<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Aris Heru Utomo&#039;s Blog</title>
	<atom:link href="http://arisheruutomo.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://arisheruutomo.com</link>
	<description>Thinking, Writing and Sharing</description>
	<lastBuildDate>Sun, 13 May 2012 17:24:28 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	
		<item>
		<title>Sri Mulyani dan 25 Wanita Berpengaruh versi Foreign Policy Magazine</title>
		<link>http://arisheruutomo.com/2012/05/13/sri-mulyani-dan-25-wanita-berpengaruh-versi-foreign-policy/</link>
		<comments>http://arisheruutomo.com/2012/05/13/sri-mulyani-dan-25-wanita-berpengaruh-versi-foreign-policy/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 13 May 2012 06:46:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Aris Heru Utomo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tokoh]]></category>
		<category><![CDATA[forign policy]]></category>
		<category><![CDATA[majalah foreign policy]]></category>
		<category><![CDATA[Sri Mulyani]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arisheruutomo.com/?p=1356</guid>
		<description><![CDATA[Kehebatan kinerja Sri Mulyani Indrawati di bidang keuangan nampaknya tidak habis-habisnya diakui kalangan dunia internasional. Hampir setiap tahun berbagai institusi di dunia, terutama institusi bisnis dan keuangan global, menobatkan mantan Menteri Keuangan RI yang akrab dipanggil Mbak Ani sebagai wanita paling berpengaruh di dunia. Tahun 2012 ini nama Sri Mulyani Indrawati kembali masuk dalam daftar]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kehebatan kinerja Sri Mulyani Indrawati di bidang keuangan nampaknya tidak habis-habisnya diakui kalangan dunia internasional. Hampir setiap tahun berbagai institusi di dunia, terutama institusi bisnis dan keuangan global, menobatkan mantan Menteri Keuangan RI yang akrab dipanggil Mbak Ani sebagai wanita paling berpengaruh di dunia. Tahun 2012 ini nama Sri Mulyani Indrawati kembali masuk dalam daftar wanita berpengaruh versi majalah <em>Foreign Policy</em> edisi Mei-Juni 2012. Dalam daftar yang diberi judul “<em><span style="text-decoration: underline;"><a href="http://www.foreignpolicy.com/articles/2012/04/23/the_most_powerful_women_youve_never_heard_of">The Most Powerful Women You&#8217;ve Never Heard</a></span><a href="http://www.foreignpolicy.com/articles/2012/04/23/the_most_powerful_women_youve_never_heard_of"> Of</a></em>”, nama Sri Mulyani Indrawati berada pada urutan ke-18 dari 25 orang wanita paling berpengaruh di dunia.</p>
<p>Nama Sri Mulyani Indrawati bersanding dengan nama-nama wanita berpengaruh lainnya di dunia antara lain Helen Clark (mantan PM Selandia Baru dan sekarang menjabat sebagai Administrator UNDP), Liu Yandong (satu-satunya anggota Politbiro Partai Komunis Tiongkok), Lael Brainard (Wakil Menteri Keuangan AS bidang hubungan internasional), Ngozi Okonjo-Iweala (Menteri Keuangan Nigeria), Mary Schapiro (Ketua Komisi Pasar Modal AS), Theresa May (MenterI Dalam Negeri Inggris), dan Hanan Asrawi (anggota Komite Eksekutif PLO).<span id="more-1356"></span></p>
<p>Berbeda dengan penobatan yang dilakukan berbagai institusi sebelumnya, seperti yang dilakukan majalah Forbes misalnya, yang umumnya mencampurkan semua jenis profesi seperti politisi, pengusaha ataupun <em>entertainer </em>dalam satu daftar, maka majalah <em>Foreign Policy</em> hanya menobatkan tokoh-tokoh wanita berprestasi yang memiliki profesi atau jabatan yang sangat terkait dengan pengambilan kebijakan di negaranya maupun di berbagai institusi internasional. Karenanya tidak mengherankan jika dalam daftar yang dikeluarkan majalah <em>Foreign Policy</em> tersebut tidak diketemukan nama-nama <em><span style="text-decoration: underline;">entertainer</span> </em>seperti Lady Gaga yang pernah dinobatkan majalah <em>Forbes</em> sebagai wanita paling berpengaruh ke-11 pada tahun 2011. </p>
<p>Dalam penjelasannya mengenai alasan penobatan Sri Mulyani sebagai salah satu wanita berpengaruh, majalah <em>Foreign Policy</em> secara tidak langsung menyebutkan prestasinya sebagai seorang wanita yang berhasil menetapkan politik dan kebijakan luar negeri di sektor keuangan sehingga menghindarkan Indonesia dari imbas krisis keuangan global dan memelihara pertumbuhan ekonomi Indonesia rata-rata 6 persen per tahun sejak tahun 2005. Posisinya saat ini sebagai Direktur Pelaksana Bank Dunia, termasuk penyebutan namanya sebagai salah satu kandidat direktur Bank Dunia, juga sangat berpengaruh dalam penentuan namanya pada daftar 25 wanita yang paling berpengaruh di dunia.</p>
<p>Dimasukkannya nama Sri Mulyani Indrawati dalam daftar tokoh wanita berpengaruh tentu saja sangat menarik karena meski nama Sri Mulyani sudah sering masuk dalam daftar wanita berpengaruh sebelumnya dan karenanya sudah sangat sering terdengar, namun ternyata tidak mempengaruhi majalah <em>Foreign Policy</em> untuk memasuk nama Sri Mulyani  dalam “<em><a href="http://www.foreignpolicy.com/articles/2012/04/23/the_most_powerful_women_youve_never_heard_of">The Most Powerful Women You&#8217;ve Never Heard Of</a></em>”, dengan mengabaikan kata “<em>You&#8217;ve Never Heard Of</em>” (yang belum pernah anda dengar). Pilihan ini tentu saja semakin meneguhkan berbagai pengakuan dunia internasional atas kinerja Sri Mulyani oleh berbagai kalangan yang pernah disampaikan sebelumnya.</p>
<p>Yang juga tidak kalah menarik dan patut dicermati selanjutnya adalah bagaimana melihat langkah-langkah yang akan ditempuh Sri Mulyani dan para pendukungnya untuk mengkonversikan berbagai pujian dunia internasional yang didapatnya menjadi dukungan politik di dalam negeri yang akan dapat membawanya untuk memimpin penetapan berbagai kebijakan ekonomi dan politik di  Indonesia. Di tengah kegaduhan politik di Indonesia dan berbagai tuduhan politis dan hukum yang dikenakan kepada dirinya, langkah Sri Mulyani ke depannya memang tidak mudah. Namun sekali bisa teratasi, Sri Mulyani akan menjadi wanita yang paling berpengaruh yang pernah anda dengar (“<em><a href="http://www.foreignpolicy.com/articles/2012/04/23/the_most_powerful_women_youve_never_heard_of">The Most Powerful Women You&#8217;ve Ever Heard Of</a></em>”), tidak kalah dengan Kanselir Jerman Angela Merkel yang pernah menduduki posisi pertama wanita paling berpengaruh versi majalah <em>Forbes</em> tahun 2011.       </p>
<p>Terkait dengan majalah Foreign Policy sendiri, majalah ini merupakan majalah dwi bulanan di AS yang didirikan pada tahun 1970 oleh Samuel P, Huntington, yang terkenal dengan bukunya “<em>Clash of Civilization</em>” dan Warren Demian Manshel. Majalah yang merupakan bagian dari group <em>Washington Post</em> ini menyajikan berbagai pemikiran dan analisis akademis mengenai isu-isu politik dan ekonomi bagi para mereka yang ingin mengetahui berbagai perkembangan global dewasa ini. </p>
<p>Selain menampilkan berbagai analisis dan pandangan mengenai situasi politik dan ekonomi global dari berbagai pakar internasional, majalah <em>Foreign Policy</em> secara berkala juga menerbitkan <em>Globalization</em> dan <em>Failed State Index,</em> serta rangking perguruan tinggi hubungan internasional.</p>
<p>Adapun menyangkut nama-nama wanita paling berpengaruh versi majalah <em>Foreign Policy</em> edisi Mei-Juni 2012, berikut daftar lengkapnya: 1. Helen Clark; 2. Liu Yandong; 3. Lael Brainard; 4. Ngozi Okonjo-Iweala; 5. Mary Schapiro; 6. Theresa May; 7. Fatou Bensouda (calon Inspektur Jenderal Pengadilan Kriminal Internasional asal gambia); 8. Marisela Morales (Jaksa Agung Mexico); 9. Kim Kyong Hui (anggota Politbiro Korea Utara); 10. Valerie Amos (Koordinator Tanggap Darurat PBB); 11. Ann Dunwoody (Komandan Jenderal <em>US Army Materiel Command</em>); 12. Atifete Jahjaga (Presiden Kosovo); 13. Lubna Al-Qasimi (Menteri Perdagangan Internasional Uni Emirat Arab); 14. Gleisi Hoffman (Kepala Staf Presiden Brasil); 15. Cecilia Manstrom (Komisioner Dalam Negeri Uni Eropa); 16. Ileana-Ros-lehtinen (Ketua Komite Luar Negeri Parlemen AS); 17. Peng Liyuan (Mayor Jenderal Tentara Pembebasan Rakyat Tiongkok); 18. Sri Mulyani Indrawati; 19. Fayza Abul Naga (Menteri Kerjasama Internasional Mesir); 20. Marina Berlusconi (Ketua Fininvest Italia);  21. Josefina Vasquez Mota (calon presiden Mexico); 22. Valentina Matviyenko (Juru Bicara Dewan Federasi Rusia); 23. Viviane Reding (Komisioner Keadilan, Hak-hak dasar dan Kewarganegaraan Uni Eropa); 24. Lindiwe Mazibuko (Pemimpin partai Aliansi Demokratik Afrika Selatan); 25.  Hanan Asrawi</p>
