa berfoto saja tidak boleh.</p>
<p>Dengan tersenyum Chang malah bilang ‘kasih saja 20 renminbi, pasti dia tidak berkeberatan untuk berfoto kok’</p>
<p>Benar saja, setelah saya sodorkan 20 renminbi, saya pun sukses berfoto dengannya dan hasilnya bisa anda lihat dalam postingan ini.</p>
<p>Usai berfoto dengan Yang Xinman, Chang segera mengingatkan saya untuk meninggalkan lokasi karena sudah ditunggu sopir di tempat parkir. Saya mesti bergegas agar tidak terlambat tiba di airport.</p>
<p>Berbeda dengan saat masuk yang mana saya bisa menaiki go kart, ketika kembali tidak ada go kart dan satu-satunya pilihan adalah jalan kaki. Maka, berjalan kakilah saya dari pintu gerbang ke tempat parkir. He he he ternyata terasa juga jauhnya jika berjalan kaki dari pintu gerbang ke tempat parkir.</p>
<p>Di tempat parkir, si ibu sopir sudah menyalahkan mobilnya dan bersiap membawa saya ke airport. Maka tanpa pakai lama, kami pun segera meluncur untuk menuju airport. Sama seperti waktu keberangkatan, perjalanan ke airport pun ditempuh sekitar 40 menit sehingga sekitar jam 4 saya sudah tiba di airport.</p>
<p>Ada sedikit kejadian unik menjelang turun. Sekitar 500 meter sebelum tiba di airport, si sopir menghentikan kendaraannya dan meminta ongkos yang disepakati. Ketika saya tanya kenapa tidak nanti saja di depan airport sebelum saya turun, ia menjawab bahwa kalau dibayar disana, ia bisa ditangkap polisi karena kedapatan mengoperasikan taksi gelap di airport. Jadi biar aman disini saja ujar si ibu sopir.</p>
<p>‘Ok dech kalau begitu”</p>
<p>Usai membayar ongkos taksi gelap, perjalanan dilanjutkan dan saya tiba di depan gerbang airport sesuai waktu yang diperkirakan. Berakhir pula petualangan singkat saya memburu prajurit  terakota. Senang karena sudah bisa melihat langsung salah satu situs warisan budaya dunia yang dibuat oleh kaisar pertama China, yang konon juga memerintahkan pembangunan tembok besar (Great Wall) China yang juga legendaris.</p>
<div class="crp_related"><h3>Related Posts:</h3><ul><li><a href="http://arisheruutomo.com/2011/09/10/welcome-to-beijing/" rel="bookmark" class="crp_title">Welcome To Beijing</a></li><li><a href="http://arisheruutomo.com/2012/02/12/kunjungan-ke-negeri-surga-chengdu/" rel="bookmark" class="crp_title">Kunjungan ke Negeri Surga Chengdu</a></li><li><a href="http://arisheruutomo.com/2011/04/11/menelusuri-jejak-tintin-di-museum-herge/" rel="bookmark" class="crp_title">Tintin di Museum Herge</a></li><li><a href="http://arisheruutomo.com/2013/01/05/penurunan-bendera-di-tiananmen-2/" rel="bookmark" class="crp_title">Penurunan Bendera di Tiananmen</a></li><li><a href="http://arisheruutomo.com/2012/04/04/mengintip-tradisi-ziarah-di-festival-qingming/" rel="bookmark" class="crp_title">Mengintip Tradisi Ziarah di Festival Qingming</a></li></ul></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://arisheruutomo.com/2013/03/29/mengunjungi-prajurit-terakota/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengunjungi Kampung Muslim Xi&#8217;an</title>
		<link>http://arisheruutomo.com/2013/03/09/mengunjungi-kampung-muslim-xian/</link>
		<comments>http://arisheruutomo.com/2013/03/09/mengunjungi-kampung-muslim-xian/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 09 Mar 2013 00:00:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Aris Heru Utomo</dc:creator>
				<category><![CDATA[China]]></category>
		<category><![CDATA[Socio Cultural]]></category>
		<category><![CDATA[Muslim China]]></category>
		<category><![CDATA[Muslim Xi'an]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arisheruutomo.com/?p=1660</guid>
		<description><![CDATA[Xi’an merupakan ibu kota Provinsi Shaanxi di bagian barat laut China. Kota yang didirikan pada sekitar 300 tahun sebelum Masehi ini memiliki berbagai cerita dan peninggalan sejarah cikal bakal berdirinya bangsa China yang sangat menarik. Dan meskipun kini Xi’an telah menjadi 1 dari 13 kota megapolitan di China, namun berbagai peninggalan sejarah kota yang pernah<div class="crp_related"><h3>Related Posts:</h3><ul><li><a href="http://arisheruutomo.com/2012/03/03/masjid-dongsi-beijing/" rel="bookmark" class="crp_title">Masjid Dongsi Beijing</a></li><li><a href="http://arisheruutomo.com/2012/05/05/nikmatnya-kue-kacang-xinjiang/" rel="bookmark" class="crp_title">Nikmatnya Kue Kacang Xinjiang</a></li><li><a href="http://arisheruutomo.com/2011/10/14/sholat-jumat-di-masjid-niujie-beijing/" rel="bookmark" class="crp_title">Sholat Jumat di Masjid Niujie Beijing</a></li><li><a href="http://arisheruutomo.com/2012/10/27/muslim-china-merayakan-iedul-adha/" rel="bookmark" class="crp_title">Muslim China Merayakan Iedul Adha</a></li><li><a href="http://arisheruutomo.com/2012/06/16/wisata-kota-tua-chengdu/" rel="bookmark" class="crp_title">Wisata Kota Tua Chengdu</a></li></ul></div>]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<div>
<p><a href="http://arisheruutomo.com/wp-content/uploads/2013/03/menara-masjid-xian.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-1666" title="menara masjid xian" src="http://arisheruutomo.com/wp-content/uploads/2013/03/menara-masjid-xian-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a>Xi’an merupakan ibu kota Provinsi Shaanxi di bagian barat laut China. Kota yang didirikan pada sekitar 300 tahun sebelum Masehi ini memiliki berbagai cerita dan peninggalan sejarah cikal bakal berdirinya bangsa China yang sangat menarik. Dan meskipun kini Xi’an telah menjadi 1 dari 13 kota megapolitan di China, namun berbagai peninggalan sejarah kota yang pernah menjadi ibu kota kerajaan China kuno tersebut dapat dengan mudah dijumpai karena tetap dilestarikan dan dirawat dengan baik.</p>
<div>
<div>
<p>Di Xi’an, antara lain kita masih bisa melihat benteng kokoh mengelilingi kota yang berdiri sejak jaman Dinasti Ming pada tahun 1370 Masehi seluas 14 km2, lengkap dengan gerbang (gate) yang terdapat di beberapa titik. Masih di dalam kota, kita pun dapat menjumpai perkampungan Muslim yang sudah ada sejak sekitar 1.400 tahun lalu yang disebut ‘Muslim Quarter’ atau ‘Hui People’s Street, suatu kawasan yang mayoritas penduduknya adalah masyarakat suku Hui yang beragama Islam. Kedua tempat ini sangat menarik untuk dikunjungi, namun karena keterbatasan waktu, kali ini saya hanya menyambangi perkampungan Muslim.</p>
<p>Berada di sebelah utara Drum Tower Bell, salah satu menara yang berada di sisi tembok selatan kota Xi’an, kampung Muslim terdiri dari beberapa lorong, yang pada kedua sisinya dipadati toko-toko yang menjual aneka ragam jajanan seperti dumpling, kue manis, dan permen. Beberapa jajanan yang dijual terlihat unik dan khas, seperti kue bulan, bakpia dan kue putu.<span id="more-1660"></span></p>
<p>Penasaran dengan jajanan yang ditawarkan, saya mencoba kue bulan. Meski disebut kue bulan, namun bentuknya berbeda dari kue bulan yang umumnya kita jumpai, bukan bundar tapi kotak. Terbuat dari campuran tepung kacang hijau dan kurma China, kue ini terasa lembut dan manis luar biasa, dengan beberapa variasi rasa mulai dari rasa kurma, nanas, dan almond. Sementara kue putunya, meski secara fisik mirip kue putu di Indonesia, kue putu Xi’an agak berbeda. Kue putu Xi’an terbuat dari beras ketan yang dikukus dan setelah matang, dalam kondisi hangat dicelupkan ke pemanis warna warni dari gula merah, strawberry, burberry ataupun nanas.</p>
<p>Berkunjung ke kampung Muslim Xi’an tanpa mengunjungi masjidnya tentu tidak terasa lengkap karena disanalah jantung kampung Muslim yang sesungguhnya. Masjid tersebut berada di tengah kawasan, yang mana untuk menuju kesana kita mesti blusukan melewati lorong-lorong di antara toko-toko penjual cindera mata dan pakaian.</p>
<p>Setelah beberapa waktu menyusuri lorong-lorong dan melihat-lihat cindera mata yang dijual di sepanjang di toko-toko di kiri kanan lorong, tibalah saya di kawasan masjid rayaXi’an. Di sisi kiri pintu gerbang, terdapat sebuah loket untuk membayar tiket masuk sebesar 25 yuan per orang. Saya sendiri tidak perlu membayar tiket masuk setelah menjelaskan bahwa saya Muslim dari Indonesia, yang selain ingin melihat-lihat masjid juga akan melakukan sholat.</p>
<p>Memasuki kawasan masjid seluas 6.000 m2 terlihat berbagai bangunan tua dan antik dengan arsitektur khas China, yang sepertinya sudah lama sekali tidak direnovasi. Menurut sejarahnya, bangunan masjid pertama di kawasan ini didirikan pada tahun 700-an Masehi, sedangkan komplek kawasan masjid rayanya sendiri, yang pada masa itu berada di luar tembok kota, didirikan pada abad ke-14 oleh Laksamana Cheng Ho pada masa Dinasti Ming.</p>
<p>Lay out kompleks masjid sendiri dibuat menyerupai komplek percandian China tradisional yang dibagi ke dalam beberapa bagian halaman sebelum mencapai bagian tertinggi dari komplek tersebut yaitu bangunan tempat beribadah (masjid). Di bagian pertama, terdapat dua bangunan yang digunakan untuk menerima tamu. Di bagian kedua terdapat ruang pembersihan diri (mandi, wudhu dan sebagainya). Di bagian ketiga terdapat menara setinggi 10 meter tempat meditasi yang disebut <em>Qing Xiu Dian</em>. Selain itu terdapat dua menara lainnya yang digunakan sebagai tempat instrospeksi yang disebut <em>Xing Xin Ting</em> dan tempat mengunjungi hati atau <em>Sheng Xin Lou. </em>Di dua menara terakhir ini, meski namanya tempat introspeksi dan mengunjungi hati, pada hakekatnya kedua menara ini merupakan tempat pengamatan bulan dan azan.</p>
