Kunjungan ke Markas Pengelola Domain Internet China

‘Selamat datang, maaf, mungkin informasi saya kurang jelas sehingga anda tiba di gedung yang salah’, sambut Ms. Ying Zhang, dara manis berperawakan tinggi dan langsing yang menjabat sebagai foreign officer di China Internet Network Information Center (CNNIC) dalam bahasa Inggris ketika menjemput saya dan Ketua Umum Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI) di gedung no. 4 komplek China Academy of Science di Beijing.

‘Di komplek CAS ini setidaknya terdapat 5 gedung perkantoran bertingkat tinggi. Adapun kantor kami, CNNIC, terletak di gedung no. 1’, jelas Ms. Yin sambil berjalan bersama kami menuju gedung no. 1.

Tidak sampai 5 menit kami pun tiba di gedung no. 1. Di lobby gedung kami disambut oleh Direktur Jenderal CNNIC, Mr. Huang Xiangyang, beserta jajarannya. Setelah bertukar kartu nama dan saling memperkenalkan diri, Mr. Huang langsung membawa kami ke ruang pamer untuk memperkenalkan CNNIC.

Di ruang pamer tampak sejumlah panel-panel yang antara lain memuat informasi mengenai tugas dan fungsi CNNIC, data-data statistik pengguna internet, susunan organisasi, dan foto-foto kunjungan pejabat dan kolega dari berbagai negara ke kantor CNNIC.

Luo Yang, Pahlawan Penerbangan China

‘Seperti kebanyakan para pekerja keras lainnya, Luo bisa jadi tetap merupakan pahlawan yang tak dikenal‘, Editorial China Daily, 30 Nopember 2012

Masyarakat China tengah berduka dengan kepergian Luo Yang (51 tahun). Chairman dan General Manager Shenyang Aircraft Corp, yang meninggal secara mendadak pada hari Minggu (25 Nopember 2012) karena serangan jantung. Luo meninggal sesaat setelah keberhasilannya memimpin uji coba penerbangan dan pendaratan jet tempur J-15 di atas geladak kapal induk angkatan laut China ‘Liaoning’. Rasa duka diperlihatkan dengan pengibaran bendera setengah tiang di atas geladak kapal induk Liaoning dan kantor Shenyang Aircraft Corp di kota Shenyang. Ucapan bela sungkawa pun datang dari Sekretaris Jenderal Partai Komunis China Xi Jinping yang mengatakan ‘kepergian Luo merupakan kehilangan besar bagi partai dan bangsa’.

Nama Luo Yang mungkin belum banyak dikenal di Indonesia. Tapi di China dan kalangan militer internasional, nama Luo Yang cukup dikenal dan disegani karena dialah yang merancang dan mengembangkan pesawat-pesawat tempur China, salah satunya adalah pesawat jet tempur J-15 yang diberi nama ‘Flying Shark’ dan diklaim China tidak kalah canggihnya dengan jet tempur F-18 milik AS. Meski banyak dikritik sebagai modifikasi jet tempur Rusia Sukhoi SU33, namun keberhasilan penerbangan dan pendaratan jet tempur J-15 memperlihatkan keberhasilan Luo dan timnya untuk menguasai teknologi canggih di bidang penerbangan militer.  

China Kagumi Keramahtamahan Indonesia

Seiring  meningkatnya perekonomian China, banyak anggota masyarakatnya yang kemudian melancong ke manca negara, baik untuk urusan bisnis ataupun jalan-jalan. Salah satunya negara yang dijadikan sebagai daerah kunjungan adalah Indonesia. Wajar saja jika Indonesia menjadi daerah tujuan kunjungan, sebab Indonesia adalah negara terbesar dan terpenting di Asia Tenggara.

Dari sekian banyak warga masyarakat China yang berkunjung ke Indonesia (menurut data statistik 2011, ada sekitar 700 ribu kunjungan WN China ke Indonesia), tidak sedikit yang baru pertama kali ke Indonesia, salah satunya Luo Yingqing, Vice Chairman sebuah perusahaan China yang datang ke Indonesia dalam rangka mengikuti ‘road show bisnis ke Indonesia’ yang diadakan Kedutaan Besar RI di Beijing baru-baru ini.

‘Saya sudah sering melancong ke banyak negara, bahkan pernah tinggal 3 tahun di Eropa, namun baru kali ini saya berkesempatan ke Indonesia. Saya tahu, Indonesia adalah negara terbesar di Asia Tenggara dengan mayoritas penduduknya adalah muslim, demikian ujar Luo yang berasal dari kota Chengdu, Provinsi Sichuan, sebuah kota di bagian Barat China.