<div id="crp_related"><h3>Related Posts:</h3><ul><li><a href="http://arisheruutomo.com/2009/11/09/uni-eropa-pasca-traktat-lisbon/" rel="bookmark" class="crp_title">Uni Eropa Pasca Traktat Lisbon</a></li><li><a href="http://arisheruutomo.com/2011/07/04/si-cantik-yingluck-shinawatra-pimpin-thailand/" rel="bookmark" class="crp_title">Si Cantik Yingluck Shinawatra Pimpin Thailand</a></li><li><a href="http://arisheruutomo.com/2011/05/06/asean-dan-ue-dorong-dialog-antar-pebisnis/" rel="bookmark" class="crp_title">ASEAN-EU Business Summit: Upaya Mendorong Dialog Antar Pebisnis</a></li><li><a href="http://arisheruutomo.com/2012/04/17/humor-politik-tentang-china/" rel="bookmark" class="crp_title">Humor Politik tentang China</a></li><li><a href="http://arisheruutomo.com/2012/04/04/dr-roebionio-kertopati-dan-sejarah-persandian-ri/" rel="bookmark" class="crp_title">dr. Roebionio Kertopati dan Sejarah persandian RI</a></li></ul></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://arisheruutomo.com/2012/05/13/sri-mulyani-dan-25-wanita-berpengaruh-versi-foreign-policy/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Soto Padang Mangkuto</title>
		<link>http://arisheruutomo.com/2012/05/07/soto-padang-mangkuto/</link>
		<comments>http://arisheruutomo.com/2012/05/07/soto-padang-mangkuto/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 07 May 2012 15:28:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Aris Heru Utomo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kuliner]]></category>
		<category><![CDATA[soto pasar baru]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arisheruutomo.com/?p=1352</guid>
		<description><![CDATA[Setiap kali melakukan perjalanan dinas ke tanah air, salah satu kegiatan yang sering saya lakukan di sela-sela tugas utama adalah menghilangkan kerinduan akan aneka kuliner nusantara. Dan salah satu menu kuliner yang disasar pada perjalanan dinas di akhir bulan April kemarin adalah soto khas kota Padang, Sumatera Barat. Soto Padang ini bukanlah soto Padang biasa,]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Setiap kali melakukan perjalanan dinas ke tanah air, salah satu kegiatan yang sering saya lakukan di sela-sela tugas utama adalah menghilangkan kerinduan akan aneka kuliner nusantara. Dan salah satu menu kuliner yang disasar pada perjalanan dinas di akhir bulan April kemarin adalah soto khas kota Padang, Sumatera Barat. Soto Padang ini bukanlah soto Padang biasa, tetapi soto Padang St. H. Mangkuto di Jalan Pintu Air no. 26, Pasar Baru, Jakarta Pusat.</p>
<p>Sudah cukup lama saya tidak mampir ke restoran unik dan sudah nyaris melegenda bagi para penikmat kuliner di Jakarta tersebut. Unik, karena sejak didirikan pada tahun 1987, restoran ini hanya menjual soto sebagai satu-satunya menu, bukan pelengkap seperti resoran Padang pada umumnya. Dan yang paling penting, soto Padang yang disajikan dikenal enak.<span id="more-1352"></span></p>
<p>Jika anda belum terbiasa berkunjung ke kawasan Pasar Baru, bisa jadi anda akan sedikit kesulitan untuk menemukan secara langsung restoran Padang H. Mangkuto yang terletak di antara jejeran toko interior dan alat-alat olah raga. Dari pengamatan sepintas, restoran Padang ini sepertinya merupakan satu-satunya restoran yang ada di Jalan Pintu Air. Dari luar, tidak tampak adanya display makanan di etalase yang menunjukkan tempat tersebut adalah sebuah restoran Padang. Yang ada adalah sebuah plang nama restoran yang tidak mencolok dan terhalang deretan kendaraan yang parkir di depan toko. Tapi coba tanyakan pada petugas parkir yang ada di jalan tersebut, dengan serta merta mereka akan menunjukkan letak restoran Padang yang dimaksud.</p>
<p>Begitu memasuki restoran, tampak deretan kursi dan meja sederhana dengan beberapa makanan kecil di atasnya seperti kerupuk kulit, paru goreng, kerupuk kanji merah muda, kue bugis dan tentu saja sambal dan kecap. Beberapa kursi terlihat sudah diduduki pengunjung restoran. Sementara di meja yang digunakan sebagai meja kasir terlihat beberapa penganan lainnya seperti keripik balado, ikan asin dan abon.</p>
<p>Saya dan beberapa orang rekan memilih duduk di kursi dekat jendela yang masih kosong. Tidak lama berselang pelayan datang untuk mencatat makanan yang akan kami pesan. Mengingat menu yang disajikan hanya soto, maka pelayan hanya mencatat jumlah soto yang kami pesan dan apakah dicampur dengan nasi atau dipisah, ditambah pesanan minuman yang menyertainya.</p>
<p>Tidak perlu waktu lama, soto yang dipesan tiba dan dihidangkan di meja. Soto tersebut ditaruh di dalam sebuah mangkuk mungil dengan tatakan piring kecil dibawahnya. Soto terlihat segar dengan kuah berwarna kecoklatan, aromanya langsung muncul dari kepulan kuah soto yang panas. Sementara suun, irisan daun bawang dan bawang goreng serta kerupuk kanji merah muda tampak jelas di permukaan.</p>
<p>Begitu kuah disendok dan dicicipi, terasa sekali kesegaran kuahnya dan tidak terlihat adanya lemak pada kuah tersebut. Kesegaran semakin terasa setelah ditambahkan cabai merah dan perasan air jeruk nipis. Selanjutnya ketika kuah disendok dan diaduk lebih dalam dan suun diangkat, terlihat berbagai campuran soto menyembul ke permukaan seperti potongan daging sapi goreng berbentuk dadu kecil-kecil dan perkedel kentang. Ketika digigit, daging gorengnya terasa renyah dan perkedel kentang yang terasa sekali keaslian kentangnya tanpa bahan campuran lain. Tidak berlebihan jika saya mengatakan bahwa potongan daging dan perkedel sebagai harta karun tersembunyi dalam sajian soto Padang Mangkuto yang membuat kenikmatan soto terasa semakin dahsyat.</p>
<p>Melengkapi kenikmatan soto, paru goreng dan kerupuk kulit dapat ditambahkan ke dalamnya. Kekenyalan potongan paru goreng dan kerupuk kulit ketika bercampur dengan kuah soto benar-benar membuat soto menjadi semakin nikmat. Saking nikmatnya, satu mangkuk menjadi terasa kurang. Bukan saya saja, teman-teman saya pun terlihat menambah porsi soto Padangnya, bukan hanya tambah satu tapi dua mangkok.</p>
<p>Secara keseluruhan saya sangat menikmati sajian soto Padang Mangkuto yang memang berbeda dengan soto Padang lainnya. Dengan harga semangkok soto sebesar Rp. 23.000, tidak jauh berbeda dengan harga soto pada umumnya, sajian soto Padang Mangkuto sangat sayang untuk dilewatkan, apalagi jika anda memang penikmat kuliner.</p>
<p>Selain itu, saya pun mengapresiasi pilihan keluarga H. Mangkuto untuk tetap bertahan menyajikan keaslian soto Padang yang benar-benar khas daerah mereka dan mempertahankannya secara turun temurun. Di tengah ramainya makanan cepat saji dan internasional, khususnya di Jakarta, kemampuan soto Padang Mangkuto untuk tetap bertahan dengan keasliannya memperlihatkan bahwa sajian kuliner tersebut tetap disukai masyarakat. Soto Padang Mangkuto bisa menjadi pilihan tersendiri untuk lebih mengenal kuliner nusantara tanpa harus pergi jauh-jauh ke Padang. Bahkan jika dikemas dan dipromosikan lebih luas, soto Padang Mangkuto ini juga bisa menjadi sajian kuliner pilihan bagi wisatawan manca negara yang berkunjung ke Jakarta.</p>
<div id="crp_related"><h3>Related Posts:</h3><ul><li><a href="http://arisheruutomo.com/2011/09/03/grombyang-pemalang/" rel="bookmark" class="crp_title">Sensasi Grombyang Pemalang</a></li><li><a href="http://arisheruutomo.com/2011/06/08/mi-celor-palembang/" rel="bookmark" class="crp_title">Mi Celor Palembang</a></li><li><a href="http://arisheruutomo.com/2012/01/04/uji-nyali-kuliner-di-wangfujing/" rel="bookmark" class="crp_title">Uji Nyali Kuliner di Wangfujing</a></li><li><a href="http://arisheruutomo.com/2012/05/05/nikmatnya-kue-kacang-xinjiang/" rel="bookmark" class="crp_title">Nikmatnya Kue Kacang Xinjiang</a></li><li><a href="http://arisheruutomo.com/2010/01/06/melongok-kota-tua-brussels-dan-jakarta/" rel="bookmark" class="crp_title">Melongok Kota Tua Brussels dan Jakarta</a></li></ul></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://arisheruutomo.com/2012/05/07/soto-padang-mangkuto/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Nikmatnya Kue Kacang Xinjiang</title>
		<link>http://arisheruutomo.com/2012/05/05/nikmatnya-kue-kacang-xinjiang/</link>
		<comments>http://arisheruutomo.com/2012/05/05/nikmatnya-kue-kacang-xinjiang/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 05 May 2012 10:19:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Aris Heru Utomo</dc:creator>
				<category><![CDATA[China]]></category>
		<category><![CDATA[Kuliner]]></category>
		<category><![CDATA[kue kaang]]></category>
		<category><![CDATA[kue kacang]]></category>
		<category><![CDATA[uyghur]]></category>
		<category><![CDATA[Xinjiang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arisheruutomo.com/?p=1345</guid>
		<description><![CDATA[Ke Beijing tanpa sempat mencicipi jajanan kaki lima, ibarat sayur kurang garam.  Apalagi di Beijing tidak sedikit jajanan kaki lima yang sama menariknya dengan jajanan kelas restoran atau supermarket, salah satunya adalah kue kacang manis Xinjiang atau fruits and nut cake (dalam bahasa setempat disebut ‘matang’). Sesuai namanya, kue kacang manis tersebut memang berasal dari]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ke Beijing tanpa sempat mencicipi jajanan kaki lima, ibarat sayur kurang garam.  Apalagi di Beijing tidak sedikit jajanan kaki lima yang sama menariknya dengan jajanan kelas restoran atau supermarket, salah satunya adalah kue kacang manis Xinjiang atau <em>fruits and nut cake</em> (dalam bahasa setempat disebut ‘matang’). Sesuai namanya, kue kacang manis tersebut memang berasal dari daerah Xinjiang, sebuah daerah otonomi khusus di China yang berbatasan dengan Rusia, Mongolia, Kazakhstan, Kyrgizstan, Tajikistan, Afghanistan, Pakistan dan India. Sebagian besar penduduk dari wilayah otonomi khusus ini adalah Muslim dari etnik Uyghur.</p>