<p>Di bagian keempat, terdapat sebuah pavilion di tengah halaman yang disebut Feng Hua dan dua bangunan di kiri kanan yang dibangun pada masa Dinasti Qing. Pavilion dan 2 bangunan lain di bagian ini merupakan tempat belajar para santri.</p>
<p>Bagian terakhir adalah ruang berdoa atau masjidnya itu sendiri seluas 1.270 meter persegi dengan interior perpaduan kaligrafi China dan Islam serta dinding yang didekorasi ukiran bertuliskan ayat-ayat suci Al Quran. Saya sempat mengambil beberapa gambar interior masjid, namun karena diambil menggunakan foto ponsel dan kurangnya pencahayaan, maka mohon maaf jika gambarnya tidak terlalu jelas.</p>
<p>Berada di kawasan masjid ini saya merasakan ketenangan dan seolah menemukan oase di tengah hiruk pikuk transaksi dagang di lorong-lorong bagian luar, apalagi bisa berkenalan dan berbincang-bincang dengan anggota masyarakat Muslim yang ada disini, salah satunya adalah Ramizan.</p>
<p><a href="http://arisheruutomo.com/wp-content/uploads/2013/03/xian-with-ramizan.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-1669" title="xian with ramizan" src="http://arisheruutomo.com/wp-content/uploads/2013/03/xian-with-ramizan-238x300.jpg" alt="" width="238" height="300" /></a>Saya berkenalan dengan Ramizan atau yang nama Chinanya adalah Ma Shi Kua dan istrinya saat berada di bagian pertama komplek masjid. Saya saat itu sedang melihat-lihat ruang penerimaan tamu ketika Ramizan dan istri lewat.</p>
<p>Setelah menyampaikan salam, saya pun berkenalan dan berbincang singkat. Seperti halnya saya, ia pun sangat senang bisa berkenalan dengan sesama Muslim, apalagi dari Indonesia yang dikenal memiliki jumlah penduduk Muslim yang sangat besar.</p>
<p>Menurut Ramizan ia merupakan seorang Muslim China asal Xinjiang, Uyghur Autonomus Region, yang datang ke Xi’an hanya untuk menengok anak dan keluarganya yang sudah lama tinggal di kawasan ini.</p>
<p>Ditanya mengenai jumlah penduduk Muslim di Xi’an, ia memperkirakan terdapat sekitar 600 ribu anggota masyarakat Muslim Xi’an yang tersebar di berbagai tempat, bukan hanya di kawasan kampung Muslim ini. Mereka ini sebagian besar adalah masyarakat suku minoritas Hui yang sudah sejak lama dikenal sebagai penganut agama Islam dan sudah sejak ratusan tahun lalu sudah ikut dalam arus perdagangan internasional melewati jalur perdagangan yang dikenal sebagai ‘jalur sutra’. Secara fisik mereka mudah dikenali karena kulitnya yang agak kebule-bulean, namun bermata sipit dan berambut hitam.</p>
<p>Selain Ramizan, saya juga berkenalan dengan Mohammad Rajab, yang dengan senang hati menunjukkan dan mengantarkan saya ke tempat wudhu. Sambil berjalan ke tempat Wudhu, Mohammad Rajab bercerita bahwa ia memiliki teman Indonesia dan sesekali masih kontak-kontakan. Ia pun kemudian menunjukkan kartu nama temannya tersebut yang adalah pedagang sepatu asal Jawa Timur.</p>
<p>Usai blusukan dan melihat-lihat hampir sebagian besar kawasan komplek masjid dan sholat ashar, saya pun segera meninggalkan komplek masjid, berharap bisa berkunjung kembali ke tempat ini bersama keluarga.</p>
<p>&nbsp;</p>
</div>
</div>
</div>
<div class="crp_related"><h3>Related Posts:</h3><ul><li><a href="http://arisheruutomo.com/2012/03/03/masjid-dongsi-beijing/" rel="bookmark" class="crp_title">Masjid Dongsi Beijing</a></li><li><a href="http://arisheruutomo.com/2012/05/05/nikmatnya-kue-kacang-xinjiang/" rel="bookmark" class="crp_title">Nikmatnya Kue Kacang Xinjiang</a></li><li><a href="http://arisheruutomo.com/2011/10/14/sholat-jumat-di-masjid-niujie-beijing/" rel="bookmark" class="crp_title">Sholat Jumat di Masjid Niujie Beijing</a></li><li><a href="http://arisheruutomo.com/2012/10/27/muslim-china-merayakan-iedul-adha/" rel="bookmark" class="crp_title">Muslim China Merayakan Iedul Adha</a></li><li><a href="http://arisheruutomo.com/2012/06/16/wisata-kota-tua-chengdu/" rel="bookmark" class="crp_title">Wisata Kota Tua Chengdu</a></li></ul></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://arisheruutomo.com/2013/03/09/mengunjungi-kampung-muslim-xian/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Berburu Barang Antik di Pasar Hantu Beijing</title>
		<link>http://arisheruutomo.com/2013/03/07/berburu-barang-antik-di-pasar-hantu-beijing/</link>
		<comments>http://arisheruutomo.com/2013/03/07/berburu-barang-antik-di-pasar-hantu-beijing/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 07 Mar 2013 14:04:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Aris Heru Utomo</dc:creator>
				<category><![CDATA[China]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Beijing]]></category>
		<category><![CDATA[pasar antik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arisheruutomo.com/?p=1655</guid>
		<description><![CDATA[Berburu barang antik dan unik bagi sebagian orang merupakan kegiatan yang mengasyikan. Barang-barang antik dan unik yang didapatkan bisa dijadikan sebagai penghias rumah dan koleksi berharga yang memiliki nilai sejarah dan ekonomi yang tinggi. Mengingat fungsinya tersebut, banyak orang yang kemudian beranggapan bahwa untuk dapat membeli barang antik dibutuhkan biaya yang tidak sedikit. Padahal, tidak<div class="crp_related"><h3>Related Posts:</h3><ul><li><a href="http://arisheruutomo.com/2011/12/25/dvd-bajakan-%e2%80%9cthe-adventure-of-tintin%e2%80%9d-beredar-di-beijing/" rel="bookmark" class="crp_title">DVD Bajakan “The Adventure of Tintin” Beredar di Beijing</a></li><li><a href="http://arisheruutomo.com/2012/09/27/belajar-menulis-dari-yai-qizhong/" rel="bookmark" class="crp_title">Menyerap Semangat Menulis dari Yao Qizhong</a></li><li><a href="http://arisheruutomo.com/2011/10/06/penjaga-toko-berbahasa-indonesia/" rel="bookmark" class="crp_title">Penjaga Toko Berbahasa Indonesia</a></li><li><a href="http://arisheruutomo.com/2011/12/18/onde-onde-tiongkok/" rel="bookmark" class="crp_title">Onde-onde Tiongkok</a></li><li><a href="http://arisheruutomo.com/2011/10/30/reportase-saya-%e2%80%9chebat-china-luncurkan-satelit-eropa%e2%80%9d-muncul-di-kompas-cetak/" rel="bookmark" class="crp_title">Reportase saya “Hebat, China Luncurkan Satelit Eropa”&hellip;</a></li></ul></div>]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://arisheruutomo.com/wp-content/uploads/2013/03/panjiayuan-gelaran.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-1656" title="panjiayuan gelaran" src="http://arisheruutomo.com/wp-content/uploads/2013/03/panjiayuan-gelaran-300x198.jpg" alt="" width="300" height="198" /></a>Berburu barang antik dan unik bagi sebagian orang merupakan kegiatan yang mengasyikan. Barang-barang antik dan unik yang didapatkan bisa dijadikan sebagai penghias rumah dan koleksi berharga yang memiliki nilai sejarah dan ekonomi yang tinggi.</p>
<p>Mengingat fungsinya tersebut, banyak orang yang kemudian beranggapan bahwa untuk dapat membeli barang antik dibutuhkan biaya yang tidak sedikit. Padahal, tidak sedikit barang antik yang bisa didapat dengan harga murah, tergantung dimana kita mendapatkan. Jika kita mendapatkannya dengan membeli di toko-toko atau pusat pelelangan barang antik, tentu harganya bisa sangat mahal. Beda misalnya jika membeli di pasar barang bekas (pasar loak).</p>
<p>Dan seperti halnya di kota-kota lain, di Beijing pun terdapat pasar-pasar barang bekas, tempat menjual barang antik, benda seni yang bernilai tinggi dan barang kerajinan, yang salah satunya adalah pasar Panjiayuan.<span id="more-1655"></span></p>
<p>Berdiri di atas lahan seluar 4,25 hektar, pasar Panjiayuan dapat menampung sekitar 3.000 pedagang yang ditempatkan di bangsal-bangsal terbuka ataupun toko-toko khusus, dan tersebar dalam beberapa zona khusus yaitu zona lukisan, furnitur, keramik, kerajinan, buku dan etnis minoritas.</p>
<p>Dengan luas pasar dan banyaknya jumlah pedagang yang berjualan, tidak mengherankan jika banyak orang yang menyebut pasar Panjiayuan sebagai tempat penjualan barang antik, seni dan kerajinan terbesar di China dan Asia.</p>
<p>Di ruang terbuka dan toko-toko, terlihat para pedagang menggelar beragam barang dagangan, mulai dari keramik, batu mulia, lukisan, patung, buku bekas dan tentu saja barang antik. Sementara calon pembeli terlihat sedang memilih-milih barang dan melakukan tawar menawar dengan sangat serius.</p>
<p>Dengan beragam barang dagangan yang digelar dan harga yang konon relatif lebih murah dibanding pasar sejenis di Beijing, pasar Panjiayuan terlihat ramai oleh pengunjung, bukan saja warga Beijing, tetapi juga masyarakat dari luar Beijing dan turis dari manca negara. Bahkan, Menlu AS Hillary Clinton dikabarkan pernah mampir ke pasar Panjiayuan saat melakukan kunjungan kerja ke Beijing.</p>
<p>Melihat keberadaan pasar Panjiayuan yang menarik perhatian masyarakat setempat dan wisatawan asing, sebagian orang mungkin tidak pernah menduga bahwa pasar Panjiayuan pada awalnya hanyalah sebuah pasar kaki lima di sebuah gang, tidak jauh dari lokasi sekarang. Pada awalnya transaksi jual beli di pasar Panjiayuan hanya berlangsung setiap akhir pekan, dimana para pedagang membeli barang-barang berharga atau antik dari warga Beijing. Barang berharga tersebut umumnya berasal dari peninggalan keluarga, yang dijual karena kebutuhan ekonomi.</p>