China Miliki Pimpinan Generasi V

Demokrasi itu seperti energi atom, jika dapat dikontrol dengan baik, dapat digunakan sebagai tenaga nuklir yang menguntungkan masyarakat. Namun jika tidak terkontrol dengan baik, dapat digunakan untuk membuat bom atom yang merusak masyarakat’ (anggota Partai Komunis China)

Seperti prediksi banyak pengamat, transformasi kepemimpinan di China dalam Kongres ke-18 Partai Komunis China (PKC) berjalan mulus, bahkan dapat dikatakan tanpa gejolak. Generasi baru kepemimpinan di China, yang dikenal sebagai generasi kelima, telah hadir. Xi Jinping (59 tahun), yang sekarang menjabat sebagai Wakil Presiden RRT, pada Kamis 14 November 2012 dilantik sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjen) Komite Sentral PKC, jabatan tertinggi di PKC, menggantikan Hu Jintao.

Selain itu, Xi juga dilantik sebagai Ketua Komite Tetap Politbiro yang beranggotakan 7 orang yaitu dirinya, Li Keqiang, Zhang Dejiang, Yu Zhengsheng, Liu Yunshan, Wang Qishan dan Zhang Gaoli. Sebelumnya, Xi pun telah dilantik sebagai Ketua Komisi Militer Pusat PKC, jabatan tertinggi yang memungkinkan Xi memegang kekuasaan penuh atas seluruh kekuatan militer China. 

Muslim China Merayakan Iedul Adha

‘Waduh sepanjang jalan kok macet ya, bisa terlambat nich tiba di masjid Niu Jie’, saya membatin dalam hati saat mengendarai kendaraan menuju lokasi sholat Iedul Adha. Berbeda dengan sebagian besar jalan raya di Indonesia, khususnya di Jakarta, yang lengan saat libur nasional Iedul Adha, maka kemacetan lalu lintas di Beijing berlangsung seperti biasanya. Di China, Iedul Adha bukanlah hari libur nasional seperti Imlek dan hari kemerdekaan, sehingga aktivitas perkantoran berlangsung seperti biasa. Akibatnya, jalan-jalan raya tetap macet, khususnya di saat jam kantor.  Bahkan di beberapa ruas jalan terlihat agak parah karena ada pembangunan under pass.

Syukurlah, setelah menembus kepadatan lalu lintas selama sekitar satu setengah jam, akhirnya sekitar pukul 9 pagi saya tiba di masjid Niu Jie. Di luar masjid, di sepanjang Niu Jie Street para jamaah berduyun-duyun memasuki halaman masjid. Sementara para polisi berseragam biru tua terlihat berjaga-jaga dan mengatur lalu lintas agar tidak terjadi kemacetan di sepanjang jalan.

Setelah memarkir kendaraan di seberang masjid, saya pun segera memasuki halaman depan masjid Niu Jie yang terlihat sudah penuh disesaki jamaah. Beberapa panitia masjid terlihat mengatur dan mengarahkan jamaah untuk menuju tempat yang masih kosong. Selain di dalam dan halaman depan masjid, panitia juga menyiapkan tempat sholat di halaman belakang masjid. Sedangkan untuk jamaah wanita, terdapat masjid khusus wanita yang terletak di bagian belakang komplek masjid.

Nobel Kesusastraan 2012 dan Kebebasan Berpendapat di China

‘We’ve observed that searching for [freedom] in mainland China may temporarily break your connection to Google. This interruption is outside Google’s control’

Kalimat di atas otomatis muncul ketika dari Beijing saya bersilancar di Google dengan kata depan ‘freedom’. Selain kata ’freedom’, banyak lagi kata-kata terlarang di China, selain tentunya larangan penggunaan sosial media Barat seperti Twitter dan Facebook. Diperlukan server proxy untuk bisa mengakses internet secara bebas di China. Di tengah sikap proteksionis Pemerintah China dalam masalah penggunaan internet, yang diartikan pula sebagai bagian dari implementasi kebijakan pembatasan kebebasan berpendapat, Panitia Nobel Kamis lalu (11 Oktober 2012) mengganjar Nobel Kesusastraan kepada penulis China Guan Moye atau Mo Yan karena karya-karyanya yang dipandang berhasil menggabungkan “cerita rakyat, sejarah dan kontemporer ke dalam halusinasi realis’.