<p>Seperti halnya masyarakat dan budaya masyarakat etnis Uyghur yang berasal dari Asia Tengah, kue kacang manis Xinjiang lebih menyerupai jajanan khas Asia Tengah dan Turki dibandingkan makanan China pada umumnya. Seiring perkembangan jaman dan pergerakan anggota masyarakat etnis Uyghur yang merantau ke berbagai kota besar, kue kacang manis Xinjiang pun ikut menyebar ke hampir seluruh kota-kota besar di China, termasuk Beijing.</p>
<p>Di Beijing, kue kacang manis Xinjiang yang terbuat dari campuran kacang, tepung dan madu, umumnya dijajakan berkeliling oleh pedagang asal etnis Uyghur ke berbagai kawasan wisata menggunakan sepeda roda tiga atau mangkal di depan masjid seperti yang saya jumpai di depan pintu gerbang masjid Dongsi usai menjalankan sholat Jumat kemarin (4 Mei 2012).<span id="more-1345"></span></p>
<p>Terlihat seorang pedagang kue kacang manis tengah menawarkan barang dagangannya kepada jamaah yang baru saja selesai menjalankan ibadah sholat Jumat dan masyarakat sekitar yang berlalu lalang di depan masjid. Segunduk kue kacang manis berwarna coklat diletakkan di atas gerobak roda tiga dan ditumpuk menyerupai gundukan tanah memanjang dan dihias sedemikian rupa menggunakan potongan-potongan jeruk agar terlihat menarik. Guna menjaga kebersihan, gundukan kue kacang tersebut ditutup dengan plastik transparan.</p>
<p>Melihat saya asyik memandangi kue kacang yang dijajakannya, si pedagang berinisiatif untuk menawarkan kepada saya untuk mencicipi sepotong kecil kue kacang tersebut. Dengan senang hati saya pun menyambut tawaran tersebut dan tidak perlu berlama-lama untuk memasukkan potongan kue kacang ke mulut. Begitu potongan kue masuk ke mulut, rasa manis madu yang begitu kental langsung terasa plus campuran kacang yang gurih. Dan dengan adonan kue kacang yang begitu pekat, kue tidak rontok saat kita mencuilnya. Ehhmm … boleh juga nih kue, sangat cocok untuk teman minum teh tanpa gula di kantor atau saat sedang bersantai sore hari.</p>
<div>
<p>Saya bawa potongan kue kacang manis ke kantor, dan seperti saya katakan sebelumnya, kue kacang tersebut lumayan sebagai cemilan dan teman ngeteh sambil menyelesaikan berbagai urusan kantor di sore hari. Seorang teman kantor yang ikut mencicipi kue kacang tersebut ternyata juga ikut senang dan kapan-kapan akan nitip jika saya Jumatan lagi di tempat yang sama.</p>
<p>Jadi, ibarat sambil menyelam minum air, sambil Jumatan kita pun bisa memanfaatkan untuk berwisata kuliner kecil-kecilan sambil mengenal makanan ringan tradisional salah satu etnis di China. Dan yang lebih mengasyikan, kita bisa mencicipinya tanpa harus jauh-jauh terbang ke tempat asalnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
</div>
<div id="crp_related"><h3>Related Posts:</h3><ul><li><a href="http://arisheruutomo.com/2011/12/18/onde-onde-tiongkok/" rel="bookmark" class="crp_title">Onde-onde Tiongkok</a></li><li><a href="http://arisheruutomo.com/2011/02/03/tahun-baru-cina-dan-kuliner/" rel="bookmark" class="crp_title">Tahun Baru Cina dan Kuliner</a></li><li><a href="http://arisheruutomo.com/2012/05/07/soto-padang-mangkuto/" rel="bookmark" class="crp_title">Soto Padang Mangkuto</a></li><li><a href="http://arisheruutomo.com/2011/12/22/kulit-mangga-ibu/" rel="bookmark" class="crp_title">Kulit Mangga dari Ibu</a></li><li><a href="http://arisheruutomo.com/2011/09/17/dari-resepsi-diplomatik-ke-penanggulangan-kemiskinan/" rel="bookmark" class="crp_title">Dari Resepsi Diplomatik ke Penanggulangan Kemiskinan</a></li></ul></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://arisheruutomo.com/2012/05/05/nikmatnya-kue-kacang-xinjiang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Humor Politik tentang China</title>
		<link>http://arisheruutomo.com/2012/04/17/humor-politik-tentang-china/</link>
		<comments>http://arisheruutomo.com/2012/04/17/humor-politik-tentang-china/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 17 Apr 2012 02:47:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Aris Heru Utomo</dc:creator>
				<category><![CDATA[China]]></category>
		<category><![CDATA[Socio Cultural]]></category>
		<category><![CDATA[humor politik]]></category>
		<category><![CDATA[humor politik china]]></category>
		<category><![CDATA[made in China]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arisheruutomo.com/?p=1340</guid>
		<description><![CDATA[“Suatu ketika Presiden China Hu Jintao menghadiri jamuan makan malam di Gedung Putih bersama Presiden AS Barrack Obama dan istrinya, Michelle Obama. Usai jamuan makan malam, sebenarnya diagendakan acara pertukaran cindera mata khas kedua negara. Tapi acara pertukaran cindera mata kemudian dibatalkan, karena cindera mata yang akan dipertukarkan ternyata juga buatan China”, begitu guyonan yang]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>“<em>Suatu ketika Presiden China Hu Jintao menghadiri jamuan makan malam di Gedung Putih bersama Presiden AS Barrack Obama dan istrinya, Michelle Obama. Usai jamuan makan malam, sebenarnya diagendakan acara pertukaran cindera mata khas kedua negara. Tapi acara pertukaran cindera mata kemudian dibatalkan, karena cindera mata yang akan dipertukarkan ternyata juga buatan China</em>”, begitu guyonan yang dilontarkan Jay Leno, salah seorang <em>host </em>kondang yang memandu acara televisi “the Tonight Show with Jay Leno”.</p>
<p>Penonton pun spontan tertawa mendengar guyonan Jay Leno mengenai barang-barang “made in China” yang berhasil menembus ke berbagai negara di dunia, termasuk ke AS. Dengan nada sinis, satir dan sedikit ngawur, Jay Leno sepertinya ingin meledek ketidakmapuan negaranya menahan derasnya impor barang “Made in China”, dan pada saat bersamaan, ingin memuji keberhasilan pembangunan ekonomi China.<span id="more-1340"></span></p>
<p>Jay Leno tidak sendiri, ada banyak host acara televisi atau komedian yang mencoba membuat humor tentang China dengan nada satir, yang untuk dapat mengerti humor tersebut perlu pemahaman dan pengetahuan tersendiri. Conan O’Brien, host acara bincang di televisi misalnya, melihat pertumbuhan ekonomi China yang stabil dan begitu berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi global, ia pun mengatakan “<em>Menurut hasil sebuah survei yang dilakukan baru-baru ini, 1 dari 5 orang Amerika percaya bahwa Tuhan mengarahkan pertumbuhan ekonomi dunia. Misteri (mengenai siapa itu Tuhan) itu pun terjawab: Tuhan adalah orang China</em>”.</p>
<p>Selain isu pertumbuhan ekonomi China yang membuat iri sebagian besar masyarakat dunia dan karenanya menjadi lahan empuk untuk membuat humor, perbedaan bahasa juga kerap menjadi bahan humor yang mengasyikan, salah satunya terkait dengan nama orang. Humor klasik tentang hal ini adalah percakapan telepon antara mantan Presiden AS George Bush dengan mantan Menlunya, Condoleeza Rice, pada sekitar tahun 2003 ketika Hu Jintao baru saja menjadi Presiden China. Dan agar asyik memahaminya, saya tampilkan aslinya dalam bahasa Inggris:</p>
<p><em>George Bush: Condi! Nice to see you. What’s happening?<br />
Condoleeza Rice (Condi): Sir, I have the report here about the new leader of China.<br />
George: Great. Lay it on me.<br />
Condi: Hu is the new leader of China.<br />
George: That’s what I want to know.<br />
Condi: That’s what I’m telling you.<br />
George: That’s what I’m asking you. Who is the new leader of China?<br />
Condi: Yes.<br />
George: I mean the fellow’s name.<br />
Condi: Hu.<br />
George: The guy in China.<br />
Condi: Hu.<br />
George: The new leader of China.<br />
Condi: Hu.<br />
George: The Chinaman!<br />
Condi: Hu is leading China.<br />
George: Now whaddya’ asking me for?<br />
Condi: I’m telling you Hu is leading China.<br />
George: Well, I’m asking you. Who is leading China?<br />
Condi: That’s the man’s name.<br />
George: That’s who’s name?<br />
Condi: Yes.<br />
George: Will you or will you not tell me the name of the new leader of China?<br />
Condi: Yes, sir.<br />
George: Yassir? Yassir Arafat is in China? I thought he was in the Middle East.<br />
Condi: That’s correct.<br />
George: Then who is in China?<br />
Condi: Yes, sir.<br />
George: Yassir is in China?<br />
Condi: No, sir.<br />
George: Then who is?<br />
Condi: Yes, sir.<br />
George: Yassir?<br />
Condi: No, sir.<br />
George: Look, Condi. I need to know the name of the new leader of China. Get me the Secretary General of the U.N. on the phone.<br />
Condi: Kofi?</em></p>