<p>Mengingat saat itu perdagangan barang antik dan seni yang dilakukan perorangan masih dilarang oleh pemerintah China, maka transaksinya pun dilakukan diam-diam atau ilegal. Transaksi pun dilakukan dengan sangat hati-hati guna menghindari penangkapan oleh polisi. Karena transaksi yang diam-diam dan secara fisik tidak terlihat, maka para pedagang dan pengunjung pun kemudian menyebut pasar Panjiayuan sebagai ‘pasar hantu’ atau ‘pasar gelap’.</p>
<p><a href="http://arisheruutomo.com/wp-content/uploads/2013/03/panjiayuan-mao-zedong.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-1658" title="panjiayuan mao zedong" src="http://arisheruutomo.com/wp-content/uploads/2013/03/panjiayuan-mao-zedong-300x198.jpg" alt="" width="300" height="198" /></a>Selanjutnya, karena pasar semakin ramai dan menyebabkan gang menjadi sempit , maka pada tahun 1990 para pedagang mulai pindah ke lokasi sekarang. Empat tahun kemudian, sejalan dengan kebijakan pemerintah China yang melegalkan perdagangan dan lelang benda seni yang dilakukan perorangan, pasar Panjiayuan pun yang dijadikan sebagai pasar barang antik pertama dan legal di Beijing pada tahun 1995. Namun demikian, meskipun sudah menjadi pasar legal, warga di Beijing masih kerap menyebut pasar Panjiayuan sebagai ‘pasar hantu’.</p>
<p>Sejak tinggal di Beijing lebih dari setahun lalu, saya sendiri sudah beberapa kali berkunjung ke pasar Panjiayuan. Meski tidak secara khusus berburu barang antik, namun setiap kali berkunjung disempatkan untuk membeli barang unik yang dapat dijadikan perhiasan rumah. Dan seperti penjualan di beberapa pasar di Beijing, diperlukan keahlian tawar menawar dan kesabaran serta tentu saja pengetahuan tentang benda yang akan dibeli. Jika tidak hati-hati, bisa terpengaruh oleh cerita pedagang yang mengatakan barang yang dijual sebagai asli, padahal imitasi. Apalagi para pedagang China dikenal pandai membuat beragam barang imitasi.</p>
<p>Karena itu, setiap kali akan melakukan tawar menawar, saya upayakan untuk selalu memperhatikan rik-trik sebagai berikut: pertama, ingat-ingat pesan yang berbunyi ‘teliti sebelum membeli’; kedua, mengurangi ‘lapar mata’, maksudnya jangan terlalu nafsu melihat barang dagangan yang digelar, beli sesuai kebutuhan; ketiga, tawarlah serendah mungkin, jika memungkinkan hingga mendekati 10 persen dari nilai barang yang ditawarkan, baru melakukan tawar menawar. Kadang taktik ini cukup berhasil, tapi tidak sedikit yang gagal. Tapi namanya usaha, apa salahnya dicoba. Toh kalau si pedagang marah-marah dalam bahasa Mandarin, kita tidak tahu artinya secara lengkap ha ha ha ha ….</p>
<div class="crp_related"><h3>Related Posts:</h3><ul><li><a href="http://arisheruutomo.com/2011/12/25/dvd-bajakan-%e2%80%9cthe-adventure-of-tintin%e2%80%9d-beredar-di-beijing/" rel="bookmark" class="crp_title">DVD Bajakan “The Adventure of Tintin” Beredar di Beijing</a></li><li><a href="http://arisheruutomo.com/2012/09/27/belajar-menulis-dari-yai-qizhong/" rel="bookmark" class="crp_title">Menyerap Semangat Menulis dari Yao Qizhong</a></li><li><a href="http://arisheruutomo.com/2011/10/06/penjaga-toko-berbahasa-indonesia/" rel="bookmark" class="crp_title">Penjaga Toko Berbahasa Indonesia</a></li><li><a href="http://arisheruutomo.com/2011/12/18/onde-onde-tiongkok/" rel="bookmark" class="crp_title">Onde-onde Tiongkok</a></li><li><a href="http://arisheruutomo.com/2011/10/30/reportase-saya-%e2%80%9chebat-china-luncurkan-satelit-eropa%e2%80%9d-muncul-di-kompas-cetak/" rel="bookmark" class="crp_title">Reportase saya “Hebat, China Luncurkan Satelit Eropa”&hellip;</a></li></ul></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://arisheruutomo.com/2013/03/07/berburu-barang-antik-di-pasar-hantu-beijing/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tradisi Blusukan Pemimpin China Saat Imlek</title>
		<link>http://arisheruutomo.com/2013/02/11/tradisi-blusukan-pemimpin-china-saat-imlek/</link>
		<comments>http://arisheruutomo.com/2013/02/11/tradisi-blusukan-pemimpin-china-saat-imlek/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 11 Feb 2013 00:59:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Aris Heru Utomo</dc:creator>
				<category><![CDATA[China]]></category>
		<category><![CDATA[Socio Cultural]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arisheruutomo.com/?p=1648</guid>
		<description><![CDATA[Ternyata bukan hanya di Indonesia yang beberapa pemimpinnya suka blusukan, di China pun para pemimpinnya sudah lama punya kebiasaan blusukan, bahkan sudah menjadi tradisi turun temurun di kalangan Partai Komunis China (PKC). Setiap tahun para pemimpin PKC, baik di pusat maupun daerah, beberapa kali melakukan blusukan ke daerah terutama menjelang event  tahunan seperti spring festival<div class="crp_related"><h3>Related Posts:</h3><ul><li><a href="http://arisheruutomo.com/2012/11/17/china-dibawah-pimpinan-generasi-baru/" rel="bookmark" class="crp_title">China Miliki Pimpinan Generasi V</a></li><li><a href="http://arisheruutomo.com/2012/12/18/pengalaman-seorang-dosen-bertemu-ketua-partai-komunis-china/" rel="bookmark" class="crp_title">Pengalaman Seorang Dosen Bertemu Ketua Partai Komunis China</a></li><li><a href="http://arisheruutomo.com/2012/01/22/mudik-imlek-di-china/" rel="bookmark" class="crp_title">Mudik Imlek di China</a></li><li><a href="http://arisheruutomo.com/2013/01/01/pidato-tahun-baru-terakhir-hu-jintao/" rel="bookmark" class="crp_title">Pidato Tahun Baru Terakhir Hu Jintao</a></li><li><a href="http://arisheruutomo.com/2011/07/06/teladan-abhisit-vejjajiva/" rel="bookmark" class="crp_title">Teladan Abhisit Vejjajiva</a></li></ul></div>]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://arisheruutomo.com/wp-content/uploads/2013/02/xi-jinping-dan-petugas-kebersihan1.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-1652" title="xi jinping dan petugas kebersihan" src="http://arisheruutomo.com/wp-content/uploads/2013/02/xi-jinping-dan-petugas-kebersihan1-300x192.jpg" alt="" width="300" height="192" /></a>Ternyata bukan hanya di Indonesia yang beberapa pemimpinnya suka blusukan, di China pun para pemimpinnya sudah lama punya kebiasaan blusukan, bahkan sudah menjadi tradisi turun temurun di kalangan Partai Komunis China (PKC). Setiap tahun para pemimpin PKC, baik di pusat maupun daerah, beberapa kali melakukan blusukan ke daerah terutama menjelang <em>event</em>  tahunan seperti <em>spring festival</em> atau yang dikenal sebagai tahun baru China atau imlek.</p>
<p>Berbeda dengan kunjungan kerja partai ke berbagai tempat yang sifatnya formal, maka kunjungan para pemimpin partai menjelang pergantian tahun umumnya lebih bersifat informal. Kan namanya juga blusukan. Dalam kunjungan tersebut, para pemimpin China biasanya bertemu langsung dengan anggota masyarakat dan berbincang-bincang mengenai berbagai isu keseharian. </p>
<p>Dan melanjutkan kebiasaan yang dilakukan para pemimpin PKC sebelumnya, sehari menjelang pergantian tahun baru China, dari tahun naga ke ular, Sekretaris Jenderal (Ketua) PKC yang baru, Xi Jinping, blusukan ke berbagai tempat di Beijing untuk bertemu dengan para pekerja konstruksi, petugas kebersihan, polisi dan sopir taksi yang tidak bisa mudik karena harus menjalankan tugasnya di saat libur tahun baru.<span id="more-1648"></span></p>
<p>Dalam kunjungan tersebut, Xi Jinping yang baru saja diangkat sebagai Sekretaris Jenderal PKC pada bulan Nopember 2012 dan pada bulan Maret 2013 akan menjadi Presiden RRC menggantikan Hu Jintao, berbincang-bincang dengan para pekerja tentang berbagai isu.</p>
<p>Ketika berbincang-bincang dengan para pekerja konstruksi, Xi menekankan mengenai pentingnya peran para pekerja konstruksi dalam pembangunan transportasi publik dan pembangunan kota modern. Kemajuan transportasi publik dan pengurangan emisi kendaraan merupakan langkah penting yang dapat mengurangi polusi kabut asap tebal yang menyelimuti Beijing saat ini. </p>
<p>Saat berbincang dengan para petugas kebersihan, selain menyampaikan salam hangat, Xi juga menyampaikan penghargaan yang tinggi kepada para petugas kebersihan yang telah menjadikan kota lebih bersih. Kepada masyarakat luas, Xi mengharapkan agar kiranya dapat lebih memberikan penghormatan kepada para petugas kebersihan dan lebih menghargai lingkungan.</p>
<p>Sedangkan saat bertemu dengan para sopir taksi, Xi menanyakan pandangan para sopir dalam meningkatkan industri transportasi menjadi lebih baik lagi. Disini para sopir taksi umumnya mengeluhkan mengenai terbatasnya lahan parkir bagi taksi, tingginya harga bahan bakar minyak, dan terlalu banyaknya campur tangan otoritas perhubungan. Jika apa yang dikeluhkan dapat dikurangi, maka industri taksi diharapkan akan lebih meningkat.</p>
<p><a href="http://arisheruutomo.com/wp-content/uploads/2013/02/xi-jinping-sopir-taksi.jpg"><img class="size-medium wp-image-1650 alignright" title="xi jinping sopir taksi" src="http://arisheruutomo.com/wp-content/uploads/2013/02/xi-jinping-sopir-taksi-300x202.jpg" alt="" width="300" height="202" /></a>Menanggapi keluhan ataupun informasi yang disampaikan anggota masyarakat secara langsung, Xi mencatatnya dengan sungguh-sungguh dan memberikan arahan seperti perlunya pembenahan manajemen dan pemberian pelayanan yang lebih baik. Dan pada akhir kunjungan, Xi menyampaikan harapannya kepada para pemimpin perusahaan untuk memberikan perhatian terhadap kesejahteraan dan nasib para pekerja. Dan khusus menyambut pergantian tahun, diharapkan perusahaan mempersiapkan acara hiburan tahun baru, agar pekerja bisa merasakan kebahagian tahun baru meski tidak berkumpul bersama keluarga.</p>