Berbeda dengan penghargaan hadiah Nobel Perdamaian kepada Liu Xiabo pada tahun 2010, yang ditentang keras karena diberikan kepada seorang pembangkang, maka penghargaan kepada Mo Yan, anggota Partai Komunis China (PKC) dan Wakil Presiden Asosiasi Penulis China, disambut hangat oleh masyarakat dan pemerintah China. Di Weibo, Twitternya China, sambutan hangat terlihat dari berbagai komentar yang muncul dari kicauan mereka. Sementara Pemerintah China melalui anggota Komite Tetap Politbiro Partai Komunis China Li Chang Chun menyampaikan ucapan selamat dan mengatakan bahwa kemenangan Mo merupakan cerminan dari kemajuan kesusastraan China dan meningkatnya pengaruh China.

Susur Jejak Marco Polo di Jembatan Lugou

“Over this river there is a very fine stone bridge, so fine indeed, that it has very few equals in the world.” 

Kekaguman di atas ditorehkan Marco Polo dalam buku hariannya usai mengunjungi jembatan yang melintasi sungai Yongding pada abad ke-13. Jembatan yang terletak sekitar 19 km di sebelah barat daya Beijing dan oleh masyarakat China disebut sebagai Jembatan Lugou menarik perhatian Marco Polo antara lain karena arsitekturnya dan bangunannya yang kokoh terbuat dari batu granit.

Menurut sejarahnya, jembatan Lugou atau yang kemudian dikenal sebagai jembatan Marco Polo pertama kali dibangun pada tahun 1189 dan selesai pada tahun 1192. Dengan panjang 235 meter, jembatan ini merupakan yang termegah pada jamannya dan hingga saat ini masih berdiri kokoh. Pada kedua sisi jembatan terdapat patung-patung singa di setiap tiangnya dengan bentuk dan gaya yang berbeda sesuai dengan masa pembuatannya.Setiap tiang terdapat beberapa patung singa dalam berbagai ukuran. Tidak diketahui persis berapa jumlah patung naga yang tedapat pada jembatan ini, namun diperkirakan setidaknya terdapat sekitar 627 patung naga. Kebanyakan berasal dari jaman DInasti Ming (1368-1644) dan Qing (1644-1911), sementara beberapa diantaranya berasal dari jaman dinasti yang lebih awal yaitu DInasti Yuan (1271-1368) dan DInasti Jin (1115-1234).Selain patung singa, hewan lain yang dijadikan patung adalah naga, kura-kura dan gajah.

Persepsi Masyarakat Indonesia Mengenai China

September 2012 baru saja berakhir dan bulan tersebut menandai persis setahun saya tinggal di Bejing, China. Selama setahun tersebut banyak peristiwa yang saya saksikan dan rasakan langsung, terutama terkait dengan perkembangan China yang sedemikian pesat. Tidak sedikit dari apa yang saya lihat dan rasakan tersebut yang kemudian dituliskan dan dibagi lewat blog, walau tidak sedikit pula yang tersimpan sebagai arsip pribadi atau tidak tertuliskan.

Selama setahun pula saya banyak menerima kunjungan tamu mulai dari saudara, kerabat, kolega, teman dekat hingga teman jauh. Profesi mereka bermacam-macam, mulai dari ibu rumah tangga, dosen, jurnalis, pengusaha hingga tentara, pejabat dan pegawai pemerintah. Tujuan kunjungan mereka ke China pun beragam, ada yang sekedar jalan-jalan, menghadiri pertemuan, berobat hingga studi banding. Menariknya, tidak sedikit dari tamu-tamu saya tersebut yang ternyata baru pertama kali berkunjung ke daratan China.

Masyarakat Tiongkok Peringati Hari Berdirinya RRT

Setiap tanggal 1 Oktober masyarakat Tiongkok memperingati berdirinya Republik Rakyat Tiongkok (RRT) yang dideklarasikan pada tanggal 1 Oktober 1949 oleh Ketua Partai Komunis Tiongkok (PKT) Mao Zedong. Setiap tahun upacara peringatan dilakukan di berbagai penjuru negeri dan pada tingkat pusat selalu dilaksanakan di tempat terbuka di lapangan Tian’anmen serta dihadiri oleh seluruh pemimpin tertinggi RRT.

Para pemimpin tertinggi RRT dan anggota masyarakat yang diundang menghadiri upacara peringatan HUT berdirinya RRT, tanpa terkecuali berdiri tegak dan rapih menghadap Monumen Pahlawan Rakyat  yang berada di tengah lapangan Tian’anmen. Tidak ada tenda, kursi atau tribun kehormatan yang disiapkan bagi peserta upacara. Sengatan matahari pagi pun tidak dapat menghalangi para peserta upacara untuk mengikuti rangkaian acara secara khidmat.