<div id="crp_related"><h3>Related Posts:</h3><ul><li><a href="http://arisheruutomo.com/2011/12/31/ketika-alibaba-akan-beli-saham-yahoo/" rel="bookmark" class="crp_title">Alibaba, Yahoo dan Lobi Politik</a></li><li><a href="http://arisheruutomo.com/2012/01/17/2012-china-asean-new-year-party-in-beijing/" rel="bookmark" class="crp_title">2012 China-ASEAN New Year Party in Beijing</a></li><li><a href="http://arisheruutomo.com/2012/04/09/humor-politik-tertawa-sehat-ala-indonesia/" rel="bookmark" class="crp_title">Humor Politik Tertawa Sehat ala Indonesia</a></li><li><a href="http://arisheruutomo.com/2011/09/30/china-program-ruang-angkasa/" rel="bookmark" class="crp_title">China Luncurkan Modul Stasiun Ruang Angkasa</a></li><li><a href="http://arisheruutomo.com/2012/01/22/mudik-imlek-di-china/" rel="bookmark" class="crp_title">Mudik Imlek di China</a></li></ul></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://arisheruutomo.com/2012/04/17/humor-politik-tentang-china/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Reog Meriahkan Beijing ASEAN Students Games</title>
		<link>http://arisheruutomo.com/2012/04/15/1326/</link>
		<comments>http://arisheruutomo.com/2012/04/15/1326/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 15 Apr 2012 01:48:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Aris Heru Utomo</dc:creator>
				<category><![CDATA[ASEAN]]></category>
		<category><![CDATA[China]]></category>
		<category><![CDATA[Diplomasi]]></category>
		<category><![CDATA[Socio Cultural]]></category>
		<category><![CDATA[BASG]]></category>
		<category><![CDATA[Beijing ASEAN Students Games]]></category>
		<category><![CDATA[PERMIT]]></category>
		<category><![CDATA[tiongkok]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arisheruutomo.com/?p=1326</guid>
		<description><![CDATA[Beijing tengah terik-teriknya ketika beberapa mahasiswa Indonesia menampilkan kesenian reog Ponorogo dalam acara pembukaan Beijing ASEAN Students Games 2012 (BASG 2012) pada tanggal 14 April 2012. Dengan penuh semangat dan lincah mereka menarikan beberapa rangkaian kesenian reog, mulai dari tari Bujang Ganong atau Ganongan (tarian oleh seorang penari yang menampilkan adegan lucu), tari Jaran Kepang]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><span style="font-size: small;">Beijing tengah terik-teriknya ketika beberapa mahasiswa Indonesia menampilkan kesenian reog Ponorogo dalam acara pembukaan Beijing ASEAN Students Games 2012 (BASG 2012) pada tanggal 14 April 2012. Dengan penuh semangat dan lincah mereka menarikan beberapa rangkaian kesenian reog, mulai dari tari Bujang Ganong atau Ganongan (tarian oleh seorang penari yang menampilkan adegan lucu), tari Jaran Kepang atau Jathilan (tarian oleh beberapa orang yang seolah-olah menunggang kuda), hingga kemunculan Barongan (tarian mengenakan topeng raksasa berwajah harimau). Saking semangatnya, para penari Jaran Kepang terlihat tidak mengenakan sepatu dan membiarkan kakinya bersentuhan dengan permukaan tanah yang hangat. </span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-size: small;">Semangat para mahasiswa Indonesia tersebut hanyalah salah satu wujud semangat keseluruhan mahasiswa Indonesia dan negara ASEAN lainnya yang sedang belajar di Tiongkok, khususnya Beijing, untuk bersama-sama menyukseskan penyelenggaraan BASG. Pada kegiatan yang baru pertama kali diselenggarakan di Tiongkok tersebut, para mahasiswa Indonesia yang tergabung dalam Persatuan Mahasiswa Indonesia di Tiongkok (PERMIT) menjadi tuan rumah kegiatan.  <span id="more-1326"></span></span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-size: small;">Acara pembukaan yang dilaksanakan di stadion olah raga <em>University of International Business and Economics</em> (UIBE) berlangsung meriah. Seperti layaknya penyelenggaraan pertandingan olah raga <em>multi events</em>, acara pembukaan dikemas mirip dengan pembukaan SEA Games. Selain para atlit dan pendukung serta penonton lainnya, hadir pula pada kesempatan tersebut para pejabat dari kedutaan besar negara-negara ASEAN, termasuk Duta Besar RI untuk RRT dan Mongolia, Imron Cotan, yang datang ke tempat acara bersama staf kedutaan dengan mengedarai sepeda. </span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-size: small;"><a href="http://arisheruutomo.com/wp-content/uploads/2012/04/BASG-DRUM1.jpg"><img class="aligncenter size-large wp-image-1329" title="BASG DRUM" src="http://arisheruutomo.com/wp-content/uploads/2012/04/BASG-DRUM1-1024x655.jpg" alt="" width="614" height="393" /></a>Acara diawali dengan penampilan atraksi drum yang dimainkan oleh gabungan mahasiswa dari Indonesia, Malaysia dan Singapura. Disusul defile para atlit dihadapan para undangan dan penonton lainnya. Usai berdefile, para atlit berdiri berjajar di tengah lapangan untuk mengikuti rangkaian acara pembukaan seperti mendengarkan sambutan-sambutan, menyaksikan penampilan reog seperti yang diceritakan pada awal tulisan, dan pembukaan resmi oleh Duta Besar RI Imron Cotan.  </span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-size: small;"><a href="http://arisheruutomo.com/wp-content/uploads/2012/04/BASG-Indonesia.jpg"><img class="aligncenter size-large wp-image-1330" title="BASG Indonesia" src="http://arisheruutomo.com/wp-content/uploads/2012/04/BASG-Indonesia-1024x831.jpg" alt="" width="491" height="399" /></a>Dalam sambutan pembukaan, Duta Besar Imron Cotan menyampaikan antara lain bahwa ASEAN pada dasarnya merupakan kerjasama politik, ekonomi dan sosial budaya yang tujuan akhirnya adalah masyarakat itu sendiri. Dan karena itu, selaku Duta Besar Indonesia dan Ketua <em>ASEAN Committee in Beijing</em> (Komite yang beranggotakan para Duta Besar negara-negara ASEAN di Tiongkok), ia sangat menyambut baik inisiatif para mahasiswa untuk menyelenggarakan kegiatan olah raga antar mahasiswa ASEAN di Beijing. Ditambahkan oleh Duta Besar Imron Cotan, seperti tercermin dari tema “<em>unity through sport</em>”, BASG 2012 memiliki arti penting sebagai sarana untuk saling memahami dan membangun kemitraan antar anggota masyarakat di ASEAN, kini dan di masa mendatang. </span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-size: small;">Dalam perbincangan singkat dengan Ketua Panitia, yang juga Ketua PERMIT, Andreas Lim, diketahui bahwa kegiatan BASG 2012 merupakan kegiatan pertama yang melibatkan seluruh mahasiswa ASEAN yang sedang belajar di Tiongkok. Ide penyelenggaraan muncul setelah keberhasilan PERMIT menyelenggarakan Pekan Olahraga Pelajar Mahasiswa Indonesia pada tahun 2011. Sebagai kegiatan pertama, keberhasilan penyelenggaraan BASG 2012 menjadi tolok ukur untuk penyelenggaraan berikutnya, yang diharapkan akan menjadi kegiatan tahunan. </span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-size: small;">Pada kegiatan BASG 2012 ini tercatat setidaknya 600 orang atlit mahasiswa yang mengikuti pertandingan di berbagai cabang olah raga seperti lari, catur, bola basket, badminton, dan bowling. Dan agar pelaksanaan pertandingan tidak mengganggu kegiatan belajar para mahasiswa, maka seluruh pertandingan diselenggarakan pada  setiap hari Sabtu, mulai tanggal 14 April 2012 hingga 12 Mei 2012.  </span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-size: small;">Khusus tanggal 12 Mei 2012 adalah kegiatan <em>International Food Festival</em> dimana para mahasiswa dari seluruh negara ASEAN, ditambah 15 negara di luar ASEAN yang diundang UIBE, akan menampilkan makanan khas masing-masing negara. Kegiatan ini dirancang untuk mengenalkan dan mempromosikan kuliner dari negara-negara ASEAN kepada masyarakat Tiongkok di Beijing. Hal tersebut tentu saja sangat menarik, karena selain berolah raga dan menjalin pertemanan antar sesama mahasiswa ASEAN, kegiatan ini juga dapat dimanfaatkan oleh para mahasiswa untuk berlatih mempromosikan negara masing-masing di negara kepada mahasiswa dan masyarakat Tiongkok. </span></p>
<div id="crp_related"><h3>Related Posts:</h3><ul><li><a href="http://arisheruutomo.com/2009/12/01/pak-panggilan-lazim-di-asean/" rel="bookmark" class="crp_title">Pak, Panggilan Lazim di ASEAN</a></li><li><a href="http://arisheruutomo.com/2012/01/17/2012-china-asean-new-year-party-in-beijing/" rel="bookmark" class="crp_title">2012 China-ASEAN New Year Party in Beijing</a></li><li><a href="http://arisheruutomo.com/2011/11/16/blogger-asean-dan-komunitas-asean/" rel="bookmark" class="crp_title">Blogger, ASEAN dan Komunitas ASEAN</a></li><li><a href="http://arisheruutomo.com/2012/04/01/selamat-datang-pusat-studi-indonesia-beijing/" rel="bookmark" class="crp_title">Selamat Datang Pusat Studi Indonesia Beijing</a></li><li><a href="http://arisheruutomo.com/2012/03/13/muslim-tiongkok-di-kongres-rakyat-nasional/" rel="bookmark" class="crp_title">Muslim Tiongkok di Kongres Rakyat Nasional</a></li></ul></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://arisheruutomo.com/2012/04/15/1326/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Humor Politik Tertawa Sehat ala Indonesia</title>
		<link>http://arisheruutomo.com/2012/04/09/humor-politik-tertawa-sehat-ala-indonesia/</link>
		<comments>http://arisheruutomo.com/2012/04/09/humor-politik-tertawa-sehat-ala-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 09 Apr 2012 06:06:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Aris Heru Utomo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Politic]]></category>
		<category><![CDATA[humor politik]]></category>
		<category><![CDATA[the next major]]></category>