<p>Langkah para pemimpin PKC untuk blusukan dan mendatangai anggota masyarakat disambut dengan baik oleh masyarakat luas. Langkah tersebut dipandang dapat memberikan kesempatan bagi anggota masyarakat untuk bertemu langsung dengan para pemimpinnya dan menyampaikan aspirasinya. Kunjungan tersebut juga memperlihatkan kepedulian para pemimpin China terhadap anggota masyarakatnya, termasuk kepada anggota masyarakat yang tidak bisa mudik dan merayakan tahun baru bersama keluarga.   </p>
<p>Bagi sebagian besar masyarakat China, kesempatan mudik pada saat pergantian tahun merupakan saat yang paling ditunggu-tunggu karena hanya bisa dilakukan setahun sekali. Berkumpul dan berdoa bersama dengan keluarga agar diberi keberkahan dan rejeki yang lebih baik di tahun baru.</p>
<p>Karena itu, tidak mengherankan jika setiap orang China yang merantau ke kota-kota besar berupaya untuk bisa mudik. Kerena setiap orang ingin mudik bersamaan saat imlek maka pada saat proses mudik terjadi gelombang migrasi besar-besaran dari satu tempat ke tempat lain. Setidaknya sekitar 700 juta orang atau lebih dari separuh penduduk China yang berjumlah sekitar 1,4 milyar jiwa melakukan mudik dengan beragam sarana transportasi mulai dari bis, kereta, pesawat udara hingga sepeda motor.</p>
<p>Dengan jumlah pemudik sedemikian besar, dapat dibayangkan betapa rumitnya mengatur arus mudik dari berbagai kota besar, seperti Beijing, Shanghai, Chengdu, Guangzhou dan sebagainya  Beda dengan arus mudik di Indonesia yang mayoritas hanya berasal dari Jakarta.</p>
<p>Kembali ke kegiatan blusukan yang dilakukan para pemimpin partai di China, sebagian dari anda pasti bertanya, apa pentingnya kegiatan blusukan pemimpin partai, jika tidak diikuti oleh pemimpin nasional atau daerah?</p>
<p>Nach disini menariknya. Berbeda dengan partai politik yang jumlahnya banyak dan partai belum tentu punya akses ke pemerintahan, pusat atau daerah, maka di China hanya dikenal sistim partai tunggal yang mana pemimpin partai (disebut sebagai Sekretaris Jenderal) adalah pejabat tertinggi yang bukan hanya memimpin partai tetapi juga negara. Di tingkat daerah, meski kepala pemerintahan daerah dipimpin seorang gubernur, namun pelaksanaan jalannya pemerintahan daerah tetap ditentukan berdasarkan arahan dan pengaasan partai di pusat, melalui  ketua partai di daerah (biasa disebut dengan sekretaris partai).</p>
<p>Dengan kedudukan tersebut di atas, tidak mengherankan jika jabatan di PKC jauh lebih penting dari jabatan di pemerintahan. Dan seorang Xi Jinping yang menjabat sebagai Sekretaris Jenderal PKC, tidak bisa disamakan kedudukannya dengan Megawati Soekarnoputri yang menjabat sebagai Ketua Umum PDIP, Anas Urbaningrum yang Ketua Umum Partai Demokrat, apalagi Muhaimin Iskandar yang Ketua Partai Kebangkitan Bangsa.</p>
<div class="crp_related"><h3>Related Posts:</h3><ul><li><a href="http://arisheruutomo.com/2012/11/17/china-dibawah-pimpinan-generasi-baru/" rel="bookmark" class="crp_title">China Miliki Pimpinan Generasi V</a></li><li><a href="http://arisheruutomo.com/2012/12/18/pengalaman-seorang-dosen-bertemu-ketua-partai-komunis-china/" rel="bookmark" class="crp_title">Pengalaman Seorang Dosen Bertemu Ketua Partai Komunis China</a></li><li><a href="http://arisheruutomo.com/2012/01/22/mudik-imlek-di-china/" rel="bookmark" class="crp_title">Mudik Imlek di China</a></li><li><a href="http://arisheruutomo.com/2013/01/01/pidato-tahun-baru-terakhir-hu-jintao/" rel="bookmark" class="crp_title">Pidato Tahun Baru Terakhir Hu Jintao</a></li><li><a href="http://arisheruutomo.com/2011/07/06/teladan-abhisit-vejjajiva/" rel="bookmark" class="crp_title">Teladan Abhisit Vejjajiva</a></li></ul></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://arisheruutomo.com/2013/02/11/tradisi-blusukan-pemimpin-china-saat-imlek/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>PKS, Perjamuan Kuliner Sopbuntut</title>
		<link>http://arisheruutomo.com/2013/02/03/cerita-singkat-pks-beijing/</link>
		<comments>http://arisheruutomo.com/2013/02/03/cerita-singkat-pks-beijing/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 03 Feb 2013 03:26:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Aris Heru Utomo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Socio Cultural]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arisheruutomo.com/?p=1642</guid>
		<description><![CDATA[Salah satu isu hangat yang sering dibicarakan dalam salah satu group diskusi online yang saya ikuti adalah mengenai hidangan kuliner sop buntut. Pembicaraan mengenai salah satu masakan populer Indonesia yang terbuat dari potongan ekor sapi tersebut memang mengasyikan, apalagi jika kemudian ada yang mau mentraktir. Perbincangan mengenai sop buntut menjadi semakin ramai ketika kemudian ada<div class="crp_related"><h3>Related Posts:</h3><ul><li><a href="http://arisheruutomo.com/2012/05/07/soto-padang-mangkuto/" rel="bookmark" class="crp_title">Soto Padang Mangkuto</a></li><li><a href="http://arisheruutomo.com/2011/06/08/mi-celor-palembang/" rel="bookmark" class="crp_title">Mi Celor Palembang</a></li><li><a href="http://arisheruutomo.com/2012/05/05/nikmatnya-kue-kacang-xinjiang/" rel="bookmark" class="crp_title">Nikmatnya Kue Kacang Xinjiang</a></li><li><a href="http://arisheruutomo.com/2011/09/03/grombyang-pemalang/" rel="bookmark" class="crp_title">Sensasi Grombyang Pemalang</a></li><li><a href="http://arisheruutomo.com/2011/12/22/kulit-mangga-ibu/" rel="bookmark" class="crp_title">Kulit Mangga dari Ibu</a></li></ul></div>]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://arisheruutomo.com/wp-content/uploads/2013/02/sop-buntut.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-1643" title="sop buntut" src="http://arisheruutomo.com/wp-content/uploads/2013/02/sop-buntut-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a>Salah satu isu hangat yang sering dibicarakan dalam salah satu group diskusi online yang saya ikuti adalah mengenai hidangan kuliner sop buntut. Pembicaraan mengenai salah satu masakan populer Indonesia yang terbuat dari potongan ekor sapi tersebut memang mengasyikan, apalagi jika kemudian ada yang mau mentraktir.</p>
<p>Perbincangan mengenai sop buntut menjadi semakin ramai ketika kemudian ada salah seorang anggota yang ‘menjanjikan’ untuk mentraktir sop buntut. Namun sudah hampir setahun janji tersebut tidak kunjung terealisir. Karena itu, teman-teman di group pun kemudian menagih janji, kapan Perjamuan Kuliner Sop buntut tersebut dilaksanakan. Agar tidak berkepanjangan saat penyebutannya, maka kami pun sering menyingkatnya menjadi PKS. ‘Kapan nich bro PKS nya (maksudnya kapan nich Perjamuan Kuliner Sop buntutnya)???’, begitu sering diucapkan teman-teman di group.</p>
<p>Mungkin suatu kebetulan, di tengah ramainya perbincangan isu PKS di group, muncul pemberitaan bahwa Komite Pemberantasan Korupsi menjadikan seorang presiden partai politik, yang memiliki singkatan sama, sebagai tersangka kasus korupsi pengadaan sapi. Bahkan si teman yang ‘menjanjikan traktir’ sop buntut, dengan enteng langsung nyamber ‘wah isu sop buntut memang benar-benar hangat. Saya belum traktir sop buntut aja udah ada presiden yg tersangka buntut sapi … Emang manjur bgt nih isu buntut!’<span id="more-1642"></span></p>
<p>Saya yang sedang berada di Beijing cuma bisa tersenyum simpul saja menyimak obrolan di group. Saya cuma bisa membayangkan jika ada PKS, sudah dapat dipastikan saya akan kesulitan untuk hadir dan ikutan menikmati sajian sop buntut yang begitu nikmat. Namun beruntung, sejak bulan Nopember 2012 lalu di Beijing telah hadir sebuah restoran Indonesia yang bernama ‘Padang’ dan diresmikan oleh Duta Besar RI di Beijing, yang menyajikan menu masakan Indonesia, salah satunya adalah sop buntut.</p>
<p>Karena itu ketika sahabat saya, Junanto Herdiawan atau biasa dipanggil Mas Jun, berkunjung ke Beijing dari Tokyo, saya pun mengundangnya untuk menikmati PKS dengan mencicipi sop buntut di restoran ‘Padang’ Beijing. Agar pelaksanaan PKS nya benar-benar khusyu’, kami sengaja hanya memesan menu sop buntut sebagai sajian utama plus tahu goreng, dan jus jagung segar.</p>
<p>‘Dahsyat, sop buntutnya luar biasa tidak kalah dengan sop buntut yang ada di Jakarta’, begitu komentar Mas Jun saat mencicipi sajian sop buntut yang dihidangkan, sambil tangan sebelah kirinya memainkan kamera memotret sop buntut yang disajikan hangat dalam sebuah mangkuk. Biasalah, ritual khas seorang blogger, sebelum makan, potret-memotret terlebih dahulu. ‘Dengan harga per porsi 24 Yuan (sekitar 36 ribu rupiah) sepertinya tidak terlalu mahal jika dibandingkan di Tokyo’, ujarnya kemudian.</p>
<p>Seperti umumnya masakan sop buntut di Indonesia, sop buntut di restoran ‘Padang’ ini juga terbuat dari potongan ekor sapi yang dibumbui kemudian direbus dan dimasukkan kedalam kuah kaldu sapi yang agak bening bersama irisan wortel, tomat, daun bawang, seledri dan taburan bawang goreng, serta dibumbui rempah-rempah, seperti merica, dan pala.</p>
<p>‘Dari mana bumbu-bumbu untuk semua makanan Indonesia ini diperoleh?’, tanya saya ke Evan, mahasiswa Indonesia yang sedang belajar di Beijing dan dipercaya menjadi manajer restoran. ‘Beberapa bumbu dapat diperoleh di Beijing, tapi beberapa lainnya dikirim dari Indonesia lewat Garuda’, jawabnya,</p>