Seperti disiarkan secara nasional oleh stasiun televisi CCTV, acara diawali dengan mengheningkan cipta oleh seluruh peserta upacara untuk mengenang para martir/pejuang revolusi, kemudian dilanjutkan dengan peletakan 9 karangan bunga raksasa oleh seluruh pemimpin tertinggi RRT yang berjumlah 9 orang dan tergabung dalam Politbiro Komite Sentral PKT (secara keseluruhan mereka dikenal pula sebagai 9 naga) yang dipimpin Presiden Hu Jintao. 

The Expendables 2, Reuni Para Jagoan Tua

Kalau anda diminta membayangkan apa yang terjadi jika aktor-aktor film laga yang dikenal selama ini seperti Sylvester Stallone, Arnold Schwarzenegger, Bruce Willis, Chuck Norris, Jet Li, Jean-Claude Van Damme, dan Dolph Lundgren bermain bersama dalam sebuah film action, saya yakin anda akan membayangkan suatu aksi dahsyat tiada henti dari awal hingga akhir.  Bayangan anda bisa jadi terwujud jika anda menyempatkan diri menyaksikan film The Expandable 2 garapan sutradara Simon West. Ibarat bom, aksi laga di film ini terus meledak dari awal hingga akhir.

Betapa tidak, sejak awal hingga akhir para penonton terus diajak menyaksikan aksi-aksi dahsyat para jagoan yang tergabung dalam sebuah kelompok tentara bayaran yang dipimpin Barney Ross (Sylvester Stallone) tanpa basa-basi dan dialog berkepanjangan.

Menyerap Semangat Menulis dari Yao Qizhong

Inspirasi bisa datang dari mana saja, termasuk dari pedagang pasar tradisional bernama Yao Qizhong. Seperti dituliskan oleh wartawan China Daily Zhang Yue di kolom ‘China Face’ di harian China Daily 26 September 2012, Yao Qizhong adalah seorang pedagang jahe dan bawang putih di sebuah pasar tradisional di Beijing.

Berasal dari keluarga miskin di pedesaan, Yao hanya bisa menyelesaikan pendidikan sekolah tingkat dasar hingga kelas empat. Ia dan keluarganya mesti bekerja keras untuk dapat bertahan hidup dan hijrah ke kota sebagai pedagang.

Tapi siapa sangka, di tengah keterbatasan dan tingkat pendidikan yang sangat minim, Yao berhasil menulis buku yang memuat 200 ribu karakter menceritakan mengenai masa kecil dan keluarganya. Buku yang ditulis selama 3 tahun terakhir ini diberi judul ‘For Love and More’.

Xi Jinping Resmikan CAEXPO 2012

Di tengah gosip politik terkait ketidakhadirannya  di hadapan publik selama sepekan terakhir, Wakil Presiden RRT Xi Jinping datang dan meresmikan ‘the 9th China-ASEAN Expo (CAEXPO)’ pada tanggal 21 September 2012 di Nanning International Exhibition and Convention Center (NIECC). Pembukaan berlangsung singkat dan tanpa sambutan dari Wakil Presiden Xi Jinping tersebut menandai pelaksanaan CAEXPO yang akan berlangsung sepekan dari tanggal 21-25 September 2012.

Beberapa teman yang hadir bersama saya dalam acara pembukaan CAEXPO tersebut berspekulasi bahwa yang hadir pada acara pembukaan adalah kembaran Wakil Presiden untuk menggantikan figur asli yang kemungkinan berhalangan hadir, apalagi pada acara tersebut tidak ada sambutan. Gosip muncul karena sebentar lagi Partai Komunis Tiongkok (PKT) akan menggelar kongres dengan salah satu agenda utama adalah pergantian pucuk pimpinan RRT seperti presiden dan perdana menteri. Dan jika tidak ada perubahan dramatis, Xi Jinpoing yang saat ini menjabat sebagai wakil presiden akan naik ke puncuk pimpinan menjadi Sekretaris Jenderal PKT dan Presiden RRT menggantikan Hu Jintao.

Saya tidak ingin ikut berspekulasi. Yang jelas dalam acara tersebut Wakil Presiden RRT Xi Jinping hadir dan bertemu dengan sejumlah pemimpin negara dari ASEAN yang turut hadir dalam acara pembukaan seperti Presiden Myanmar U Thein Sein, PM Laos Thongsing Thammavong, PM Vietnam Nguyen Tan Dung, Deputi PM Malaysia Muhyidin Yassin dan Deputi PM Thailand Kittirat Na-Ranong.  Dari Indonesia hadir sebagai pejabat tertinggi yang memimpin delegasi Indonesia adalah Dirjen Pengembangan Ekspor Nasional, Kementerian Perdagangan, Gusmardi Bustami.