		<category><![CDATA[walikota bekasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arisheruutomo.com/?p=1317</guid>
		<description><![CDATA[Dari sebuah group BBM (Blackberry Messenger bukan bahan bakar minyak), saya menerima joke sebagai berikut: Inem: Eh, emangnya Presiden SBY itu PERNAH pacaran sama MEGAWATI ya? Parti: Masa sih, kok bisa? Gimana ceritanya Nem? Inem: Habisnya banyak banget sih yang bilang kalo MEGAWATI itu MANTAN PRESIDEN …!!! Oleh saya joke tersebut saya teruskan ke group]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>
<p>Dari sebuah group BBM (Blackberry Messenger bukan bahan bakar minyak), saya menerima joke sebagai berikut:</p>
<p>Inem: Eh, emangnya Presiden SBY itu PERNAH pacaran sama MEGAWATI ya?</p>
<p>Parti: Masa sih, kok bisa? Gimana ceritanya Nem?</p>
<p>Inem: Habisnya banyak banget sih yang bilang kalo MEGAWATI itu MANTAN PRESIDEN …!!!</p>
<p>Oleh saya joke tersebut saya teruskan ke group BBM Komunitas Blogger Bekasi dalam kategori chattingan “General Discussion” bukan kategori “Khusus Broadcast Humor”.</p>
<p>Tidak lama berselang, seorang anggota group berkomentar “mas, gak salah nich masukin joke tersebut ke kategori “General Discussion” bukan “Humor” ?</p>
<p>Belum lagi saya menjawab tanggapan tersebut, seorang anggota group yang dikenal sebagai “provokator joke” langsung saja menulis “#hajaar”</p>
<p>Respon si provokator joke tersebut kemudian disambut oleh anggota lainnya yang merupakan aktivis gerakan pemuda sebuah partai “kok hajar??? *nyambungkemana?</p>
<p>Sebelum obrolan jadi semakin ngawur dengan kata-kata hajar menghajar, dengan santai saya pun menjelaskan bahwa saya sengaja menempatkan joke tersebut dalam kategori diskusi umum karena joke tersebut bisa sebagai bahan diskusi bukan sekedar joke atau humor belaka.<span id="more-1317"></span></p>
<p>“Lalu apa yang mau didiskusikan mas?” tanya teman saya yang anggota partai politik tersebut.</p>
<p>Sebenarnya banyak hal yang bisa didiskusikan, tapi saya hanya ingin melontarkan satu isu saja yaitu masalah kesenjangan pemahaman politik di masyarakat. Cerita tersebut memperlihatkan bahwa ternyata tidak semua masyarakat di Indonesia paham dengan hiruk pikuk perpolitikan di tingkat nasional ataupun daerah. Berita-berita di media massa mengenai politik di Indonesia, bukannya mencerahkan pemahaman masyarakat, justru membuat masyarakat itu sendiri bingung. Terlebih tidak sedikit media massa yang justru menjadi alat propaganda elit politik.</p>
<p>Saya salut dengan kecerdasan dan kejelian pembuat joke yang melihat ketidakharmonisan hubungan antara mantan Presiden Megawati Soekarnoputri dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Sikap Megawati dan SBY yang tidak saling bersalaman setiap kali bertemu tentu saja membuat bingung sebagian besar anggota masyarakat, salah satunya adalah Inem (bukan nama sebenarnya).</p>
<p>Berbeda dengan para mahasiswa yang terpelajar atau anggota masyarakat kelas menengah yang rajin membuka internet, Inem adalah cerminan sebagian masyarakat Indonesia yang tidak cukup leluasa mengakses informasi dan memiliki bekal pengetahuan yang cukup untuk mencerna dunia politik yang gaduh.</p>
<p>Maka apa yang dilihat Inem pun lebih mudah jika dikaitkan dengan keseharian dan pengalamannya, salah satunya adalah sikap untuk tidak saling bertegur sapa dari orang-orang yang baru saja putus berpacaran. Terlepas dari siapa yang diputuskan atau memutuskan, selalu saja ada salah satu pihak yang merasa tersakiti dan karenanya lebih baik untuk menjauh dan enggan bertegur sapa jika terpaksa bertemu.</p>
<p>Dan cara pandang si pembuat joke juga memperlihatkan cara pandang masyarakat dalam melihat persoalan. Dari pada terus menggerutu, kesal, kecewa, dan bersedih, lebih baik menikmati peristiwa politik sebagai humor. Bukankah menurut banyak hasil penelitian, tertawa itu sehat. Orang yang banyak tertawa memiliki sistem kekebalan tubuh yang lebih baik sehingga lebih imun terhadap infeksi. Hal ini karena saat tertawa, otak melepaskan hormon endorfin (hormon kebahagiaan) yang memiliki efek mengurangi sakit dan menenangkan. Tertawa juga dapat menurunkan tekanan darah, mengurangi hormon stres, memperbaiki kerja otak dan meningkatkan fleksibilitas otot.</p>
<p>Dan untuk membuat joke alias humor politik, banyak hal yang bisa dijadikan joke, bisa dengan mencermati kejadian seperti antara Megawati dan SBY, komentar para pejabat negara dan politisi ataupun perilaku mereka. Pengamatan tidak terbatas pada tingkat nasional, tetapi juga lokal seperti yang tampak pada gambar dibawah ini:</p>
<p><img title="1333425849713660308" src="http://stat.ks.kidsklik.com/statics/files/2012/04/1333425849713660308.jpg" alt="1333425849713660308" width="614" height="461" />Coba perhatikan kata-kata yang tertulis di spanduk tersebut. Kalau anda jeli pasti anda akan tersenyum dan memasukkan hal ini dalam humor politik. Bagaimana tidak lucu, suami sedang terkena kasus dan ditahan karena korupsi, sang istri mencoba maju sebagai walikota. Meski sah-sah saja secara hukum,  dan ini tampaknya cuma bisa terjadi di Indonesia. tapi rasanya kok kurang etis.</p>
<p>Belum lagi pilihan kata yang tidak tepat. Maksud hati ingin berbahasa Inggris, dengan menggunakan kata “The Next Major”, apa daya salah arti. Major dalam bahasa Inggris bukan berarti “walikota” tapi “utama”. Kalau maksudnya adalah “Walikota Berikutnya”, maka semestinya menggunakan kata “the Next Mayor”. Jadi alih-alih terlihat gagah dengan bahasa asing, malah lucu dan terlihat ketidakcermatannya dalam memilih kata.</p>
<p>Sebagai penutup, menyimak komentar dan perilaku anggota DPR yang semakin aneh dari waktu ke waktu misalnya, muncul joke sebagai berikut:</p>
<p>Seorang Guru matematika bertanya kepada murid-muridnya: Guru : “Seandainya pesawat Boeing 747 Lion Air dipiloti oleh penyabu, dan mengangkut 560 orang anggota DPR RI, meledak di ketinggian 1000 feet dan jatuh di pegunungan berbatu tajam dengan kemiringan 45 derajat, berapa kemungkinan yang selamat ?” Murid-murid menjawab serempak dan tegas : “Yang selamat 230 Juta rakyat Indonesia, Bu!”</p>
</div>
<div id="crp_related"><h3>Related Posts:</h3><ul><li><a href="http://arisheruutomo.com/2012/04/17/humor-politik-tentang-china/" rel="bookmark" class="crp_title">Humor Politik tentang China</a></li><li><a href="http://arisheruutomo.com/2012/03/26/pujian-terhadap-sby-dan-kesadaran-kolektif-berbangsa/" rel="bookmark" class="crp_title">Pujian Terhadap SBY dan Kesadaran Kolektif Berbangsa</a></li><li><a href="http://arisheruutomo.com/2011/10/06/penjaga-toko-berbahasa-indonesia/" rel="bookmark" class="crp_title">Penjaga Toko Berbahasa Indonesia</a></li><li><a href="http://arisheruutomo.com/2011/07/06/teladan-abhisit-vejjajiva/" rel="bookmark" class="crp_title">Teladan Abhisit Vejjajiva</a></li><li><a href="http://arisheruutomo.com/2011/07/25/blogger-dan-kebebasan-berpendapat-di-asean/" rel="bookmark" class="crp_title">Blogger dan Kebebasan Berpendapat di ASEAN</a></li></ul></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://arisheruutomo.com/2012/04/09/humor-politik-tertawa-sehat-ala-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengintip Tradisi Ziarah di Festival Qingming</title>
		<link>http://arisheruutomo.com/2012/04/04/mengintip-tradisi-ziarah-di-festival-qingming/</link>
		<comments>http://arisheruutomo.com/2012/04/04/mengintip-tradisi-ziarah-di-festival-qingming/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 04 Apr 2012 13:23:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Aris Heru Utomo</dc:creator>
				<category><![CDATA[China]]></category>
		<category><![CDATA[babaoshan]]></category>
		<category><![CDATA[cheng beng]]></category>
		<category><![CDATA[qingming festival]]></category>
		<category><![CDATA[ziarah kubur china]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arisheruutomo.com/?p=1307</guid>
		<description><![CDATA[Waktu masih menunjukkan sekitar pukul 11 pagi ketika pada Selasa kemarin (03/04) saya dan istri meninggalkan kediaman. Saya tidak ke kantor karena hari itu merupakan salah satu hari libur nasional Tiongkok yang jatuh tiga hari berturut-turut dari tanggal 2 &#8211; 4 April 2012. Saya pun aktu memanfaatkan waktu libur tersebut untuk mengunjungi sebuah pemakaman umum]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Waktu masih menunjukkan sekitar pukul 11 pagi ketika pada Selasa kemarin (03/04) saya dan istri meninggalkan kediaman. Saya tidak ke kantor karena hari itu merupakan salah satu hari libur nasional Tiongkok yang jatuh tiga hari berturut-turut dari tanggal 2 &#8211; 4 April 2012. Saya pun aktu memanfaatkan waktu libur tersebut untuk mengunjungi sebuah pemakaman umum Babaoshan di distrik Shijingshan, sebelah barat Beijing.</p>
<p>“Lho kok ke pemakaman umum, memangnya mau ziarah ke makam siapa?” Begitu pertanyaan istri ketika pertama kali saya melontarkan ajakan berkunjung ke pemakaman.</p>