<p>Selain sop buntut yang rasanya sangat dahsyat, tahu gorengnya juga tidak kalah enaknya. Dan yang membuat semakin luar biasa adalah kepedasan sambalnya. Keringat langsung bercucuran begitu sambal melewati kerongkongan. ‘Dahsyat’, begitu komentar Mas Jun, seolah tidak mau kalau dengan komentar ‘maknyus’ dari Bondan Winarno.</p>
<p>‘Terus siapa yang masak, dan masakan apa saja yang disajikan selain sop buntut?’ ujar seorang teman yang juga ikut mendampingi saya dan Mas Jun menikmati PKS.</p>
<p>‘Ooo … khusus masakan Indonesia, kami mendatangkan 4 orang juru masak dari Indonesia yang sudah memiliki pengalaman memasak beragam masakan Indonesia. Dan meskipun nama restorannya ‘Padang’, tapi masakan yang disajikan tidak khusus masakan Padang. Masakan yang kami sajikan adalah masakan Indonesia pada umumnya. Selain itu, kami juga menyediakan masakan China’ jelas Evan.</p>
<p>Tidak terasa waktu dua jam untuk mencicipi hidangan sop buntut berlalu dengan cepat. Kami pun segera meninggalkan restoran ‘Padang’ karena ada acara lain yang sudah menunggu. Namun seperti biasa, seperti lazimnya blogger, kami menyempatkan diri mengambil gambar sejenak, kali ini berpose di depan restoran ‘Padang’, bersama dengan pelayan restoran yang mengenakan pakaian adat daerah Minang dan selalu menyapa para pengunjung dengan kata-kata ‘apa kabar’.</p>
<div class="crp_related"><h3>Related Posts:</h3><ul><li><a href="http://arisheruutomo.com/2012/05/07/soto-padang-mangkuto/" rel="bookmark" class="crp_title">Soto Padang Mangkuto</a></li><li><a href="http://arisheruutomo.com/2011/06/08/mi-celor-palembang/" rel="bookmark" class="crp_title">Mi Celor Palembang</a></li><li><a href="http://arisheruutomo.com/2012/05/05/nikmatnya-kue-kacang-xinjiang/" rel="bookmark" class="crp_title">Nikmatnya Kue Kacang Xinjiang</a></li><li><a href="http://arisheruutomo.com/2011/09/03/grombyang-pemalang/" rel="bookmark" class="crp_title">Sensasi Grombyang Pemalang</a></li><li><a href="http://arisheruutomo.com/2011/12/22/kulit-mangga-ibu/" rel="bookmark" class="crp_title">Kulit Mangga dari Ibu</a></li></ul></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://arisheruutomo.com/2013/02/03/cerita-singkat-pks-beijing/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Impian dan Diaoyu, Kata Paling Top 2012 di China</title>
		<link>http://arisheruutomo.com/2013/01/25/impian-dan-diaoyu-kata-paling-top-2012-di-china/</link>
		<comments>http://arisheruutomo.com/2013/01/25/impian-dan-diaoyu-kata-paling-top-2012-di-china/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 25 Jan 2013 04:32:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Aris Heru Utomo</dc:creator>
				<category><![CDATA[China]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arisheruutomo.com/?p=1640</guid>
		<description><![CDATA[Tahun 2012 telah berlalu dan berbagai peristiwa yang menyertainya pun telah menjadi catatan sejarah. Beberapa peristiwa penting yang patut dicatat di Cina antara lain terjadinya transisi kepemimpinan tertinggi di Partai Komunis Cina (PKC) dengan dilantiknya Xin Jinping sebagai Sekretaris Jenderal PKC menggantikan Hu Jintao, peluncuran pesawat ruang angkasa Cina pertama, dan memuncaknya konflik kepemilikan kepulauan<div class="crp_related"><h3>Related Posts:</h3><ul><li><a href="http://arisheruutomo.com/2012/09/18/makna-peringatan-insiden-manchuria-di-tengah-konflik-diaoyu/" rel="bookmark" class="crp_title">Makna Peringatan Insiden Manchuria di tengah Konflik Diaoyu</a></li><li><a href="http://arisheruutomo.com/2012/09/19/1490/" rel="bookmark" class="crp_title">Politik Luar Negeri RI Saat ini Lebih Percaya Diri</a></li><li><a href="http://arisheruutomo.com/2012/10/15/nobel-kesusastraan-2012-dan-kebebasan-berpendapat-di-china/" rel="bookmark" class="crp_title">Nobel Kesusastraan 2012 dan Kebebasan Berpendapat di China</a></li><li><a href="http://arisheruutomo.com/2012/10/04/persepsi-masyarakat-indonesia-mengenai-china/" rel="bookmark" class="crp_title">Persepsi Masyarakat Indonesia Mengenai China</a></li><li><a href="http://arisheruutomo.com/2013/01/01/pidato-tahun-baru-terakhir-hu-jintao/" rel="bookmark" class="crp_title">Pidato Tahun Baru Terakhir Hu Jintao</a></li></ul></div>]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Tahun 2012 telah berlalu dan berbagai peristiwa yang menyertainya pun telah menjadi catatan sejarah. Beberapa peristiwa penting yang patut dicatat di Cina antara lain terjadinya transisi kepemimpinan tertinggi di Partai Komunis Cina (PKC) dengan dilantiknya Xin Jinping sebagai Sekretaris Jenderal PKC menggantikan Hu Jintao, peluncuran pesawat ruang angkasa Cina pertama, dan memuncaknya konflik kepemilikan kepulauan Diaoyu antara Cina dan Jepang.</p>
<p>Sementara pada tingkat global, berbagai peristiwa juga terus berlangsung, seperti terpilihnya kembali Presiden AS Barrack Obama, kembalinya Vladimir Putin sebagai Presiden Rusia, terus berlanjutnya krisis keuangan dunia, berlangsungnya Olimpiade di London, dan konflik di Timur Tengah yang tidak berkesudahan.</p>
<p>‘Menyikapi berbagai perkembangan domestik di China dan global, Jika anda diminta memilih satu kata untuk menggambarkan atau menyimpulkan peristiwa yang terjadi China dan belahan dunia lainnya selama tahun 2012, kata apa yang akan dipilih?’, begitu pertanyaan yang diajukan majalah ‘Beijing’ kepada para netcitizen di media sosial China pada bulan Desember 2012.<span id="more-1640"></span></p>
<p>Seperti lazimnya penggunaan kata untuk menggambarkan perasaan dan tindakan, maka pemilihan kata-kata yang disampaikan para <em>netcitizen</em> dapat mencerminkan perasaan, pandangan, dan tindakan yang mewakili pandangan masyarakat China pada umumnya.</p>
<p>Dari hasil survei yang dilakukan majalah ‘Beijing’ dan dimuat dalam edisi 1 tahun 2013, sebagian besar <em>netcitizen</em> memilih kata ‘impian’ dan ‘Diaoyu’ sebagai kata-kata yang paling tepat untuk menggambarkan perasaan masyarakat China terhadap peristiwa yang berlangsung di tahun 2012. Sementara kata ‘keseimbangan’ dan ‘pemilihan’ merupakan dua kata untuk menggambarkan perasaan dan harapan masyarakat China mengenai perkembangan situasi global di tahun 2012. Keempat kata tersebut mengungguli beberapa kata lainnya yaitu ‘union’, ‘perubahan’, ‘kompetisi’, ‘chaos’, dan ‘pemanasan global’.</p>
<p>Munculnya kata ‘impian’ sebagai kata terfavorit sepertinya mencerminkan perasaan, keinginan dan tindakan masyarakat Cina dalam mewujudkan impianya, baik secara individu maupun kolektif di tahun 2012. Beberapa impian sudah tercapai seperti keberhasilan Tim Olimpiade China di London, terpilihnya Mo Yan sebagai pemenang Nobel Sastra, keberhasilan peluncuran pesawat ruang angkasa China untuk pertama kalinya, dan keberhasilan sebagai negara dengan perekonomian kedua terbesar di dunia. Sementara impian lainnya masih terus dikejar dan diperjuangkan.</p>
<p>Sementara munculnya kata ‘Diaoyu’ sebagai kata terfavorit, tidak terlepas dari konflik kepemilikan Pulau Diaoyu antara China dan Jepang, yang diikuti sikap anti-Jepang oleh sebagian anggota masyarakat China.</p>
<p>Adapun munculnya kata ‘keseimbangan’ dan ‘pemilihan’ memperlihatkan harapan masyarakat China yang menginginkan adanya keseimbangan dalam tata hubungan internasional, khususnya terkait dengan kebijakan AS untuk kembali meningkatkan kehadiran kekuatan militernya di Asia Pasifik. Dalam pandangan masyarakat China, penguatan kekuatan AS di Asia Pasifik merupakan bagian dari upaya AS mengurangi pengaruh China di kawasan.</p>
<p>Sementara kata ‘pemilihan’ mencuat ke permukaan sejalan dengan banyaknya pemilihan kepala negara/pemerintahan di berbagai negara. Setidaknya terdapat 60 negara yang melakukan pemilihan pada tahun 2012 seperti AS, Jepang, Korea Selatan, Mesir, Venezuela dan Mexico. Berbagai pemilihan yang berlangsung tersebut, tidak hanya berpengaruh terhadap negara di mana pemilihan berlangsung, tetapi juga dalam kerangka yang lebih luas.</p>
<p>Kalau kata ‘impian’. &#8216;Diaoyu’, ‘keseimbangan’ dan ‘pemilihan’ menjadi kata-kata yang paling top di Cina sepanjang tahun 2012, kira-kira kata-kata apa yang paling top di Indonesia pada tahun 2012 tersebut? Mungkinkah kata ‘korupsi’ menjadi kata yang paling top</p>
<div class="crp_related"><h3>Related Posts:</h3><ul><li><a href="http://arisheruutomo.com/2012/09/18/makna-peringatan-insiden-manchuria-di-tengah-konflik-diaoyu/" rel="bookmark" class="crp_title">Makna Peringatan Insiden Manchuria di tengah Konflik Diaoyu</a></li><li><a href="http://arisheruutomo.com/2012/09/19/1490/" rel="bookmark" class="crp_title">Politik Luar Negeri RI Saat ini Lebih Percaya Diri</a></li><li><a href="http://arisheruutomo.com/2012/10/15/nobel-kesusastraan-2012-dan-kebebasan-berpendapat-di-china/" rel="bookmark" class="crp_title">Nobel Kesusastraan 2012 dan Kebebasan Berpendapat di China</a></li><li><a href="http://arisheruutomo.com/2012/10/04/persepsi-masyarakat-indonesia-mengenai-china/" rel="bookmark" class="crp_title">Persepsi Masyarakat Indonesia Mengenai China</a></li><li><a href="http://arisheruutomo.com/2013/01/01/pidato-tahun-baru-terakhir-hu-jintao/" rel="bookmark" class="crp_title">Pidato Tahun Baru Terakhir Hu Jintao</a></li></ul></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://arisheruutomo.com/2013/01/25/impian-dan-diaoyu-kata-paling-top-2012-di-china/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Penurunan Bendera di Tiananmen</title>