<p>“Bukan untuk ziarah kok” jawab saya, “Kita kesana untuk melihat suasana di pemakaman terbesar di Beijing, sekaligus melihat suasana tradisi tahunan masyarakat Tiongkok yang disebut Festival Qingming, yang pada tahun ini puncaknya jatuh pada tanggal 4 April 2012”, jelas saya kemudian.</p>
<p>Festival Qingming atau di Indonesia dikenal sebagai Ceng Beng, merupakan tradisi tahunan masyarakat Tiongkok untuk menghormati leluhur dan para pahlawan dengan menziarahi dan membersihkan makam mereka sesuai ajaran Khonghucu.<span id="more-1307"></span></p>
<p><a href="http://arisheruutomo.com/wp-content/uploads/2012/04/P1190556.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1313" title="P1190556" src="http://arisheruutomo.com/wp-content/uploads/2012/04/P1190556-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a>Untuk menunjukkan penghormatannya, masyarakat Tiongkok membersihkan makam dan meletakkan bunga. Mereka percaya, dengan membersihkan makam, berarti telah menyingkirkan segala hal yang mengganggu roh para leluhur. Selain itu, mereka pun meletakkan makanan dan minuman kesukaan para leluhur serta membakar kertas menyerupai uang. Dengan memberikan makanan dan minuman kepada para leluhur, diharapkan dapat memberikan kesehatan dan kehidupan yang baik bagi keturunannya. Usai persembahyangan, makanan dan minuman yang diberikan tersebut tidak dibuang,melainkan dibawa kembali dan dimakan bersama-sama oleh anggota keluarga.</p>
<p>Menurut riwayatnya, Festival Qingming berasal dari peringatan hari Hanshi (artinya hari dengan makanan dingin), suatu hari yang dimaksudkan untuk memperingati jasa Jie Zitui, salah seorang abdi raja Wen Jin, yang wafat pada 635 SM di saat musim semi. Jie Zitui yang berjasa kepada Wen Jin justru wafat karena kesalahan Wen Jin yang memerintahkan tentaranya membakar hutan di mana Jie Zitui tinggal. Karena merasa bersalah, Wen Jin kemudian memerintahkan masyarakatnya untuk libur dan memadamkan api selama tiga hari berturut-turut guna memperingati hari wafatnya Jie Zitui. Karena tidak boleh menyalahkan api, maka selama hari tersebut warga masyarakat hanya bisa memakan makanan dan minuman dingin yang telah dipersiapkan sebelumnya.</p>
<p>Dalam perkembangan selanjutnya, upacara penghormatan terhadap leluhur seringkali diadakan, bahkan hampir setiap dua minggu sekali. Karena memakan biaya tidak sedikit dan untuk mencegah pemborosan biaya, pada tahun 732 M Kaisar Xuanzhing dari Dinasti Tang menetapkan bahwa penghormatan kepada para leluhur hanya diperbolehkan pada saat Festival Qingming dan terus berlaku hingga hari ini.</p>
<p>Berdasarkan perhitungan kalender China, Festival Qingming sendiri jatuh pada hari ke 104 setelah titik balik matahari pada musim dingin atau hari ke 15 dari hari persamaan panjang siang dan malam pada musim semi yang umumnya jatuh pada tanggal 5 April (khusus di setiap tahun kabisat seperti tahun 2012 ini, jatuh pada tanggal 4 April).</p>
<p>Nama Qingmíng sendiri diartikan sebagai waktu untuk orang bepergian dan menikmati hijaunya musim semi serta mengunjungi makam leluhur. Jadi ibarat dua sisi dalam sekeping mata uang, di satu sisi Festival Qingming diselenggarakan untuk mengingat masa lalu dan menghormati para leluhur, di sisi lain melalui peringatan tersebut, masyarakat didorong untuk menatap masa depan dan memulai hidup baru dengan lebih bersih.</p>
<p>Karena itu, untuk memberikan kesempatan bagi warganya merayakan Festival Qingming, setiap tahun pemerintah RRT pun memberlakukan libur nasional selama tiga hari berturut-turut seperti sudah disinggung di atas dan pada tahun ini jatuh pada tanggal 2-4 April 2012 .</p>
<p>Kembali ke pokok cerita soal kunjungan saya ke pemakaman umum Babaoshan (dalam bahasa China artinya Pegunungan 8 harta karun) atau nama resminya Pemakaman Revolusioner Babaoshan, setelah menempuh perjalanan sekitar 1 jam akhirnya tiba di area pemakaman seluas 100 ribu m2 yang terlihat rindang karena dipenuhi pohon-pohon cemara raksasa yang tidak rontok saat musim dingin tiba. Sesuai namanya, pemakaman ini memang diperuntukkan khusus bagi para pahlawan revolusi tingkat tinggi, pejabat tinggi pemerintah dan seseorang yang dipandang memiliki kontribusi penting bagi masyarakat.</p>
<p>Salah satu tokoh terkemuka yang abu jasadnya pernah disimpan di pemakaman Babaoshan adalah Kaisar Puyi, kaisar terakhir Tiongkok, sebelum kemudian abunya dipindahkan dan dikubur di Mausoleum Qing pada tahun 1996.</p>
<p>Pemakaman Babaoshan sendiri pada awalnya merupakan merupakan kuil milik Jenderal Gang Bing pada masa Dinasti Ming (1368-1644 M). Kaisar yang berkuasa pada saat itu merancang area di sekitar kuil sebagai tempat peristirahatan terakhir para selir dan kasim kerajaan. Dan selama lima abad masa kekaisaran di Tiongkok, tempat tersebut tetap digunakan untuk memakamkan para kasim kerajaan, sebelum pada akhirnya dijadikan tempat pemakaman para elit Partai Politik Tiongkok sekitar 5 dekade yang lalu.</p>
<p>Dari jalan raya tampak pintu gerbang pemakaman yang berdiri kokoh dan diapit dua patung singa di depannya. Tampak mobil berbagai merk antri untuk dapat masuk ke area pemakaman. Sementara itu, masih di pintu gerbang, terlihat petugas keamanan memeriksa tas bawaan peziarah menggunakan metal detector.</p>
<p><a href="http://arisheruutomo.com/wp-content/uploads/2012/04/P1190555.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1314" title="P1190555" src="http://arisheruutomo.com/wp-content/uploads/2012/04/P1190555-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a>Memasuki area pemakaman, tampak berjajar rapih makam-makam berukuran raksasa. Saya bilang raksasa karena ukurannya jauh lebih besar dibanding makam di Indonesia. Makam ditempatkan dalam tiga area sesuai peruntukkannya dan dibagi dalam beberapa kluster. Selain makam, di kawasan ini juga terdapat beberapa rumah penyimpanan abu jenazah dimana pada dinding-dindingnya terpampang foto mereka yang telah berpulang.</p>
<p>Di area pertama di depan kuil, area pemakaman diperuntukkan bagi pejabat partai/militer tingkat kota atau resimen. Tanah di area ini datar dan bentuk makam pada umumnya standar dengan ukuran 4X2m atau 4×4m, dengan material terbuat dari batu.</p>
<p><a href="http://arisheruutomo.com/wp-content/uploads/2012/04/P1190549.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1315" title="P1190549" src="http://arisheruutomo.com/wp-content/uploads/2012/04/P1190549-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a>Para peziarah tersebut bukan hanya dari Beijing, tidak sedikit yang datang dari luar kota atau luar negeri. Seorang peziarah yang sempat saya tanya mengaku datang dari Australia. Peziarah tersebut khusus datang ke Beijing untuk menziarahi makam orang tuanya, seorang mantan pejabat tinggi di pemerintahan RRT. Selain datang untuk membersihkan makam, mereka pun ingin mendoakan keselamatan bagi para leluhur dan keluarga yang ditinggalkan.</p>
<p>Tidak terasa sekitar dua jam saya berada di area pemakaman Babaoshan, perut sudah terasa lapar karena memang sudah waktunya makan siang. Saya pun segera meninggalkan area pemakaman dan kembali ke Beijing. Namun sebelumnya saya sempatkan untuk mengambil beberapa gambar di area pemakaman untuk dibagikan kepada pembaca semua.</p>
<p>&nbsp;</p>
<div id="crp_related"><h3>Related Posts:</h3><ul><li><a href="http://arisheruutomo.com/2011/07/02/berkemah-di-pemakaman-siapa-berani/" rel="bookmark" class="crp_title">Berkemah di Pemakaman, Siapa Berani?</a></li><li><a href="http://arisheruutomo.com/2012/01/22/mudik-imlek-di-china/" rel="bookmark" class="crp_title">Mudik Imlek di China</a></li><li><a href="http://arisheruutomo.com/2011/10/14/sholat-jumat-di-masjid-niujie-beijing/" rel="bookmark" class="crp_title">Sholat Jumat di Masjid Niujie Beijing</a></li><li><a href="http://arisheruutomo.com/2011/12/18/onde-onde-tiongkok/" rel="bookmark" class="crp_title">Onde-onde Tiongkok</a></li><li><a href="http://arisheruutomo.com/2012/01/23/semarak-imlek-di-beijing/" rel="bookmark" class="crp_title">Semarak Imlek di Beijing</a></li></ul></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://arisheruutomo.com/2012/04/04/mengintip-tradisi-ziarah-di-festival-qingming/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>dr. Roebionio Kertopati dan Sejarah persandian RI</title>
		<link>http://arisheruutomo.com/2012/04/04/dr-roebionio-kertopati-dan-sejarah-persandian-ri/</link>
		<comments>http://arisheruutomo.com/2012/04/04/dr-roebionio-kertopati-dan-sejarah-persandian-ri/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 04 Apr 2012 09:06:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Aris Heru Utomo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tokoh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arisheruutomo.com/?p=1300</guid>
		<description><![CDATA[Kalau menyebut nama dr. Roebiono Kertopati, tentu tidak banyak orang yang mengenalnya, termasuk juga saya. Saya baru mengenal nama beliau ketika saya diterima sebagai salah satu mahasiswa perguruan tinggi kedinasan di tahun 1984. Saat itu saya baru tahu jika beliau merupakan seorang dokter tentara berpangkat mayor jenderal yang menjabat sebagai Ketua Tim Dokter Kepresiden, pendiri]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kalau menyebut nama dr. Roebiono Kertopati, tentu tidak banyak orang yang mengenalnya, termasuk juga saya. Saya baru mengenal nama beliau ketika saya diterima sebagai salah satu mahasiswa perguruan tinggi kedinasan di tahun 1984.</p>
<p>Saat itu saya baru tahu jika beliau merupakan seorang dokter tentara berpangkat mayor jenderal yang menjabat sebagai Ketua Tim Dokter Kepresiden, pendiri dan kepala Lembaga Sandi Negara (Lemsaneg) hingga wafat pada tahun 1984. Selama pendidikan di akademi dan setelah bekerja, tidak banyak informasi tambahan yang saya peroleh mengenai beliau. Begitu tertutupnya beliau atau terbatasnya sejarah persandian Indonesia, maka tidak banyak hal yang bisa diungkap tentang beliau. <span id="more-1300"></span></p>
<p>Selama bertahun-tahun kemudian saya tidak pernah merasa terusik mengenai informasi dan keberadaan dr. Roebiono Kertopati. Namun saya menjadi tergugah untuk mencari tahu lebih jauh saat seorang rekan berkomentar sebuah tulisan saya di blog yang berjudul “Pesona Wikipedia”. Menurut rekan saya tersebut, ia “merasa” kenal nama dr. Roebiono Kertopati, tetapi ketika mencoba mencari di mesin pencari Wikipedia, ternyata ia tidak berhasil menemukan nama tersebut.</p>
<p>Segera setelah membaca komentar tersebut, saya mencoba menelusuri sumber-sumber terbuka untuk mengetahui popularitas nama dr. Roebiono Kertopati di dunia maya. Instrumen pertama yang dipergunakan untuk melakukan penelusuran adalah Wikipedia itu sendiri. Dari hasil penelusuran di Wikipedia, diketahui bahwa terdapat sedikit keterangan mengenai dr. Roebiono yang menyebutkan bahwa beliau merupakan Kepala Lemsaneg pertama merangkap dokter kepresidenan RI pada masa presiden Soekarno.</p>
<p>Selanjutnya dengan menggunakan jasa baik Google diperoleh 14 item yang menyebut nama beliau. 6 item mengaitkan nama beliau pada peristiwa G30S/PKI karena perannya sebagai salah satu dokter yang mengotopsi jenazah pahlawan revolusi. 2 item merupakan tulisan dalam sebuah blog yang menyebutkan kedudukan beliau sebagai dokter tentara, ahli radiologi dan Wakil Ketua tim Pelayanan Medis bagi mantan Presiden Soekarno yang saat itu dikenakan tahanan rumah di Wisma Yaso.</p>
<p>Hal yang menarik, informasi dalam blog ini juga menyebutkan bahwa dr. Roebiono juga merupakan mantan staf pembantu Nefis, dinas intelijen Belanda. Selanjutnya pada 6 item terakhir merupakan kliping berita kegiatan LSN yang mengutip nama beliau selaku pendiri Lemsaneg. Instrumen lainnya adalah situs Tokoh Indonesia, yang hasilnya ternyata nihil.</p>
<p>Ternyata tidak mudah mencari data agak lengkap mengenai beliau. Mungkin karena beliau seorang perwira intelijen sehingga datanya tidak bisa diupload di dunia maya. Bahkan meskipun hanya terkait dengan informasi dasar seperti tanggal dan tahun kelahiran atau kapan tepatnya beliau memimpin Lemsaneg. Suatu informasi dasar yang mungkin bisa diperoleh jika seandainya website Lemsaneg memuatnya sebagai informasi resmi.</p>
<p>Terlepas dari itu semua, hal yang perlu dicatat adalah pentingnya mencatat dan mempelajari sejarah persandian, baik saat pendidikan ataupun sesudahnya melalui literatur. Di tingkat pendidikan mungkin dapat disampaikan materi mengenai sejarah persandian yang bersifat interaktif. Saya baca di media, hal ini nampaknya sudah dilakukan oleh Lemsaneg dengan membangun Museum Persandia di Yogyakarta dan pengajaran sejarah persandian di Sekolah Tinggi Sandi Negara (STSN). Suatu langkah yang bagus dan layak diapresiasi. Pemahaman sejarah persandian perlu agar para pihak yang terkait dengan aktivitas persandian mengenal jati dirinya dan tidak menjadi seperti kacang lupa pada kulitnya.</p>
<p><em>Ditulis ulang dalam rangka Hari Ulang Tahun Persandian RI, 4 April 2012.</em></p>
<div id="crp_related"><h3>Related Posts:</h3><ul><li><a href="http://arisheruutomo.com/2009/11/24/hendropriyono-dan-ganyang-malaysia/" rel="bookmark" class="crp_title">Hendropriyono dan Ganyang Malaysia</a></li><li><a href="http://arisheruutomo.com/2008/12/12/selamat-jlan-diplomat-pejuang-perdamaian/" rel="bookmark" class="crp_title">Selamat Jalan Diplomat Pejuang Perdamaian</a></li><li><a href="http://arisheruutomo.com/2011/06/25/hoax-foto-potongan-kepala-ruyati/" rel="bookmark" class="crp_title">Hoax Foto Potongan Kepala Ruyati</a></li><li><a href="http://arisheruutomo.com/2012/02/07/wakil-gubernur-provinsi-henan-kagumi-museum-kaa/" rel="bookmark" class="crp_title">Wakil Gubernur Provinsi Henan Kagumi Museum KAA</a></li><li><a href="http://arisheruutomo.com/2011/12/22/kulit-mangga-ibu/" rel="bookmark" class="crp_title">Kulit Mangga dari Ibu</a></li></ul></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://arisheruutomo.com/2012/04/04/dr-roebionio-kertopati-dan-sejarah-persandian-ri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Selamat Datang Pusat Studi Indonesia Beijing</title>
		<link>http://arisheruutomo.com/2012/04/01/selamat-datang-pusat-studi-indonesia-beijing/</link>
		<comments>http://arisheruutomo.com/2012/04/01/selamat-datang-pusat-studi-indonesia-beijing/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 01 Apr 2012 04:16:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Aris Heru Utomo</dc:creator>
				<category><![CDATA[China]]></category>
		<category><![CDATA[Diplomasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arisheruutomo.com/?p=1283</guid>
		<description><![CDATA[Lupakan hiruk pikuk rencana kenaikan harga BBM, mari sejenak kita dengarkan kabar gembira dari Beijing. Dalam rangkaian kunjungan kenegaraan Presiden SBY ke RRT belum lama ini, selain diterima 3 naga tertinggi RRT (Presiden, Ketua Parlemen dan Perdana Menteri) dan menerima anugerah gelar doktor kehormatan dari Universitas Tsinghua, terdapat pula aktivitas lain yang tidak kalah penting]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Lupakan hiruk pikuk rencana kenaikan harga BBM, mari sejenak kita dengarkan kabar gembira dari Beijing. Dalam rangkaian kunjungan kenegaraan Presiden SBY ke RRT belum lama ini, selain diterima 3 naga tertinggi RRT (Presiden, Ketua Parlemen dan Perdana Menteri) dan menerima anugerah gelar doktor kehormatan dari Universitas Tsinghua, terdapat pula aktivitas lain yang tidak kalah penting yaitu peresmian Pusat Studi Indonesia Pertama di <em>Beijing Foreign Studies University</em> (BFSU) pada tanggal 23 Maret 2012.</p>
<p>Berbeda dengan kegiatan kenegaraan SBY dan penganugerahan gelar doktor yang diliput luas media massa yang mendampingi kunjungan presiden, peresmian Pusat Studi Indonesia di BFSU tidak terlalu mendapatkan perhatian media. Bisa jadi karena peresmian Pusat Studi tersebut tidak dilakukan langsung oleh SBY tetapi oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh.  <span id="more-1283"></span></p>
<p>Namun meski diresmikan oleh Menteri dan kurang diliput media, peresmian tersebut tidak menghilangkan arti penting dari pembentukan Pusat Studi Indonesia dalam pengembangan hubungan Indonesia-Tiongkok. Pemerintah Indonesia sepertinya menyadari bahwa pengembangan hubungan bilateral antar negara tidak terbatas pada hubungan antar pemerintah, tetapi juga melibatkan peran serta masyarakat secara lebih luas, termasuk keterlibatan akademisi. Untuk itu kehadiran Mohammad Nuh, yang direstui dan khusus diperintahkan SBY untuk ikut dalam rombongan kepresidenan, memberikan sinyal kuat mengenai perlunya penguatan hubungan Indonesia-Tiongkok melalui jalur akademis.</p>
<p>Hubungan bilateral Indonesia-Tiongkok yang sempat terputus pada tahun 1965 saat meletusnya pemberontakan G-30-S/PKI dan normal kembali pada tahun 1990, kini kembali menguat dan berada pada kondisi terbaik. Perkembangan tersebut juga semakin mendorong keinginan masyarakat Tiongkok untuk lebih mengenal Indonesia dan secara perlahan menjalin dan mengembangkan kembali komunikasi yang sempat terhenti selama 25 tahun.</p>
<p>Pada peresmian Pusat Studi Indonesia, selain Menteri Mohammad Nuh, hadir para petinggi BFSU seperti acting Presiden Prof. Yang Xueyi dan Wakil Presiden Prof. Zhong Meisun, Atase Pendidikan dan staf KBRI Beijing, para ahli dari jurusan bahasa Indonesia, mahasiswa BFSU dan masyarakat Indonesia di Tiongkok.  </p>
<p><a href="http://arisheruutomo.com/wp-content/uploads/2012/04/DSC_0273.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1285" title="DSC_0273" src="http://arisheruutomo.com/wp-content/uploads/2012/04/DSC_0273-300x200.jpg" alt="" width="300" height="200" /></a>Dalam sambutannya, Menteri Nuh mengemukakan bahwa Pusat Studi Indonesia memiliki arti penting sebagai jembatan persahabatan untuk mewujudkan pertukaran budaya antara Tiongkok dan Indonesia. Pusat Studi Indonesia juga merupakan wadah promosi budaya Indonesia di Tiongkok, sehingga diharapkan tercipta pemahaman dan persahabatan erat antar kedua bangsa saat ini dan di masa yang akan datang. Pusat ini diharapkan menjadi pusat informasi budaya, pendidikan, pariwisata, dan perkembangan keadaan masyarakat Indonesia.</p>