		<link>http://arisheruutomo.com/2013/01/05/penurunan-bendera-di-tiananmen-2/</link>
		<comments>http://arisheruutomo.com/2013/01/05/penurunan-bendera-di-tiananmen-2/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 05 Jan 2013 01:47:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Aris Heru Utomo</dc:creator>
				<category><![CDATA[China]]></category>
		<category><![CDATA[penurunan bendera]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arisheruutomo.com/?p=1621</guid>
		<description><![CDATA[Di tengah cuaca musim dingin dengan suhu minus 10 derajat Celcius di awal Januari 2013, ribuan wisatawan Cina dan manca negara berkerumun di sekitar pagar pembatas di lapangan Tiananmen (Tiananmen Square), sementara sebagian lainnya berkumpul di seberang jalan Chang An, persis di sisi kanan dan kiri Tiananmen Gate (Gate of Heavenly Peace). Dengan penuh antusias<div class="crp_related"><h3>Related Posts:</h3><ul><li><a href="http://arisheruutomo.com/2012/10/01/masyarakat-tiongkok-peringati-hari-berdirinya-rrt/" rel="bookmark" class="crp_title">Masyarakat Tiongkok Peringati Hari Berdirinya RRT</a></li><li><a href="http://arisheruutomo.com/2012/02/07/wakil-gubernur-provinsi-henan-kagumi-museum-kaa/" rel="bookmark" class="crp_title">Wakil Gubernur Provinsi Henan Kagumi Museum KAA</a></li><li><a href="http://arisheruutomo.com/2011/08/03/mari-mengenal-bendera-negara-asean/" rel="bookmark" class="crp_title">Mari Mengenal Bendera Negara ASEAN</a></li><li><a href="http://arisheruutomo.com/2012/08/18/huaqiao-beijing-rindu-indonesia-raya/" rel="bookmark" class="crp_title">Huaqiao Beijing Rindu Indonesia Raya</a></li><li><a href="http://arisheruutomo.com/2010/09/27/insiden-bendera-filipina-terbalik-di-ktt-ke-2-asean-as/" rel="bookmark" class="crp_title">Insiden Bendera Filipina terbalik di KTT ke-2 ASEAN-AS</a></li></ul></div>]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://arisheruutomo.com/wp-content/uploads/2013/01/upacara-bendera-tiananmen1.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-1636" title="upacara bendera tiananmen" src="http://arisheruutomo.com/wp-content/uploads/2013/01/upacara-bendera-tiananmen1-300x198.jpg" alt="" width="300" height="198" /></a>Di tengah cuaca musim dingin dengan suhu minus 10 derajat Celcius di awal Januari 2013, ribuan wisatawan Cina dan manca negara berkerumun di sekitar pagar pembatas di lapangan Tiananmen (Tiananmen Square), sementara sebagian lainnya berkumpul di seberang jalan Chang An, persis di sisi kanan dan kiri Tiananmen Gate (Gate of Heavenly Peace).</p>
<p>Dengan penuh antusias para wisatawan berkumpul untuk menyaksikan upacara penurunan bendera di lapangan Tiananmen yang dilakukan setiap jam 5 sore oleh regu penurun bendera dari kesatuan polisi para militer Cina. Mereka tampaknya tidak sabar untuk segera menyaksikan jalannya upacara yang hanya berlangsung tidak lebih dari 10 menit.</p>
<p>Upacara penurunan bendera diawali dengan keluarnya regu penurun bendera yang berjumlah sekitar 40 personil dari gerbang Tiananmen Gate. Berseragam hijau dengan mantel musim dingin yang tebal dan senapan serta sangkur terhunus dipanggul vertikal, regu penurun bendera melangkah tegap menyeberangi jalan Chang An menuju lapangan Tiananmen, yang sore itu lalu lintasnya sengaja ditutup selama berlangsungnya upacara.<span id="more-1621"></span></p>
<p>Mendekati tiang bendera, dua orang personil langsung menuju ‘panggung’ tempat mengerek dan menurunkan bendera. Sementara anggota regu penurun bendera lainnya berputar mengeliling tiang bendera untuk mengambil posisi tegap menghadap arah Tiananmen Gate dimana tergantung foto raksasa bapak pendiri RRC, Mao Zedong. Setelah semua personil berada pada posisi masing-masing, dua orang personil anggota regu penurun bendera yang berada di panggung secara perlahan mulai menurukan bendera Cina berwarna merah dengan 5 bintang berwarna kuning di ujungnya. Usai dilipat, bendera segera dibawa menuju Tiananmen Gate untuk dikibarkan kembali esok harinya.</p>
<p>Upacara penurunan bendera berlangsung singkat tanpa atraksi apapun, selain pemandangan baris berbaris dari polisi para militer Cina. Hal tersebut sebenarnya merupakan hal yang lazim karena upacara penaikan dan penurunan bendera yang dilakukan merupakan kegiatan rutin polisi para militer Cina yang bermarkas di Tiananmen. Namun demikian, upacara tersebut cukup menarik minat dan perhatian para wisatawan karena dilakukan di lapangan Tiananmen, suatu lapangan luas di pusat kota Beijing yang terkenal ke seluruh dunia karena aksi demonstrasi tahun 1989, dan dijadikan sebagai salah satu obyek wisata yang terbuka untuk umum.</p>
<p>Usai upacara penurunan bendera, polisi para militer lainnya yang tidak bertugas sebagai anggota penurun bendera dan hanya berdiam diri serta hanya berjaga-jaga di kawasan lapangan Tiananmen segera meminta para wisatawan yang berada di kawasan tersebut untuk segera mengosongkan lapangan karena kawasan lapangan akan segera ditutup bagi umum. Dengan penuh keramahan mereka meminta para wisatawan mengakhiri kegiatan memotret dan mengarahkan mereka ke pintu keluar.</p>
<p>Para wisatawan dengan tertib meninggalkan lapangan Tiananmen. Terlihat wajah-wajah ceriah dari para wisatawan usai menyaksikan upacara penurunan bendera Cina. Meski upacara tersebut sebenarnya dilakukan setiap sore, namun bagi para wisatawan yang datang jauh-jauh dari luar Beijing, kesempatan melihat langsung upacara penurunan bendera di lapangan Tiananmen tidak bisa dilakukan setiap saat.</p>
<p>Karenanya tidak mengherankan jika kemudian para wisatawan menjadikan acara penurunan bendera sebagai salah satu tujuan wisata yang patut dilihat. Tidak lengkap rasanya jika sudah berkunjung ke berbagai obyek wisata utama di Beijing seperti Great Wall, Summer Palace, Lapangan Tiananmen dan Forbidden City, namun belum melihat upacara penurunan bendera. Karena itu disarankan, jika berwisata ke Beijing, usahakan berkunjung ke Forbidden City, obyek wisata yang paling dekat ke lapangan Tiananmen, setelah makan siang dan diakhiri dengan kunjungan ke lapangan Tiananmen pada sekitar jam 4-an sore dengan hanya berjalan kaki.</p>
<p>Ada sedikit kejadian menarik saat kami akan meninggalkan lapangan Tiananmen dimana dua orang personil polisi para militer Cina mendekati dan mengenali kami sebagai orang Indonesia. Dengan ramah dan menggunakan sedikit bahasa Inggris kedua polisi tersebut menegur dan menanyakan apakah kami dari Indonesia.</p>
<p>‘Iya, kami dari Indonesia dan bagaimana kamu tahu kalau kami dari Indonesia’</p>
<p>‘Istri kamu pakai kerudung, muslim, dan sedikit-sedikit saya mengenali kata-kata yang kamu pergunakan saat berbicara. Saya tahu karena saya pernah ikut jaga waktu presiden Indonesia bertemu presiden kami’, jawab polisi tersebut, kali ini dalam bahasa Mandarin yang diterjemahkan anak saya.</p>
<p>‘O gitu, wah senang sekali bisa ketemu kalian. Kalau begitu, boleh kita berfoto bersama?’</p>
<p>‘Maaf, kami dilarang untuk berfoto dengan pengunjung. Tapi kalau kamu mau berfoto dengan kami, ambil saja gambarnya sambil jalan, seolah-olah gak sengaja’, saran mereka</p>
<p>‘Ok, ide yang menarik’, jawab saya dan segera menyuruh anak saya memotret kami sedang berbincang-bincang sambil berjalan menuju pintu keluar lapangan Tiananmen.</p>
<p>Setelah berada di luar kawasan lapangan Tiananmen, sambil berjalan, istri saya berkomentar ‘Sebenarnya upacara penurunan bendera setiap tanggal 17 yang pernah dilakukan di depan Istana Negara Indonesia juga tidak kalah menariknya. Upacara penurunan bendera tersebut bisa juga dijadikan obyek wisata. Para wisatawan yang berkunjung ke Monas pada tanggal 17, bisa sekalian mampir ke depan istana untuk melihat upacara penurunan bendera. Sayangnya, upacara tersebut sepertinya sudah tidak pernah dilaksanakan lagi’</p>
<p>‘Ehm …sepertinya sekarang sudah tidak ada lagi upacara penurunan bendera setiap tanggal 17. Kalau upacara tersebut bisa dilaksanakan kembali dan dikemas dengan baik, pasti sangat menarik dan bisa menjadi obyek wisata. Tapi jika pas ada demo, saya tidak yakin upacara penurunan bendera akan berjalan khidmat dan tidak akan ada gangguan dari demonstran’, jawab saya sambil menggigil kedinginan karena suhu semakin malam rupanya semakin minus.</p>
<p>‘iya ya … sayang banget’, ujar istri saya menutup pembicaraan</p>
<div class="crp_related"><h3>Related Posts:</h3><ul><li><a href="http://arisheruutomo.com/2012/10/01/masyarakat-tiongkok-peringati-hari-berdirinya-rrt/" rel="bookmark" class="crp_title">Masyarakat Tiongkok Peringati Hari Berdirinya RRT</a></li><li><a href="http://arisheruutomo.com/2012/02/07/wakil-gubernur-provinsi-henan-kagumi-museum-kaa/" rel="bookmark" class="crp_title">Wakil Gubernur Provinsi Henan Kagumi Museum KAA</a></li><li><a href="http://arisheruutomo.com/2011/08/03/mari-mengenal-bendera-negara-asean/" rel="bookmark" class="crp_title">Mari Mengenal Bendera Negara ASEAN</a></li><li><a href="http://arisheruutomo.com/2012/08/18/huaqiao-beijing-rindu-indonesia-raya/" rel="bookmark" class="crp_title">Huaqiao Beijing Rindu Indonesia Raya</a></li><li><a href="http://arisheruutomo.com/2010/09/27/insiden-bendera-filipina-terbalik-di-ktt-ke-2-asean-as/" rel="bookmark" class="crp_title">Insiden Bendera Filipina terbalik di KTT ke-2 ASEAN-AS</a></li></ul></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://arisheruutomo.com/2013/01/05/penurunan-bendera-di-tiananmen-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pidato Tahun Baru Terakhir Hu Jintao</title>