<p>Pernyataan Menteri Nuh ini kiranya patut digarisbawahi mengingat akibat pemutusan hubungan diplomatik Indonesia-Tiongkok, upaya mendorong saling pemahaman antar masyarakat kedua negara relatif terhenti pula. Seperti dikatakan dosen Universitas Indonesia, Dahana, hal tersebut tidak terlepas dari sikap emosional Indonesia yang menutup segala sesuatu yang berkaitan dengan Tiongkok.  Ditambahkan oleh Dahana, beruntung studi tentang Indonesia di Tiongkok justru menguat.  Pasang-surut hubungan Indonesia-Tiongkok rupanya tak mempengaruhi minat mahasiswa Tiongkok mempelajari indonesia (Tempo, November 2011).</p>
<p>Di BFSU sendiri, Universitas yang dijuluki “<em>the cradle of diplomat</em>”  karena banyak lulusannya yang menjadi diplomat, jurusan bahasa Indonesia sudah didirikan sejak tahun 1960. Hingga kini, jurusan tersebut tetap berjalan dan secara regular menerima mahasiswa untuk belajar bahasa Indonesia dan memberikan beasiswa bagi mahasiswa yang belajar bahasa Indonesia. Setiap 4 tahun dilakukan penerimaan mahasiswa dengan mengundang calon mahasiswa dari berbagai provinsi yang akan dibiayai oleh pemerintah.</p>
<p>Kepiawaian berbahasa Indonesia menjanjikan lapangan kerja yang lebih luas. Lulusan  jurusan bahasa Indonesia ada yang menjadi diplomat dan ditugaskan di Indonesia. Ada pula yang bertugas di kantor pemerintah daerah, seperti di <em>Foreign Affairs Office. </em>Karenanya jangan heran jika berkunjung ke daerah kita bisa diajak bercakap-cakap dalam bahasa Indonesia oleh seorang staf di kantor pemerintahan daerah.  </p>
<p>Ke depan, diharapkan dengan terbentuknya Pusat Studi Indonesia di BFSU, upaya untuk memperkenalkan Indonesia di Tiongkok menjadi lebih luas dan terbuka, bukan sekedar bahasa tetapi juga sejarah, kesusastraan dan filsafat Indonesia. Diharapkan pula, menyusul pembentukan Pusat Studi Indonesia tersebut, berikutnya di buka pula Pusat Studi sejenis di berbagai perguruan tinggi lainnya di RRT.</p>
<p>Suatu cita-cita yang tidak ringan dan merupakan tantangan tersendiri untuk merealisasikannya, khususnya bagi akademisi dan pakar-pakar Indonesia yang berkeinginan untuk memberikan gambaran tentang Indonesia secara utuh dan komprehensif, serta menjadikan pusat informasi budaya, pendidikan, pariwisata, dan perkembangan keadaan masyarakat Indonesia.</p>
<p>&nbsp;</p>
<div id="crp_related"><h3>Related Posts:</h3><ul><li><a href="http://arisheruutomo.com/2012/03/17/universitas-tsinghua-dan-doktor-honoris-causa-untuk-sby/" rel="bookmark" class="crp_title">Universitas Tsinghua Beri Gelar Doktor Honoris Causa untuk Presiden SBY</a></li><li><a href="http://arisheruutomo.com/2010/06/21/melongok-asean-center-di-moskow/" rel="bookmark" class="crp_title">Melongok ASEAN Center di Moskow</a></li><li><a href="http://arisheruutomo.com/2012/03/13/muslim-tiongkok-di-kongres-rakyat-nasional/" rel="bookmark" class="crp_title">Muslim Tiongkok di Kongres Rakyat Nasional</a></li><li><a href="http://arisheruutomo.com/2012/03/26/pujian-terhadap-sby-dan-kesadaran-kolektif-berbangsa/" rel="bookmark" class="crp_title">Pujian Terhadap SBY dan Kesadaran Kolektif Berbangsa</a></li><li><a href="http://arisheruutomo.com/2012/04/15/1326/" rel="bookmark" class="crp_title">Reog Meriahkan Beijing ASEAN Students Games</a></li></ul></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://arisheruutomo.com/2012/04/01/selamat-datang-pusat-studi-indonesia-beijing/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pertempuran Waterloo: Sebuah Rekonstruksi Sejarah</title>
		<link>http://arisheruutomo.com/2012/03/27/pertempuran-waterloo-sebuah-rekonstruksi-sejarah/</link>
		<comments>http://arisheruutomo.com/2012/03/27/pertempuran-waterloo-sebuah-rekonstruksi-sejarah/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 27 Mar 2012 08:57:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Aris Heru Utomo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Diplomasi]]></category>
		<category><![CDATA[Europe]]></category>
		<category><![CDATA[Brussels]]></category>
		<category><![CDATA[french]]></category>
		<category><![CDATA[napoleon]]></category>
		<category><![CDATA[waterloo]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arisheruutomo.com/?p=1275</guid>
		<description><![CDATA[Kawasan ladang pertanian Waterloo, sebelah selatan Brussel, merupakan tempat yang tidak terlupakan bagi Napoleon dan pasukannya. Di tempat inilah pada hari Minggu, 18 Juni 1815 berlangsung pertempuran antara 124 ribu tentara Perancis yang dipimpin langsung oleh Sang Kaisar Napoleon melawan gabungan tentara sekutu Anglo-Belanda, Prusia dan Rusia (200an ribu). Setelah bertempur sengit dan terbuka selama]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kawasan ladang pertanian Waterloo, sebelah selatan Brussel, merupakan tempat yang tidak terlupakan bagi Napoleon dan pasukannya. Di tempat inilah pada hari Minggu, 18 Juni 1815 berlangsung pertempuran antara 124 ribu tentara Perancis yang dipimpin langsung oleh Sang Kaisar Napoleon melawan gabungan tentara sekutu Anglo-Belanda, Prusia dan Rusia (200an ribu). Setelah bertempur sengit dan terbuka selama 8 jam, Perancis akhirnya takluk dan Napoleon mundur bersama tentaranya ke Paris.</p>
<p>Peristiwa ini juga sekaligus menjadi kekalahan terakhir Napoleon, karena setelahnya itu ia diasingkan oleh Inggris ke pulau Saint Helena yang berada di lautan Atlantik, sekitar 2000 km dari Afrika. Napoleon menghabiskan waktunya selama 6 tahun terakhir di pulau tersebut, sebelum meninggal pada tanggal 5 Mei 1821. <span id="more-1275"></span></p>
<p>Menandai peristiwa bersejarah ini, di kawasan Waterloo dapat dijumpai monumen peringatan berbentuk bukit dengan patung Singa menghadap kota Paris di puncaknya. Monumen yang diberi nama Butte de Lion yang dibangun oleh pemerintah Belgia sebagai objek sejarah dan wisata. Selain itu terdapat berbagai monumen lain disekitarnya yang dibangun oleh Inggris, Prusia dan Rusia.</p>
<p>Untuk membangkitkan minat sejarah dan memahami situasi peperangan saat itu serta menarik wisatawan, setiap bulan Juni dilakukan rekonstruksi pertempuran di lokasi sesungguhnya. Dengan membayar 5 euro per orang (dewasa) dan 3 euro (anak-anak), para pengunjung dapat melihat suasana peperangan secara live, termasuk perkemahan para tentara yang dibangun di sekitar kawasan ”pertempuran”.</p>
<p>Sekitar 1.200 sukarelawan berperan sebagai tentara Perancis dan tentara gabungan pimpinan Jenderal Wellington dari Inggris dan Marsekal Blucher dari Prusia. Berbagai atribut pertempuran di tahun 1815 ditampilkan kembali dan dibuat mirip aslinya seperti seragam tentara dan warga setempat yang membantu saat pertempuran, pedang, pistol, senapan, jenis kuda yang ditunggangi, termasuk pula tampilan jenggot dan kumis para pemerannya.</p>
<p>Sejak pukul 8 pagi para penonton sudah memgambil posisi strategis di tepi perladangan yang akan dipergunakan sebagai tempat rekonstruksi. Sekitar pukul 9 ”tentara” yang akan bertempur sudah siap di posisi yang sesuai dengan formasi pertempuran sesungguhnya. Sejam kemudian pertempuran pun dimulai, letusan meriam ditembakkan berulang-ulang, asap mesiu pun mengepul ke udara. Bau mesiu bercampur rumput dan kotoran kuda tercium sangat kental.</p>
<p>Semua kegiatan digarap serius dan dibuat seperti pertempuran sesungguhnya. Selama 2 jam penonton seolah dibawah kembali ke tanggal 18 Juni 1815, ketika Perancis dikeroyok oleh kekuatan sekutu Inggris, Prusia, Rusia, dan Austria, serta didukung Belanda, Spanyol dan Italia.</p>
<p>Mungkin belum terbayangkan pada saat itu, jika sekian puluh tahun kemudian, terutama saat Perang Dunia I dan II, Perancis justru menjadi sekutu negara-negara yang dulu mengeroyoknya. Bahkan Perancis bersama-sama Jerman, Italia Belanda dan Belgia dikenal sebagai negara pendiri Masyarakat Ekonomi Eropa, cikal bakal Uni Eropa saat ini. Semua ini memperlihatkan bahwa tidak ada yang kekal dalam suatu persekutuan, yang abadi justru adalah kepentingan itu sendiri.</p>
<p>Repost dari tulisan di blog saya yg lain <a href="http://arishu.blogspot.com">http://arishu.blogspot.com</a></p>
<div id="crp_related"><h3>Related Posts:</h3><ul><li><a href="http://arisheruutomo.com/2011/07/30/catatan-ringan-dari-ho-chi-minh-city/" rel="bookmark" class="crp_title">Catatan Ringan dari Ho Chi Minh City</a></li><li><a href="http://arisheruutomo.com/2011/07/02/berkemah-di-pemakaman-siapa-berani/" rel="bookmark" class="crp_title">Berkemah di Pemakaman, Siapa Berani?</a></li><li><a href="http://arisheruutomo.com/2012/04/04/dr-roebionio-kertopati-dan-sejarah-persandian-ri/" rel="bookmark" class="crp_title">dr. Roebionio Kertopati dan Sejarah persandian RI</a></li><li><a href="http://arisheruutomo.com/2010/01/06/melongok-kota-tua-brussels-dan-jakarta/" rel="bookmark" class="crp_title">Melongok Kota Tua Brussels dan Jakarta</a></li><li><a href="http://arisheruutomo.com/2011/03/23/libya-bukan-irak-kedua/" rel="bookmark" class="crp_title">Libya Bukan Irak Kedua</a></li></ul></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://arisheruutomo.com/2012/03/27/pertempuran-waterloo-sebuah-rekonstruksi-sejarah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