		<link>http://arisheruutomo.com/2013/01/01/pidato-tahun-baru-terakhir-hu-jintao/</link>
		<comments>http://arisheruutomo.com/2013/01/01/pidato-tahun-baru-terakhir-hu-jintao/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 01 Jan 2013 09:45:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Aris Heru Utomo</dc:creator>
				<category><![CDATA[China]]></category>
		<category><![CDATA[Cina]]></category>
		<category><![CDATA[Hu Jintao]]></category>
		<category><![CDATA[pidato tahun baru]]></category>
		<category><![CDATA[Xi Jinping]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arisheruutomo.com/?p=1616</guid>
		<description><![CDATA[Seperti kebiasaan tahun-tahun sebelumnya, sesaat setelah pergantian tahun, Presiden Cina Hu Jintao menyampaikan pidato awal tahun yang ditujukan kepada masyarakat Cina di dalam dan luar negeri, serta seluruh masyarakat dunia. Yang menarik, pidato awal tahun 2013 ini adalah pidato yang terakhir dari Hu Jintao yang akan berakhir masa jabatannya dan menyerahkan kekuasaannya pada bulan Maret<div class="crp_related"><h3>Related Posts:</h3><ul><li><a href="http://arisheruutomo.com/2013/01/25/impian-dan-diaoyu-kata-paling-top-2012-di-china/" rel="bookmark" class="crp_title">Impian dan Diaoyu, Kata Paling Top 2012 di China</a></li><li><a href="http://arisheruutomo.com/2012/11/17/china-dibawah-pimpinan-generasi-baru/" rel="bookmark" class="crp_title">China Miliki Pimpinan Generasi V</a></li><li><a href="http://arisheruutomo.com/2012/08/18/huaqiao-beijing-rindu-indonesia-raya/" rel="bookmark" class="crp_title">Huaqiao Beijing Rindu Indonesia Raya</a></li><li><a href="http://arisheruutomo.com/2011/02/03/tahun-baru-cina-dan-kuliner/" rel="bookmark" class="crp_title">Tahun Baru Cina dan Kuliner</a></li><li><a href="http://arisheruutomo.com/2012/10/01/masyarakat-tiongkok-peringati-hari-berdirinya-rrt/" rel="bookmark" class="crp_title">Masyarakat Tiongkok Peringati Hari Berdirinya RRT</a></li></ul></div>]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://arisheruutomo.com/wp-content/uploads/2013/01/Hu-Jintao.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-1617" title="Hu Jintao" src="http://arisheruutomo.com/wp-content/uploads/2013/01/Hu-Jintao-300x295.jpg" alt="" width="300" height="295" /></a>Seperti kebiasaan tahun-tahun sebelumnya, sesaat setelah pergantian tahun, Presiden Cina Hu Jintao menyampaikan pidato awal tahun yang ditujukan kepada masyarakat Cina di dalam dan luar negeri, serta seluruh masyarakat dunia. Yang menarik, pidato awal tahun 2013 ini adalah pidato yang terakhir dari Hu Jintao yang akan berakhir masa jabatannya dan menyerahkan kekuasaannya pada bulan Maret 2013 kepada Xi Jinping, yang sekarang menjabat sebagai Wakil Presiden.</p>
<p style="text-align: justify;">Sebagai pemimpin negara besar dan selama 10 tahun terakhir sukses menjadikan Cina sebagai negara dengan perekonomian terbesar kedua di dunia, pernyataan Hu Jintao tentu saja sangat dinantikan, bukan hanya oleh masyarakatnya, tetapi juga masyarakat dunia. Masyarakat menantikan kemana Cina mengarahkan kebijakannya dalam setahun mendatang dan apa dampaknya bagi mereka.</p>
<p style="text-align: justify;">‘Cina akan bekerjasama mendorong pertumbuhan ekonomi global di tahun 2013’, demikian pernyataan tahun baru Hu Jintao yang disiarkan stasiun radio dan televisi Cina. ‘Cina akan mendorong upaya-upaya untuk meningkatkan pertumbuhan perekonomian dunia yang kuat, berkesinambungan dan seimbang. Jika selama tahun 2012 Cina telah berhasil melakukan pembangunan ekonomi yang stabil, maka sejalan dengan upaya Cina memusatkan perhatian pada restrukturisasi model pertumbuhan, diharapkan pertumbuhan ekonomi yang stabil juga akan terjadi pada tahun 2013’, demikian ditambahkan Hu Jintao.<span id="more-1616"></span></p>
<p style="text-align: justify;">‘Sekarang saatnya masyarakat Cina bersatu dibawah kepemimpinan Xi Jinping untuk bekerja membangun masyarakat yang sejahtera’, demikian seru Hu Jintao, tanpa menyebutkan bagaimana Cina akan menyelesaikan transisi kepemimpinannya yang telah berjalan 10 tahun tersebut dan rencana mengelola perekonomian Cina yang ditargetkan tumbuh sebesar 8,1 persen pada tahun 2013.</p>
<p style="text-align: justify;">Permasalahan lain yang disinggung Hu JIntao adalah terkait dengan kebijakan ‘satu negara, dua sistem’ yang diterapkan di Hong Kong dan Makau, Hu JIntao mengatakan bahwa Cina akan tetap berpegang pada kebijakan ‘satu negara, dua sistem’, dengan pemberian otonomi yang sangat luas. Sementara terkait Taiwan, Cina akan mendorong hubungan pembangunan damai Cina daratan-Taiwan, yang menguntungkan bagi masyarakat senegara (<em>compatriot</em>) di kedua sisi Selat Taiwan dan menjaga kepentingan dasar bangsa Cina.</p>
<p style="text-align: justify;">Dalam kaitannya dengan kerjasama internasional, Hu Jintao mengemukakan bahwa masyarakat Cina akah teguh mendorong perdamaian dan pembangunan dunia. melanjutkan kerjasama persahabatan dengan bangsa-bangsa lain atas dasar prinsip hidup berdampingan dan mendorong upaya penyelesaian masalah internasional secara damai.</p>
<p style="text-align: justify;">‘Cina akan bekerja keras untuk memfasilitasi pertumbuhan ekonomi dunia yang kuat, berkesinambungan dan seimbang dan memainkan perannya dengan penuh tanggung jawab sebagai negara besar’</p>
<p style="text-align: justify;">‘Saya yakin bahwa sepanjang kita mengikuti keinginan masyarakat dari berbagai bangsa, dan sejalan dengan kecenderungan pembangunan dunia, kita pasti akan dapat memajukan perdamaian dan pembangunan dunia, dan membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat di berbagai negara’, demikian penutup pidato tahun baru Hu Jintao.</p>
<p style="text-align: justify;">Pernyataan awal tahun baru 2013 dari Hu Jintao tersebut di atas memperlihatkan optimisme dan sinyal kuat dari para pemimpin Cina mengenai akan pulihnya perekonomian Cina setelah sekitar dua tahun terakhir melemah. Pemulihan ekonomi ini tentu saja akan memuluskan transisi kekuasaan dari Hu JIntao ke Xi Jinping di tengah mencuatnya isu korupsi dan kesenjangan pendapatan yang semakin melebar.</p>
<p style="text-align: justify;">Adapun dalam menanggapi isu korupsi dan kesenjangan pendapatan, segera setelah terpilih sebagai Sekretaris Jenderal Partai Komunis Cina menggantikan Hu Jintao, Xi Jinping sendiri langsung mengeluarkan pernyataan untuk memerangi korupsi dan menyerukan untuk menghapuskan berbagai acara yang mewah, mengurangi biaya resepsi dan hidup lebih sederhana. Suatu pernyataan yang bukan sekedar untuk merebut kembali simpati masyarakat, tetapi pernyataan yang juga kemudian diikuti dengan serangkaian upaya terpadu, misalnya memotong jalur birokrasi dan protokoler yang berkepanjangan.</p>
<div class="crp_related"><h3>Related Posts:</h3><ul><li><a href="http://arisheruutomo.com/2013/01/25/impian-dan-diaoyu-kata-paling-top-2012-di-china/" rel="bookmark" class="crp_title">Impian dan Diaoyu, Kata Paling Top 2012 di China</a></li><li><a href="http://arisheruutomo.com/2012/11/17/china-dibawah-pimpinan-generasi-baru/" rel="bookmark" class="crp_title">China Miliki Pimpinan Generasi V</a></li><li><a href="http://arisheruutomo.com/2012/08/18/huaqiao-beijing-rindu-indonesia-raya/" rel="bookmark" class="crp_title">Huaqiao Beijing Rindu Indonesia Raya</a></li><li><a href="http://arisheruutomo.com/2011/02/03/tahun-baru-cina-dan-kuliner/" rel="bookmark" class="crp_title">Tahun Baru Cina dan Kuliner</a></li><li><a href="http://arisheruutomo.com/2012/10/01/masyarakat-tiongkok-peringati-hari-berdirinya-rrt/" rel="bookmark" class="crp_title">Masyarakat Tiongkok Peringati Hari Berdirinya RRT</a></li></ul></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://arisheruutomo.com/2013/01/01/pidato-tahun-baru-terakhir-hu-jintao/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mau Kaya Raya, Bangunlah Jalan Raya</title>
		<link>http://arisheruutomo.com/2012/12/29/cinajalanraya/</link>
		<comments>http://arisheruutomo.com/2012/12/29/cinajalanraya/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 29 Dec 2012 05:34:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Aris Heru Utomo</dc:creator>
				<category><![CDATA[ASEAN]]></category>
		<category><![CDATA[kereta cepat]]></category>
		<category><![CDATA[kereta cepat terpanjang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arisheruutomo.com/?p=1603</guid>
		<description><![CDATA[Ada kata-kata bijak di Cina yang berbunyi ‘Jika kamu ingin kaya raya, kamu mesti membangun jalan raya’.  Menuruti kata-kata bijak tersebut, sejak jaman Cina kuno hingga modern para penguasa di Cina selalu membangun jalan raya dan infrastruktur lainnya. Yang teranyar adalah pembangunan jalur kereta cepat Beijing-Guangzhou sepanjang 2.298 km dan mulai dioperasikan sejak 26 Desember<div class="crp_related"><h3>Related Posts:</h3><ul><li><a href="http://arisheruutomo.com/2012/08/05/beijing-sang-primadona/" rel="bookmark" class="crp_title">Beijing Sang Primadona</a></li><li><a href="http://arisheruutomo.com/2012/01/10/belajar-tersenyum-dari-china/" rel="bookmark" class="crp_title">Belajar Tersenyum Dari China</a></li><li><a href="http://arisheruutomo.com/2011/09/10/welcome-to-beijing/" rel="bookmark" class="crp_title">Welcome To Beijing</a></li><li><a href="http://arisheruutomo.com/2012/01/22/mudik-imlek-di-china/" rel="bookmark" class="crp_title">Mudik Imlek di China</a></li><li><a href="http://arisheruutomo.com/2012/10/04/persepsi-masyarakat-indonesia-mengenai-china/" rel="bookmark" class="crp_title">Persepsi Masyarakat Indonesia Mengenai China</a></li></ul></div>]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://arisheruutomo.com/wp-content/uploads/2012/12/kereta-cepat.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-1606" title="kereta cepat" src="http://arisheruutomo.com/wp-content/uploads/2012/12/kereta-cepat-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a>Ada kata-kata bijak di Cina yang berbunyi ‘Jika kamu ingin kaya raya, kamu mesti membangun jalan raya’.  Menuruti kata-kata bijak tersebut, sejak jaman Cina kuno hingga modern para penguasa di Cina selalu membangun jalan raya dan infrastruktur lainnya. Yang teranyar adalah pembangunan jalur kereta cepat Beijing-Guangzhou sepanjang 2.298 km dan mulai dioperasikan sejak 26 Desember 2012.</p>
<p>Dengan kecepatan rata-rata 300 km per jam (dari maksimum 380 km per jam) dan meluncur di jalur khusus, Beijing – Guanzhou yang awalnya ditempuh selama lebih dari 20 jam, kini dapat ditempuh hanya dalam waktu sekitar 8 jam. Bandingkan dengan perjalanan kereta Jakarta-Surabaya sepanjang 727 km yang ditempuh selama 10-12 jam atau rata-rata 70 km per jam. Selain memangkas waktu perjalanan, pembangunan jalur kereta cepat tersebut juga menghubungkan 28 kota dan 5 ibu kota provinsi.</p>
<p>Pengoperasian jalur kereta cepat Beijing-Guangzhou tersebut menjadi tonggak sejarah baru dalam perkeretaan Cina dan semakin mengukuhkan Cina sebagai negara yang memiliki jalur kereta cepat terpanjang di dunia sepanjang 13.539 km, mengungguli Spanyol (5,525 km), Perancis (4.722 km) dan gabungan Eropa (5.189 km).<span id="more-1603"></span></p>
<p>Banyak orang kemudian bertanya-tanya, sejak kapan Cina mulai membangun industri kereta cepat dan bagaimana mereka membangun dan mengembangkannya? Dari berbagai referensi dan ngobrol-ngobrol dengan pejabat perkeretaan Cina yang sempat saya temui beberapa waktu lalu, diketahui bahwa pengembangan kereta cepat di Cina dimulai pada tahun 2007 atau baru 5 tahun yang lalu.</p>
<p>Program pembangunan kereta cepat dilakukan guna memodernisasi angkutan kereta konvensional yang dirasakan sudah tidak lagi dapat memenuhi kebutuhan transportasi masyarakat Cina. Targetnya adalah tersedianya jalur kereta cepat sepanjang 18.000 km pada tahun 2015, selain jalur kereta lainnya sepanjang 120.000 km pada tahun 2020, dapat mengangkut sekitar 500 juta orang per tahun, dan menghubungkan semua provinsi dan kota di CIna.  Modernisasi juga dilakukan guna mempercepat pertumbuhan ekonomi di daerah-daerah yang dilewati jalur kereta melalui perpindahan orang, barang, jasa, informasi dan investasi.</p>
<p>Untuk mencapai target yang telah ditetapkan, sejak program kereta cepat diluncurkan, Pemerintah Cina dibawah koordinasi Kementerian Perkeretaan menjalin kerjasama pembuatan dan alih teknologi dengan sejumlah perusahaan pembuat kereta di berbagai negara seperti <em>Siemens,</em> <em>Bombardier</em> dan <em>Kawasaki Heavy Industry. </em>Sempat melambat pada tahun 2010 karena kasus korupsi di kementerian perkeretaan Cina , kini industri kereta Cina kembali bergairah. Hasilnya, selain diperolehnya produk kereta modern, juga lahir tenaga-tenaga ahli kereta Cina yang mampu mendisain dan membangun kereta sendiri yang sesuai dengan kebutuhan dan dapat mencapai kecepatan hingga 380 km per jam.</p>
<p>Penasaran dengan kehebatan kereta cepat yang dibangun Cina, saya pernah beberapa kali menaiki kereta cepat tersebut, salah satunya adalah kereta cepat Beijing-Hangzhou yang berjarak 1.637 km. Berangkat dari <em>Beijing South Railway Station</em> sekitar pukul 16.50, terlambat 10 menit dari jadwal semestinya yaitu 16.40, kereta langsung melesat begitu meninggalkan stasiun. Tidak sampai 15 menit, kereta sudah meluncur dengan kecepatan di atas 300 km per jam. Kecepatan tersebut terus bertahan sepanjang perjalanan dan hanya berkurang ketika memasuki beberapa stasiun di kota yang dilewati. Dan dengan kecepatan rata-rata sekitar 300 km per jam, tidak mengherankan jika jarak Beijing-Hangzhou sepanjang 1.637 km dapat ditempuh tidak sampai 6 jam.</p>
<p>Bergerak di atas re khusus, saya tidak merasakan guncangan-guncangan atau gerbong kereta yang naik-turun atau bergerak ke kanan-kiri seperti lazimnya kereta konvensional. Saking halusnya, saya merasa seperti sedang terbang menggunakan jet darat.</p>
<p>Pengalaman perjalanan menjadi lebih menyenangkan karena saya dapat menyalakan laptop dan bermain game tanpa perlu khawatir kehabisan baterai karena di setiap kursi yang diduduki terdapat sambungan listrik. Selain fasilitas sambungan listrik, di setiap gerbong juga tersedia dispenser berisi air dingin dan panas yang dapat diperoleh secara gratis.</p>
<p>Dan yang juga menyenangkan, di setiap gerbong terdapat toilet yang cukup bersih, tidak kalah dengan toilet di pesawat terbang. Terlihat petugas <em>cleaning service</em> bolak balik memeriksa kebersihan toilet. Dengan kondisi toilet yang bersih, saya tidak perlu khawatir jika ingin buang air kecil atau besar.</p>
<p>Dengan interior kereta yang didisain seperti kabin pesawat, duduk di kelas ekonomi pun cukup nyaman. Tentu saja kalau mau lebih nyaman bisa memilih gerbong eksekutif dimana kursinya lebih lebar dan bisa dijadikan tempat tidur seperti layaknya kelas bisnis di pesawat terbang.</p>
<p>Bosan berdiam di tempat duduk, bersama beberapa teman, saya pun berjalan ke ruang restorasi untuk sekedar minum teh atau ngobrol di  ruangan yang didisain mirip restoran.</p>
<p>Sambil ngobrol di restorasi, saya dan teman-teman kadang bercerita dan membayangkan seandainya perkeretaan di Indonesia bisa seperti Cina.  Jalur kereta dibangun dan diperbanyak sehingga bisa menghubungkan sebagian besar kota-kota di Indonesia. Bukan hanya membayangkan jarak Jakarta-Surabaya sepanjang 727 km yang bisa ditempuh dalam waktu 3-4 jam saja, tetapi juga kemungkinan jalur kereta dari Surabaya hingga Banda Aceh di Pulau Sumatera (tentunya kalau pembangunan Jembatan Selat Sunda jadi terlaksana). Selain jalur kereta di Pulau jawa dan Sumatera, kami juga membayangkan jalur kereta dari Makassar hingga Menado di Pulau Sulawesi ataupun koneksi antar kota di Kalimantan.</p>
<p>Dengan pembangunan jalur kereta, disertai jalan tol dan pelabuhan laut yang menghubungkan satu kota dengan kota lain, akan memudahkan pergerakan barang, orang, jasa dan informasi dari satu tempat ke tempat lain seperti halnya di Cina. Otomatis, perekonomian di berbagai kota di Indonesia pun akan terdorong dan ikut bergerak maju, serta meningkatkan daya saing.</p>
<p>‘Saya optimis Indonesia bisa mempercepat pembangunan infrastruktur, termasuk jalur kereta api, jika program Master Plan Pembangunan dan Percepatan Ekonomi Indonesia (MP3EI) 2011-2025 bisa diimplementasikan dengan baik. Asal jangan nanti ganti presiden, program MP3EI dihentikan dan dibikin lagi program baru dan pelaksanaannya dimulai lagi dari awal. Akhirnya rencana pembangunan tetap jalan di tempat alias mangkrak seperti rencana pembangunan MRT di Jakarta’, komentar teman saya yang rajin mengikuti berita pembangunan di tanah air.</p>
<p>‘Iya, menurut saya program MP3EI sudah cukup baik, siapaun presiden kita nanti, program tersebut bisa dilaksanakan. jangan dihentikan kalau ganti presiden. Kalau memang ada kekurangan dari program tersebut, sebaiknya diperbaiki saja dan ditambah jika masih dirasakan kurang’, timpal teman saya yang lain.</p>
<p>‘Sip deh,  kalau gitu sekarang menjadi tugas bersama semua pemangku kepentingan, termasuk kita-kita yang lagi di Cina nich, untuk meyakinkan calon investor Cina agar mau ikutan program MP3EI dan tanamkan modalnya, serta yang tidak kalah pentingnya adalah mengajak mereka untuk ikut memberikan alih teknologi. Jangan memberikan teknologi usang, yang di Cina sudah tidak terpakai kemudian dialhkan ke Indonesia’, ujar saya.</p>
<p>‘Dan yang tidak kalah penting, kita mesti ingatkan para pemimpin kita mengenai kata-kata bijak orang Cina ‘Jika ingin kaya raya, bangun jalan raya’. Kalau perlu tambahkan ‘Jangan foya-foya, cari bini muda dan kawin siri’, tambah teman yang tadi ngomongin MP3EI.</p>
<p>‘Ha ha ha bisa aja loe, udah ach, yuk kembali ke kursi masing-masing, kereta sudah hampir tiba di Hangzhou tuch’</p>
<p>&nbsp;</p>
<div class="crp_related"><h3>Related Posts:</h3><ul><li><a href="http://arisheruutomo.com/2012/08/05/beijing-sang-primadona/" rel="bookmark" class="crp_title">Beijing Sang Primadona</a></li><li><a href="http://arisheruutomo.com/2012/01/10/belajar-tersenyum-dari-china/" rel="bookmark" class="crp_title">Belajar Tersenyum Dari China</a></li><li><a href="http://arisheruutomo.com/2011/09/10/welcome-to-beijing/" rel="bookmark" class="crp_title">Welcome To Beijing</a></li><li><a href="http://arisheruutomo.com/2012/01/22/mudik-imlek-di-china/" rel="bookmark" class="crp_title">Mudik Imlek di China</a></li><li><a href="http://arisheruutomo.com/2012/10/04/persepsi-masyarakat-indonesia-mengenai-china/" rel="bookmark" class="crp_title">Persepsi Masyarakat Indonesia Mengenai China</a></li></ul></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://arisheruutomo.com/2012/12/29/cinajalanraya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
